
Begitu Leo selesai berkata, semua orang di dalam pesta terkejut. Lalu, mereka pun menoleh ke arah Leo.
“Dia lagi...”
“Ya Tuhan, kenapa dia lagi?”
Dalam seketika, semua orang mulai merumpi dengan suara pelan!
Sedangkan Arief Mulya itu, ekspresinya juga tampak muram! Dia melihat Leo yang di situ dan berkata dengan nada sangat dingin.
“Woi, jadi kamu mau menantangku?”
Mendengar ini, Leo hanya tersenyum dan berkata.
“Menantangmu? Maaf, aku tidak pernah menganggapmu. Durian dengan mentimun, memangnya pantas disebut menantang?”
Lukisan minyak Van Gogh ini bisa dibilang adalah barang pusaka yang langka! Lagi pula, saat kuliah, Leo sendiri juga sangat menyukai seni, terutama hasil karya Van Gogh. Hanya saja, karena dulu sangat miskin, jadi dirinya hanya bisa mengapresiasi lukisan Van Gogh melalui foto. Namun, kini dia sudah kaya dan kebetulan lelang ini menjual lukisan minyak Van Gogh. Tentu saja dirinya harus mendapatkannya!
“Kamu cari mati, ya!”
Mata Arief memerah dan seperti akan terbakar. Lalu, dia mengangkat kartunya lagi.
“230 miliar.”
“Huh! Hanya menambah 10 miliar? Ckck, kalau tidak punya uang, maka pulang dan mintalah lebih banyak!”
Leo mencibir dan berkata dengan dingin, lalu mengangkat tangannya lagi.
“260 miliar.”
“Kamu!”
Arief menggertakkan giginya dan hampir menunjuk ke arah Leo dan memaki-maki. Lagi pula, dia kini hanya memiliki dana 600 miliar! Berdasarkan cara Leo menaikkan harga, hanya beberapa ronde saja, harganya akan lebih dari jumlah yang dia siapkan! Tapi, bagaimanapun, dia tetap harus ikut!
“2 ratus... 80 miliar!”
__ADS_1
“400 miliar!”
Begitu Leo selesai berbicara, semua orang bersorak!
Leo langsung menambahkan 120 miliar!
Ini harus sekaya apa!
Sedangkan Arief, tubuhnya terus gemetar.
“Kamu benar-benar tidak menganggap keluarga Mulya, ya? Oke! Cukup kejam kamu! Aku akan lihat, sehebat apa kamu! Aku tawarkan 600 miliar!”
Mata Arief saat ini sangat merah. Ini sudah batas tertingginya! 600 miliar, jika Leo masih terus menaikkan harganya, maka dia tidak memiliki cara lain lagi.
Namun, dia yakin, Leo tidak mungkin bisa menawarkan harga lebih tinggi lagi! Menurut dia, berdasarkan usia Leo, memiliki kekayaan ratusan miliar sudah batas tertingginya. Lagi pula, di seluruh Purakarta, juga hanya beberapa keluarga yang sanggup menawarkan 600 miliar sekaligus hanya untuk membeli lukisan minyak Van Gogh. Arief juga yakin, Leo bukan salah satu dari beberapa keluarga itu. Begitu yakin dengan pemikirannya, Arief pun sangat percaya diri bahwa lukisan ini pasti akan menjadi miliknya.
Namun, pada saat ini juga, Leo berkata dengan santai.
“700 miliar.”
Orang-orang di sekitar pun membuka lebar mulutnya.
Orang ini...
Siapa identitas dia yang sebenarnya!
Bisa-bisanya dia mengeluarkan 700 miliar hanya untuk membeli lukisan minyak Van Gogh!
Sedangkan Arief, mukanya memerah, napasnya menjadi lebih berat. Ia langsung berdiri dan berteriak sambil menunjuk ke arah Leo.
“Tidak mungkin! Kamu pasti tidak mungkin bisa menawarkan harga segitu! Aku memintanya untuk membuktikan jumlah asetnya! Aku sama sekali tidak percaya dia bisa mengeluarkan 700 miliar untuk membeli lukisan ini!”
Instingnya mengatakan dia pasti tidak akan sanggup mengeluarkan harga segitu. Dia hanya sengaja menaikkan harga lukisan agar dirinya tidak bisa mendapatkan lukisan Van Gogh.
Sedangkan Leo, dia hanya melirik Arief dengan santai dan tidak menyangkal apa pun.
__ADS_1
Melihat tindakan Leo, Arief semakin yakin dengan pemikirannya. Dia lanjut berkata dengan keras.
“Benar, ‘kan! Dia memang datang untuk membuat keributan. Dia sengaja membuatku terus menawarkan harga lebih tinggi. Orang seperti dia, kartu ATM-nya pasti tidak punya banyak uang! Aku meminta kalian untuk segera mengusir orang ini. Keberadaannya di sini benar-benar suatu penghinaan bagi pesta amal ini.”
Mendengar omongan Arief, ekspresi Matthew Parviz menjadi sangat muram.
Melihat Matthew berdiri, Arief pun semakin bersemangat dan berteriak dengan keras: “Kak Matthew, cepat panggil satpam untuk melemparnya keluar!”
“Cukup!!”
Akhirnya Matthew tidak tahan lagi dan langsung berteriak dengan keras.
Kali ini, Arief tertegun. Dia berdiri di situ dengan pandangan kosong dan bertanya kepada Matthew dengan bingung.
“K-kak Matthew, kamu kenapa?”
“Kenapa? Apa kamu tidak tahu dia ini siapa? Dialah Pak Leo Mayor yang dirumorkan!”
Matthew sangat marah. Setelah dia selesai berbicara, pikiran semua orang pun meledak.
“Apa! Ternyata dialah pak Leo?”
“Ya Tuhan, ternyata dia?”
“Iya, iya! Eh, aku tidak menyangka Pak Leo yang dirumorkan...”
“Bukan, siapa Pak Leo itu? Kenapa kalian semua terkejut begitu?”
Tiba-tiba, ada yang kebingungan.
Lalu, semua orang mulai melihat Leo dengan pandangan yang aneh dan ada juga yang berkata dengan pelan.
“Anak muda, apa orang tuamu tidak memberitahumu? Siapa Pak Leo ini? Pak Leo ini benar-benar orang penting. Dia adalah bos Jalan Komersial Juanda dan juga direktur game Prime Dragon. Selain itu, dia masih memegang 7,8% saham Grup Penguin yang merupakan pemegang saham tunggal terbesar ke-7 di Grup Penguin.”
“Wah! Pak Leo ini kaya sekali! Dan dia juga masih sangat muda!”
__ADS_1
Sedangkan Arief, kini wajahnya tampak sangat pucat. Dia menatap Leo dengan kaget dan ketakutan!