MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 25


__ADS_3

Happy Reading 😊


Di taman belakang sekolah.


Di sinilah Manda berada, setelah kejadian tadi Manda tidak masuk ke kelas. Dia berpesan pada Nissa untu mengizinkannya ke guru bahwa ia di UKS kepalanya pusing.


Manda masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya tadi. Apakah benar Andra selingkuh? Kenapa pemuda itu tega mengkhianatinya saat dirinya sudah mulai mencintai? Manda kembali menangis seraya menepuk-nepuk dadanya mengurangi rasa sesak di hatinya. Mengapa cinta pertamanya begitu menyakitkan?.


Di sisi lain.


Andra tengah kelimpungan mencari keberadaan gadisnya. Ia sudah mencari di semua tempat favorit Manda tapi tidak ada tanda keberadaan gadis itu. Tinggal satu tempat lagi yang belum ia datangi taman belakang sekolah. Andra segera berlari menuju ke sana, ia berharap gadisnya berada disana.


Sesampainya di sana, benar saja Manda berada di sana sedang duduk dengan mata sembab nya. Dengan langkah pelan Andra mendekat.


" Sayang." panggil Andra lembut.


" Pergi." usir Manda tanpa menoleh.


" Dengerin penjelasan aku dulu." ucap Andra yang sudah berada di samping Manda.


" Ngga perlu, mending kamu pergi aja." ucap Manda masih menatap lurus ke depan.


Andra meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat. " Please dengerin dulu ya." bujuk Andra menatap gadisnya lembut.


" Dia adik temenku, namanya Laura. Aku terpaksa berangkat bareng dia karena kasihan ngga ada yang nganterin Papa sama kakak nya lagi keluar kota. Aku minta maaf ya tadi ngga jemput kamu. Kamu jangan mikir macem-macem aku sama dia ngga ada apa-apa. Aku udah anggap dia kayak adik aku sendiri." ucap Andra berusaha menjelaskan pada gadisnya.


Manda melirik sinis ke arah pemuda itu. Apa katanya tadi ngga ada yang nganterin? Huh, emang dia ngga punya sopir apa? Masa orang kaya ngga ada supir!.


" Emang dia ngga punya supir, sampai minta anter pacar orang." ucap Manda jengkel.


Andra menahan senyumnya, ia senang melihat gadisnya yang sedang cemburu.


" Sopir nya lagi pulang kampung. " jawab Andra.


" Huh alasan aja." sarkas Manda.


Cup.


" Ihh ngapain sih aku lagi marah ngga usah cium-cium." cerosos Manda sambil mengusap bibirnya.


" Biar ngga ngomel-ngomel lagi." ucap Andra santai.


" Dih."


" Udah ya jangan marah. Aku minta maaf, sayang." ujar Andra lembut mengelus pipi chubby gadis itu.


Manda mengangguk, ia tidak bisa marah terlalu lama pada Andra. " Hm. tapi jangan terlalu dekat lagi sama cewek itu." ucap Manda yang di angguki Andra.


Andra membaringkan tubuhnya dengan paha Manda sebagai bantalannya.


" Ngapain? Ayo bangun jangan macem-macem ya ini di sekolah!! Nanti ketahuan guru." ucap Manda panik takut ada yang melihat.

__ADS_1


" Bentar, biarin kayak gini dulu." gumam Andra sambil memejamkan matanya.


" Ayo bangun! Aku mau ke kelas." ujar Manda masih berusaha menyingkirkan kepala Andra dari pahanya.


" Diem sayang." tekan Andra memegang tangan gadis itu. Dan sekarang Manda hanya bisa pasrah.


Lima menit berlalu tidak ada percakapan di antara keduanya. Andra perlahan membuka matanya lalu bangkit.


" Ayo." ajak Andra mengulurkan tangannya.


" Mau kemana?." tanya Manda bingung tapi tetap menerima uluran tangan Andra.


" Kantin." jawab Andra.


" Kan bel- ." ucapan Manda terpotong bel istirahat berbunyi. Akhirnya keduanya berjalan beriringan dengan Andra yang merangkul pinggang Manda mesra menuju kantin.


Sesampainya di sana kantin sudah penuh dengan siswa dan siswi yang ingin mengisi perut mereka. Di meja yang biasa di tempati nya sudah ada Derry dan Bara, jangan lupakan gadis yang menjadi penyebab pertengkaran Andra dan Manda tadi. Manda mendengus kesal saat melihat keberadaan Laura. Andra segera menenangkan gadisnya.


" Mereka udah baikan."


" Iya ya. Bukannya tadi pagi berantem."


" Sekarang udah romantis lagi."


