MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 40


__ADS_3

Happy Reading 😊


Kelas 12 Mipa 1


Hari ini guru matematika kelas 12, Bu Neneng sedang mengadakan ulangan dadakan di kelas Andra membuat semua murid protes karena tak sempat belajar.


" Bu jangan sekarang lah ulangannya, saya belum belajar." protes Derry.


" Iya Bu. Di undur pertemuan selanjutnya aja." ucap Bara mencoba negosiasi.


" Gak ada acara protes. Duduk diam dan kerjakan soalnya!!." titah Bu Neneng tak terbantahkan.


Semua murid diam dan fokus mengerjakan soal ulangan di hadapan nya.


30 menit berlalu.


" Yang sudah selesai silahkan di kumpulan. Waktu kurang 6 menit lagi." ucap Bu Neneng mampu membuat para murid kelabakan.


" Psstt Ren!! bagi jawaban nomer 5. Gue tinggal dua nomer lagi." bisik Bara dengan panik. Namun tidak di hiraukan oleh Reno, pemuda itu malah bangkit untuk mengumpulkan jawabannya menyusul Andra yang sudah mengumpulkan terlebih dahulu.


" Dasar K4mpr3t emang!! punya sahabat gini amat." Bara misuh-misuh mengumpati Reno. Pemuda itu lanjut mengerjakan sebisanya.


" Baiklah waktu habis silahkan di kumpulkan." ucap Bu Neneng.


Satu persatu siswa mulai mengumpulkan jawabannya.


Andra dan Reno sudah lebih dulu keluar kelas, kedua pemuda tampan itu sedang berada di rooftop.


" Lo mau lanjut di mana?." tanya Reno.


" Di sini. Gue gak bisa ninggalin cewek gue sendirian." jawab Andra mulai menyalakan rokok yang terselip di bibirnya.


" Lo?." lanjut Andra menoleh ke arah Reno.


" Gue masih bingung antara lanjut di luar atau di sini. Gue juga berat ninggalin Nissa." jelas Reno, pemuda itu terlihat menghela nafas berat.


" Coba Lo bicarain baik-baik sama cewek Lo. Lo jelasin ke dia." ucap Andra lalu menyedot rokok nya dan mengebulkan asapnya ke udara.


" Gue udah ngomong ke dia. Dan dia bilang gapapa, dia gak keberatan juga. Tapi gue tau dari matanya ada rasa kayak gak rela gue pergi." ucap Reno.


Dia memang sudah memberi tahu Nissa perihal dia yang akan lanjut kuliah di luar negeri. Bibir gadis itu memang bicara gapapa tapi mata gadis itu tidak bisa berbohong.


" Lo perlu bicara empat mata lagi sama dia." ucap Andra memberi saran. Reno mengangguk, Andra benar ia harus berbicara berdua dengan gadisnya.

__ADS_1


Brak.


Pintu rooftop terbuka dengan keras di ikuti Bara dan Derry memasuki rooftop.


" Gue cari-cari ternyata ada di sini." ucap Derry berjalan menuju sofa yang tersedia di sana lalu menghempaskan tubuhnya.


" Lo berdua gak setia kawan." ucap Bara duduk di samping Derry.


" Bener. Temen lagi kesusahan bukannya di bantu malah di tinggal." sahut Derry berapi-api.


" Siapa suruh Lo gak belajar." ucap Reno acuh. Sedangkan Andra sibuk dengan rokok dan ponselnya.


Bara melotot tak terima." Eh Malih. Kalau gue tau mau ulangan yang gue berajar lah. Ini gak ada pemberitahuan tuh guru main ulangan aja." cerosos nya. Reno tak membalas Omelan Bara, pemuda itu hanya menghidikkan bahunya acuh.


Beberapa menit keheningan melanda, semua sibuk dengan dunianya masing-masing. Hingga.....


" Huh...huh.. Akhirnya ketemu." ucap Manda memasuki rooftop dengan nafas memburu, kemudian di susul oleh Nissa di belakangnya. Membuat ke empat pemuda itu menoleh.


Andra segera mematikan rokoknya dan menghampiri gadisnya membawanya duduk. Dan Reno, pemuda itu sudah membawa Nissa pergi entah kemana. Mungkin Reno ingin berbicara serius dengan Nissa.


