Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Cinta Satu Malam


__ADS_3

“Bagaimana jika Tuan Muda Leo ingin bercinta satu malam denganku? Apa tidak terlalu cepat? Aku masih belum siap...”


Lili Louis yang berjalan di samping Leo terus berpikir. Dia tidak pernah pacaran, jadi tidak pernah menghadapi masalah seperti ini.


Namun, tanpa menunggunya selesai berpikir, Leo tiba-tiba memeluk pinggangnya dan mengencangkan tangannya secara perlahan, lalu berkata: “Lili, kamu terlihat sangat cantik sekarang!”


“Tuan Muda Leo, aku...”


Wajah Lili langsung tersipu.


Saat mendengar kata-kata Leo, dia tidak bisa menahan diri untuk mengangkat kepalanya dan bertatapan dengan Leo.


Begitu dia mengangkat kepalanya, Leo yang di sana langsung hilang kendali dan menundukkan kepalanya untuk menciumnya.


Dalam sekejap, Lili membeku di situ, pikirannya menjadi kosong! Lalu, dia menutup matanya. Tangannya juga memeluk leher Leo dengan erat. Saat ini, tidak ada satu pun pikiran yang terlintas di kepala Lili. Dia merasa tubuhnya sudah tidak terkendali oleh otaknya lagi.


Lagi pula, Lili juga tidak punya tenaga untuk memberontak, atau pun bisa dibilang, dia memang tidak berniat memberontak.


Setelah mendesah, Lili merasa badannya sangat lemas, rasanya sangat tak berdaya. Sedangkan Leo, sebagai karakter protagonis, meskipun dia merasa sedikit pusing, tapi ia tidak mabuk sampai kehilangan kesadaran.


Dia sengaja mencium Lili karena sebenarnya dia lumayan tertarik dengan Lili. Dia ini gadis yang baik, tidak seperti mantan pacarnya.


Karena Lili juga tidak memberontak, berarti Lili sendiri juga berharap untuk mengubah status teman menjadi pacar.


Setelah ini berlangsung selama 30 detik, Leo melepaskan Lili secara perlahan. Wajah Lili yang di sampingnya tampak sedikit memerah.

__ADS_1


Leo juga tersenyum, lalu berkata kepada Lili: “Sudah, ayo naik ke atas.”


“Ya.”


Lili berangguk.


Lalu, mereka naik ke atas dan tiba di rumah Leo.


Di lantai atas, begitu melihat rumah Leo, Lili langsung terkejut dan terdiam.


Melihat aula yang jauh lebih besar dari restoran tadi, Lili tidak tahu dia harus berkata apa. Dekorasi interior rumah ini benar-benar sangat mewah! Meskipun dia tidak pernah melihat rumah mewah yang sebenarnya, tapi dia pernah menontonnya di beberapa drama.


Hanya saja, jika rumah mewah yang di dalam drama dibandingkan dengan yang ini, rumah yang di dalam drama hanya sebanding dengan kawasan kumuh!


“Desain interior rumah ini mewah sekali!”


Tentu saja, jika mau dibilang, sesungguhnya juga tiada orang yang tidak akan jatuh cinta pada rumah mewah seperti ini!


“Tapi...”


Lili yang di situ tiba-tiba mengernyit.


“Rumahmu terlalu besar. Jika mau dibersihkan, pasti sangat melelahkan, ‘kan?”


“Tidak apa-apa.”

__ADS_1


Leo pun tersenyum dan berkata.


“Haha, nanti cari saja beberapa pengasuh dan pelayan.”


Leo berkata kepada Lili yang masih berdiri di depan pintu.


Pada saat yang sama, Leo berjalan ke dapur, membuka kulkas, dan mengeluarkan dua kaleng coca-cola. Satu untuk Lili dan satu lagi dibuka untuk dirinya. Setelah menyesap sedikit, Leo duduk di sofa dan terlihat sangat nyaman.


Beberapa saat kemudian, Leo berdiri dan meregangkan pinggangnya dengan ekspresi sangat santai.


Setelah melihat Leo berdiri, Lili yang di situ pun segera berjalan ke arah Leo dan bersiaga.


Leo yang di sini mengendus hidungnya. Mencium aroma minyak wangi di tubuh Lili yang samar-samar, Leo langsung memeluknya.


Meskipun tubuh Lili agak kaku, tapi dia juga tidak memberontak. Setelah serangkaian tindakan tadi, Lili sudah siap untuk menghadapi kejadian selanjutnya.


Melihat Lili yang di pelukannya, mencium aroma minyak wangi di tubuhnya, Leo tidak bisa menahan lagi. Dia segera menggendong Lili.


Tentu saja tubuh Lili itu cukup ideal. Saat digendong Leo, dirinya merasa seperti berada di atas awan. Lili lumayan terkejut oleh tindakan Leo. Tanpa disadari, dia langsung meletakkan tangannya di leher Leo.


Orang cakap memang selalu saling tertarik. Lili tidak menyangka bentuk tubuh Leo bisa sebagus ini. Selain ideal, ototnya juga sangat padat dan kuat, ini sungguh membuat orang merasa aman. Ditambah lagi, dengan wajah Leo yang tidak kalah dari artis, jujur saja, wanita mana pun pasti akan kesulitan untuk menolak Leo.


Lili meletakkan kepalanya di dada Leo dengan malu-malu tanpa mengatakan apapun. Namun, dia juga mengeratkan tangannya yang memegang leher Leo karena takut terjatuh dari gendongannya.


Leo langsung menggendong Lili ke dalam kamar tidur dan sekalian menutup pintunya.

__ADS_1


Malam ini berlalu dengan sibuk. Hingga pukul 4.30 subuh, mereka baru tidur.


__ADS_2