MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 10


__ADS_3

“Akh.. tolong. Lepasin gue gak mau.  Tolong .” teriak Nissa berontak berusaha lepas dari cekalan para preman itu.


“Tenang cantik. Malam ini kita akan bersenang-senang.” Ucap salah satu preman dengan tatapan nakal, tangannya mencolek dagu gadis itu.


“Enggak mau hiks.. tolong hiks.” Teriak Nissa diiringi dengan tangisan. Ia memalingkan wajahnya tak sudi disentuh oleh preman itu. Ia takut dalam hatinya ia berdoa berharap ada seseorang yang datang menolongnya.


Ketiga preman itu terus menarik Nissa membawanya ketempat yang sepi, gadis itu berusaha berontak namun apalah daya tenaganya tak sebanding.


“Lepasin cewek itu.” Ucap seorang pemuda membuat mereka menoleh. Nissa tampak kaget melihat kakak kelasnya itu ada disini. Tai dia juga senang karena ada yang menolongnya. Pemuda itu adalah Reno Sanjaya.


“ Hei anak muda. Pergi. Jangan ikut campur urusan kami.”ucap preman satu.


“Iya. Kami taka da urusan denganmu. Lebih baik kau pergi.” Ucap preman dua.


“Tapi kalau kau ingin bergabung silahkan. Kita akan bersenang-senang dengan gadis ini.” Ucap ketua preman disambut gelak tawa oleh anak buahnya.


Reno yang sudah muak dengan ocehan itu, langsung saja tanpa berkata-kata ia menerjang ketua preman itu dengan tendangan di perutnya, membuat preman itu terjatuh. Kedua preman yang mencekal tangan Nissa segera melepas cekalannya dan membantu bos mereka.


“Shh.. si*lan.” Umpat preman itu memegang perutnya yang terasa nyeri.


“Serang dia.”


Perkelahian pun tak dapat terhindarkan. Untung saja Reno ahli dalam bela diri jadi tak akan sulit untuk melawan tiga orang sekaligus. Sementara Nissa, gadis itu menjauh dari tempat perkelahian, ia masih menangis ketakutan.


Selang beberapa waktu akhirnya ketiga preman itu tumbang dikalahkan oleh Reno. Setelah preman itu pergi barulah ia menghampiri gadis yang masih menangis itu. Karena tak tega ia memeluk gadis itu berusaha menenangkannya.


“Makasih kak udah nolongin gue.” Ucap Nissa yang sudah melepas pelukannya.


“Hm sama-sama. Gue anterin pulang.” Ucap Reno. Keduanya pun berlalu dari tempat itu.


                                 ***


Setelah insiden first kiss tadi, kini Manda merajuk. Gadis itu hanya diam tak berbicara dengan Andra.


“Sayang udah ya, jangan marah lagi.” Ucap Andra masih berusaha membujuk gadisnya. Ia sudah tak tahan didiami oleh gadis itu. Manda hanya diam ia memalingkan wajahnya tak mau menatap lelaki itu, gadis itu malu sekaligus kesal.


“Aku minta maaf.” Ucap Andra menggenggam tangan gadisnya dan mengecupnya. Gadis itu akhirnya luluh, ia menatap wajah kekasihnya dengan raut kesal. Manda melepaskan tangannya dari genggaman pemuda itu, memukul-mukul kecil dada Andra untuk melampiaskan kekesalannya.

__ADS_1


“ihh kesel,kesel,kesel. Manda kesel sama kakak.”


"Kenapa kakak cium Manda. Manda kan malu.” Oceh Manda dengan tangan yang sudah berhenti memukul Andra.


“Itu bukan ciuman sayang tapi kecupan.” Koreksi Andra.


“Pokoknya kan sama aja.”


“Beda sayang.” Gadis itu memelototkan matanya. Andra menggigit pipi bagian dalamnya menahan untuk tidak tertawa. Ia senang menggoda gadis itu, wajahnya yang menahan kesal adalah hiburan tersendiri baginya.


“Iya iya. Kakak minta maaf.”


“Jangan marah-marah lagi.”


“Mau apa biar gak kesel lagi.”ucap Andra lembut.


“Es cream green tea sama yupi.” Ucap Manda dengan binar dimatanya.


“Oke tapi jangan banyak-banyak. Cukup satu aja.”


“Nurut bisa.” Ucap Andra tegas.


“Iya iya satu.” Rengut Manda.


Setelah membeli es cream dan yupi, Andra mengantarkan gadis itu pulang. Karena memang sudah malam.


“Sana masuk. Habis makan langsung sikat gigi,cuci muka. Langsung tidur. Ngerti.” Ucap Andra memberi wejangan.


“Iya. Kakak hati-hati pulangnya.” Pemuda itu hanya mengangguk.


Setelah memastikan gadisnya memasuki rumah barulah Andra melajukan motornya.


                              ***


“Dari mana aja nih anak gadis ayah kok baru pulang.” Ucap Rega yang duduk disofa menonton tv. Gadis itu tak menjawab, ia beringsut masuk kepelukan ayahnya dengan senyum manis mengembang di  bibir tipisnya.


“Seneng ya habis jalan sama pacar.” Goda rega.

__ADS_1


“ihh ayah.”  Ucap Manda malu-malu,sedangkan Rega hanya tertawa kecil.


“  Dengerin ayah ya, Manda boleh pacaran tapi harus ingat batasan ya dan jangan sampai ganggu sekolah kamu.” Nasihat Rega.


“Iya ayah.”


“Bunda mana yah kok gak kelihatan.” Tanya Manda karena taak melihat bundanya sejak tadi.


“Bunda udah tidur. Sana kamu juga tidur besok sekolah.”


“Iya ayah. Manda kekamar dulu ya. Selamat malam ayah.” Ucap Manda mengecup pipi ayahnya sebelum berlalu.


                               ***


Andra sudah sampai dirumahnya beberapa menit yang lalu dan saat ini ia tengah berbaring dikasur king sizenya. Ia teringat saat tadi dirinya mencuri kecupan dibibir tipis gadisnya. Ia juga masih ingat jelas wajah  cantik gadisnya saat malu dan kesal tadi. Andra tak menyesal karena telah mengklaim sepihak gadis itu. Meskipun gadis itu masih belum mencintainya, ia akan buat gadis itu jatuh cinta padanya.


Ting


Bunyi notifikasi pesan masuk menyadarkan Andra dari lamunanya. Sudut bibirnya tertarik saat melihat siapa yang mengirim pesan padanya.


...📱My Girl❤️...


Kakak udah sampai rumah?


^^^                                                                                                 Hm. Kenapa belum tidur?^^^


Iya ini mau tidur


...                                                                                        Yaudah tidur jangan main hp lagi...


Iya Manda tidur dulu ya


Good Night kak🥰


^^^                                                                                             Hm. Good Night.^^^


Andra meletakkan ponselnya dinakas, mematikan lampu kamarnya dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2