
Tampan! Keren!
Saat Leo menekan kunci mobilnya, kedua pintu mobil Pagani Huayra pun naik secara perlahan! Tiba-tiba, seluruh parkiran hanya terdengar suara Pagani Huayra membuka pintu mobilnya!
Bagaimana bisa?
Francis yang berdiri di tempat sangat terkejut. Dia terus menatapi semua ini dengan tatapan kosong.
Sementara, Lili yang di samping juga tertegun! Meskipun dia tidak tahu harga mobil ini, tapi melihat modelnya saja, dia bisa menebak mobil ini sangat mahal!
“Silakan! Bukankah kamu mau menghancurkannya? Hancurkan saja.”
Leo melipat tangannya dan bersandar dengan santai. Lalu, dia berkata dengan nada bercanda.
Kini, ekspresi Francis terus berubah warna seperti pelangi.
Menghancurkan mobil? Bercanda, ‘kan!
Jangankan menghancurkannya! Sentuh saja dia tidak berani! Siapa pun yang tahu tentang mobil sport pasti tahu ini adalah Pagani Huayra! Harganya ratusan miliar! Mobil sport kelas atas yang hanya ada 20 unit di seluruh dunia! Saat Pagani Huayra diluncurkan, Francis juga pernah berpikir untuk membelinya, tapi harganya sungguh terlalu mengerikan. Bahkan menjual dirinya pun tidak sanggup beli!
__ADS_1
Jadi, menghancurkannya? Itu benar-benar konyol.
“Haha! Salah paham! Semua ini salah paham.”
Francis buru-buru menjelaskannya setelah tertegun sejenak.
Dia tidak menyangka pria muda yang sederhana ini bakal lebih kaya dan lebih berstatus daripada dirinya! Tapi, sebenarnya dia sangat penasaran. Siapa identitas Leo yang sebenarnya? Bisa-bisanya dia membeli Pagani Huayra? Setahu dia, seharusnya tidak ada Pagani Huayra di dalam negeri!
Sedangkan Leo, dia hanya mencibir dan berkata:
“Huh! Salah paham? Ingat, jangan sembarang omong kalau kamu belum cukup berkemampuan! Jika tidak, kamu tidak akan sanggup menanggung risikonya.”
Seusai berbicara, Leo langsung menarik Lili yang di sebelahnya dan berkata.
Saat merasakan telapak tangannya dipegang Leo, muka Lili pun tersipu.
Setelah keduanya memasuki mobil Pagani Huayra, Leo menyalakan mobilnya. Lalu, dia menurunkan kaca jendela mobil, melirik ke Francis dan berkata.
“Seingatku, kantor Asuransi Jiwa Prabu berada di Gedung Juanda, ‘kan? Pulang dan beri tahu ayahmu, suruh dia datang meminta maaf dalam 3 hari ini. Namaku Leo Mayor!”
__ADS_1
Seusai bicara, Leo menginjak pedal gas dan melaju jauh!
Sedangkan, Francis masih berdiri di tempat dan menghirup polusi udaranya. Ekspresinya terlihat sangat kesal dan rumit. Terutama pesan terakhir dari Leo, itu membuatnya merasa sangat cemas. Kini dia sangat penasaran dengan identitasnya Leo, jadi dia mengeluarkan telepon untuk bertanya pada kakaknya.
“Halo, kak, anak konglomerat di Purakarta ada yang bernama Leo Mayor, tidak?”
Di ujung telepon langsung berbunyi suara yang riang.
“Leo Mayor? Memangnya ada? Tidak pernah dengar. Kenapa?”
Francis tampak curiga dan ragu. Lalu, dia mulai menceritakan kejadian tadi. Begitu dia selesai bicara, Santo Pradita, kakaknya yang di ujung telepon langsung emosi.
“Brengsek! Kamu bilang dia merebut wanita denganmu? Terus masih menyuruh ayah kita pergi meminta maaf padanya? Sialan! Bocah dari mana itu! Beraninya dia berkata seperti itu? Cari mati, ya!”
Francis menjawabnya dengan ragu: “Tapi, kak, dia membawa mobil Pagani Huayra!”
“Pagani Huayra?”
Kakaknya tertegun, namun tidak lama kemudian langsung mencibir dan berkata.
__ADS_1
“Huh, kamu percaya? Mobil mewah yang hanya ada 20 unit di seluruh dunia. Kalaupun benar ada orang yang mampu mengendarainya, bagaimana mungkin aku tidak tahu? Dik... dik... kamu masih terlalu muda. Aku rasa Leo itu hanya pintar akting saja. Kemungkinan itu dimodifikasi dari mobil lain! Tenang saja. Kakak akan membalas dendam untukmu!”
Begitu selesai bicara, teleponnya langsung terputus. Francis pun tidak sempat mengatakan apa pun.