MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 43


__ADS_3

Happy Reading 😊


Eugh


Perlahan mata bulat gadis mungil itu terbuka dan melihat sekelilingnya.


" Kenapa aku bisa di UKS?." Batin gadis itu. Bertanya -tanya.


" Udah bangun?." Tanya Andra membuat Manda terkejut.


" Ih ngagetin aja!!."ucap Manda melotot ke arah Andra. Bukannya terlihat seram malah terkesan lucu membuat Andra tertawa kecil.


" Sekarang jam berapa?." Tanya Manda.


Posisi mereka masih sama yaitu berbaring dengan tangan kekar Andra yang setia melingkari pinggang ramping Manda.


" Jam 12." Jawab Andra.


" Mau kemana?." Tanya Andra menahan Manda yang hendak bangun.


" Lepasin aku mau ke kelas." Ucap Manda saat pemuda itu kembali memeluknya membuat dirinya berbaring lagi.


" Nggak boleh!! Aku masih kangen sama kamu. Masih pengen berduaan sama kamu!!." Ucap Andra memeluk erat Manda bahkan kaki kanannya menindih kaki gadis itu.


" Nanti pulang sekolah kita bisa berduaan lagi. Sekarang aku mau ke kelas dulu." ucap Manda masih berusaha melepas pelukan kekasihnya itu. Namun sayang tidak berhasil, pelukan Andra sangat erat.


Andra, pemuda itu tetap bergeming tak berniat melepas pelukannya. Manda menoleh melihat wajah tampan sang kekasih dan terlihat mata pemuda itu terpejam. Manda terdiam memikirkan cara untuk membujuk Andra.


" Sayang." panggil Manda dengan suara lembutnya.


Andra langsung membuka matanya. Sebuah senyuman muncul di bibirnya, membuatnya semakin terlihat tampan. Mendengar gadisnya memanggil sayang membuat dadanya berdegup kencang. Bukannya berlebihan, tetapi memang gadis itu jarang memanggilnya begitu.


" Ulangi." titah Andra yang ingin mendengar panggilan itu sekali lagi.


" Sayang." ucap Manda menurut.


" Apa sayang?." sahut Andra dengan lembutnya.


Kali ini giliran Manda yang salah tingkah, terlihat pipi gadis itu mulai merona. Meski ini bukan kali pertama kekasihnya memanggilnya sayang, tetap saja Manda selalu di buat tersipu.


" Aku mau ke kelas. Jadi lepasin ya." ucap Manda.


Andra mulai melonggarkan pelukannya. " Beneran mau ke kelas?." tanya Andra yang di jawab dengan anggukan semangat dari gadis itu.


Andra pun bangkit lalu membantu gadisnya. Setelah itu menggandeng tangan mungil gadisnya berjalan keluar uks menuju kelas Manda. Di sepanjang perjalanan banyak yang menatap iri pada keduanya.


...****************...

__ADS_1


Kelas 10 Mipa 2


Sesampainya di kelas Manda, keadaan kelas sepi. Karena memang sekarang waktunya istirahat kedua. Sebelum ke kelas tadi Andra sempat menawari Manda ke kantin dulu untuk makan, tapi gadis itu menolak dengan alasan tidak lapar.


Padahal sedari tadi gadis itu belum makan karena tertidur. Kita lihat saja nanti jika ia mengeluh sakit perut, Andra akan menghukumnya.


Andra mengantarkan Manda sampai di kursinya.


" Kelas masih sepi. Kamu juga belum makan. Ayo ke kantin dulu!!." ucap Andra seraya mengelus Surai gadisnya.


" Gak mau." ucap Manda lirih. Tangan gadis itu terlihat terus meremas perutnya yang nyeri.


Dan pergerakan itu di tangkap oleh penglihatan Andra." Kenapa perutnya?." tanya Andra.


" Sakit." jawab Manda sembari meringis kala nyerinya makin terasa.


" Di bilangin gak mau nurut." ketus Andra.


" Hiks jangan marah-marah hiks, perut aku sakit hiks." Isak Manda. Entah kenapa mendengar Andra berbicara ketus padanya membuat hatinya sakit di tambah perutnya yang bertambah sakit. Ia ingin menangis saja.


"Huftt." Andra mengehela nafas kasar. Tangannya terulur untuk mengelus perut gadis itu.