Bara dan Derry yang tidak ingin menjadi obat nyamuk pasangan itu segera pergi dari sana, menuju kantin. Mending ke kantin makan, perut kenyang. Dari pada jadi obat nyamuk orang pacaran bikin iri aja. Begitulah pikir keduanya.


" Kenapa lari-lari hmmm?." tanya Andra lembut.


" Tadi aku cari kamu kemana-mana tapi gak ketemu." ucap Manda.


" Kangen." ucap Manda dengan manja, masuk ke dalam pelukan hangat sang kekasih dan mendusel-duselkan wajahnya di dada bidang pemuda itu.


Andra bahagia melihat tingkah manja gadisnya. Apalagi saat gadis itu bilang Kangen, serasa ada kupu-kupu yang berterbangan di dalam perut Andra.


" Kamu ngerokok?." tanya Manda mendongak menatap manik tajam milik Andra yang selalu menatap nya dengan lembut.


" Hm. Masih bau ya?." ucap Andra yang di angguki oleh Manda.


" Bisa gak Kalau aku minta kamu berhenti ngerokok." ucap Manda hati-hati.


" Hm. Aku coba, tapi gak janji bakal sepenuhnya langsung berhenti, karena susah." ucap Andra sambil menatap mata bulat gadisnya.


" Makasih ya. Dan Maaf juga aku gak maksud ngatur-ngatur kamu. Aku nyuruh kamu berhenti ngerokok karena rokok gak baik buat kesehatan kamu. Aku gak mau kamu sakit." jelas Manda. Andra mengangguk, ia paham maksud gadis itu.


...****************...


Di sisi lain.

__ADS_1


Reno dan Nissa saat ini berada di kelas pemuda itu. Reno ingin berbicara serius dengan gadisnya dan untungnya keadaan kelas mendukung. Karena memang sudah waktunya istirahat, kelas sepi.


" Mau bicara apa?." tanya Nissa membuka suara.


" Kamu beneran gapapa aku lanjut kuliah di luar." tanya Reno.


" Huftt... jujur awalnya aku gak siap kalau harus LDR, aku takut kamu berpaling dari aku, tapi kembali lagi aku gak boleh egois. Bukankah kunci dari sebuah hubungan adalah saling percaya dan komunikasi. Jadi sekarang kamu boleh kuliah di luar negeri, aku percaya sama kamu." jelas Nissa menatap wajah tampan kekasih nya.


Reno segera menarik Nissa ke dalam dekapan nya.


" Terima Kasih sayang. Aku janji aku bakal jaga kepercayaan kamu." ucap Reno sesekali mencium puncak kepala gadisnya.


Nissa membalas pelukan Reno tak kalah erat. Setelah beberapa menit keduanya melepas pelukannya.


...... ********......


Bel pulang sekolah sudah berdering dengan nyaring nya. Seluruh murid berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing-masing.


Andra, pemuda bertindik itu sudah berada di depan kelas gadisnya. Manda keluar menghampiri pemuda itu, wajahnya terlihat ragu-ragu.


" Emm.. Kamu pulang dulu aja." ucap Manda takut-takut tidak di izinkan oleh Andra.


" Mau kemana?." tanya Andra menatap curiga pada gelagat aneh gadisnya.


" Aku ada kerja kelompok." jawab Manda.


" Kerja kelompok di mana? sama siapa aja?." tanya Andra beruntun.


" Kerja kelompok di rumah Nissa, sama Nissa, Veli, Rizky, Ilham." jawab Manda.


" Nggak boleh ." tolak Andra tegas.


Tuh kan benar tebakan Manda.


" Masa gitu sih." kesal Manda.


" Nanti kalau aku gak ikut kerja kelompok aku gak dapet nilai." sambungnya.


" Sekali ngga tetep ngga. Biar nanti aku yang ngomong ke gurunya." ucap Andra.


" Nggak mau ihh. Aku mau kerja kelompok. Please bolehin ya, sayang." ucap Manda mulai merayu.


" ****." umpat Andra dalam hati. Apa tadi gadisnya memanggil nya sayang. Ah rasanya pipi Andra panas. Tidak-tidak ini tidak boleh terjadi apa kata orang kalau melihat Andra salting.

__ADS_1


Andra berdehem." Ekhem. Boleh kerja kelompok asal di antar aku dan aku ikut." ucap Andra. Manda mengganguk saja dari pada tidak di bolehin kerja kelompok.


See you next 👋


__ADS_2