Bisik-bisik terdengar mengiringi langkah sepasang kekasih itu, tapi tidak di hiraukannya.


Laura yang melihat keromantisan Andra dan Manda mengepalkan tangannya di bawah meja. " Gue ngga akan biarin Lo bahagia. Dari awal Andra milik gue." batin Laura penuh tekad.


Perubahan wajah Laura rupanya tak luput dari penglihatan Derry dan Bara.


" Wah bau-baunya ada bibit pelakor nih. Harus waspada." batin Derry. Memang sedari awal Laura kembali ke sini, ia merasa ada yang aneh.


" Dari mana aja nih duo bucin?." celetuk Bara.


" Jomblo ngga boleh kepo ya." ucap Manda tengil Andra hanya tersenyum kecil melihat respon gadisnya.


" Bocah tengil amat dah." ucap Bara.


" Udah, kamu duduk. Mau makan apa?." tanya Andra sekaligus melerai keduanya.


" Mau makan bakso boleh." ucap Manda meminta persetujuan dari Andra. Gadis itu terpekik girang saat Andra mengangguk.


Manda pun duduk di sebelah Laura, mau bagaimana lagi karena tinggal dua kursi yang tersisa dan itu tepat di barisan Laura duduk. Mending dia yang duduk di samping gadis itu dari pada nanti Andra yang duduk di sana. Ia tidak rela Andra dekat dengan perempuan lain.


" Hai, kenalin nama gue Laura." sapa Laura ramah, ralat pura-pura ramah.


Manda berdecih dalam hati tapi tak urung membalas sapaan itu." Hai juga, nama aku Manda. Pacar kak Andra." balas Manda dengan menekan pada bagian Akhirnya. Menegaskan bahwa Andra miliknya.


" Oh pacar kak Andra ya. Semoga langgeng terus ya." ucap Laura dengan senyum palsunya.


" Maaf ya tadi pagi gue berangkat bareng kak Andra. Gue ngga tau kalau kak Andra udah punya cewek." ucap Laura.

__ADS_1


" Iya santai aja. Lagian kak Andra udah jelasin sama aku kalau tadi dia terpaksa berangkat sama kamu." ucap Manda santai.


Laura mengepalkan tangannya mendengar ucapan Manda. " Si*l*n". umpat gadis itu dalam hati.


Derry dan Bara hanya diam memperhatikan obrolan kedua gadis itu sambil memakan makanan mereka.


" Oh iya kak Der, Kak Reno dan Nissa mana?." tanya Manda saat menyadari ketiadaan keduanya.


" Reno tadi di panggil ke ruang guru. Kalau Nissa kagak tau gue kan Lo yang sekelas sama dia." ucap Derry sambil mengunyah.


" Nissa kemana ya chat aku ngga di bales." ucap Manda risau.


" Tadi udah gue ajak tapi dia ngga mau." ucap Laura tiba-tiba.


" Kenapa?." tanya Andra seraya menaruh nampan berisi makanan di meja.


" Nissa ngga bales chat aku, dia juga ngga ke kantin. Aku khawatir sama dia." ucap Manda.


" Mungkin Nissa lagi sama Reno berduaan dan ngga mau di ganggu." ucap Andra menenangkan gadisnya yang tengah risau.


" Kamu makan dulu." lanjut Andra.


Mereka pun makan dengan tenang.


\*\*\*\*


Sementara di kelas 10 Mipa 2


Terlihat seorang pemuda sedang membujuk gadisnya yang sedang cemburu, ialah Rena dan Nissa. Tadi setelah dari ruang guru ia berniat ke kelas Nissa untuk pergi ke kantin bersama. Tapi di tengah jalan ada seorang siswi yang tak sengaja menabrak nya membuat siswi itu oleng dan akan terjatuh membuat Reno reflek menolongnya dengan meraih pinggang siswi itu. Dan pada saat itu bertepatan dengan Nissa yang baru keluar dari kelasnya.


" Udah ya jangan marah."


" Itu ngga seperti apa yang kamu lihat." ucap Reno.


" Ngga seperti yang aku liat gimana. Tadi kamu jelas-jelas meluk cewek itu." ucap Nissa.


" Ngga sayang. Tadi dia mau jatuh makanya aku reflek megangin. Ngga ada maksud lain." jelas Reno dengan sabar.


" Beneran?." tanya Nissa memastikan.


" Iya sayang."


" Jangan deket-deket sama cewek lain." ucap Nissa.


" Iya sayang. Nggak." ucap Reno lalu menarik Nissa ke pelukannya.


" I love you." ucap Reno.


" I Love you too." balas Nissa.


Jangan lupa dukung terus karya author ya 😊

__ADS_1


Terima Kasih 🙏


See you next 👋


__ADS_2