" Sakit banget hm?." tanya Andra. Manda mengangguk dengan masih terisak kecil.


Tangan Andra tak berhenti mengelus perut gadisnya berharap rasa sakitnya bisa berkurang.


" Pulang aja ya." ucap Andra yang tak tega melihat Manda kesakitan.


" Keras kepala." batin Andra geram.


" Ulangan nanti bisa nyusul. Sekarang ayo pulang!! wajah kamu udah pucet banget. Nurut gak usah ngebantah!!." ucap Andra dengan tegas dan tak terbantahkan.


Akhirnya Manda pun menurut, saat gadis itu berdiri Andra melihat ada noda merah di roknya.


" Diem di sini, jangan kemana-mana!!." ucap Andra sebelum berlalu keluar menuju kelasnya. Manda tak banyak bertanya gadis itu kembali mendudukkan tubuhnya.


" Ssstt sakit banget sih. Perasaan aku gak makan aneh-aneh. Apa jangan-jangan aku dapet?." gumam Manda mulai gelisah. Lalu mengecek ponselnya.


" Akhh bener kan aku dapet. Aduh gimana ini. Mana gak bawa ganti." ucap Manda gusar.


Tak lama kemudian Andra datang membawa jaket di tangannya. Pemuda itu berjalan cepat menuju gadisnya yang terlihat gusar.


" Bangun." titah Andra.


" Gak mau. Aku lagi dapet tamu. malu." ucap Manda dengan pelan.


" Bangun dulu." titah Andra lagi. Manda pun bangun, Andra segara mengikat jaketnya di pinggang gadis itu untuk menutupi noda merah tersebut.

__ADS_1


" Jangan nanti jaket kamu kotor." cegah Manda.


" Gapapa jaket aku banyak." ucap Andra santai.


Manda pun hanya pasrah karena tak ada cara lain.


" Eh eh aku bisa jalan sendiri." pekik Manda terkejut saat tubuhnya tiba-tiba melayang.


" Aku gendong." ucap Andra.


" Ish gak mau. Aku mau jalan sendiri. Titik." ucap Manda.


Mau tak mau Andra pun menurunkan Manda dari gendongan nya beralih merangkul bahu gadis itu.


Saat keduanya keluar kelas berpapasan dengan Reno dan Nissa yang baru kembali dari kantin.


Melihat wajah pucet sahabatnya membuat Nissa segera menghampiri Manda." Lo kenapa pucet banget?." tanya Nissa khawatir.


" Kedatengan tamu." jawab Manda.


" Nanti ijinin aku ke guru ya. Aku mau pulang." lanjut Manda.


Nissa mengangguk." Iya. Lo sampai rumah harus langsung istirahat. Jangan lupa kompres perutnya pakai air hangat." ucap Nissa dan di angguki oleh Manda.


Andra dan Manda pun berjalan keluar kelas menuju parkiran.


Di parkiran.


Andra membukakan pintu mobil, setelah gadisnya masuk barulah Andra berjalan memutar masuk di kursi pengemudi. Tadi saat mengetahui kesakitan dan tidak mungkin bisa naik motor Andra langsung menghubungi sopir keluarga nya untuk mengantar mobil ke sekolah. Lalu bagaimana dengan motor Andra? Ya sudah pasti di bawah oleh sopir nya.


Melihat wajah gadisnya yang pucat membuat hati Andra sakit. Di usapnya pipi gadisnya yang tengah memejamkan matanya seraya bersandar.


" Sakit banget ya?." tanya Andra. Manda tak menjawab gadis itu hanya mengangguk.


" Biasanya kamu kasih apa supaya perutnya gak sakit?." tanya Andra lagi.


" Cuma di kompres aja habis itu istirahat." jawab Manda lirih.


Pemuda itu meraih tangan Manda di genggamnya lembut." Jangan sakit lagi ya sayang. Aku gak suka liat kamu kesakitan kayak gini." ucap Andra lalu mencium tangan gadisnya.


Setelah memastikan gadisnya nyaman barulah Andra menjalankan mobilnya.


Apa kabar semua?


Maaf ya author lama update nya di karenakan kesibukan.


Author juga mau mengucapkan terima kasih untuk yang sudah dukung dan baca karya author.🙏🥰

__ADS_1


Sekarang sampai sini dulu ya.🙏


See you next 👋


__ADS_2