
Happy Reading 😊
Andra dkk menoleh sekilas ke arah gadis itu lalu fokus ke ponsel mereka. Sementara Manda, Nissa ,dan Kiara memandang gadis itu dari atas ke bawah. Karena tak kunjung mendapat respon gadis bergaun ketat itu mendudukkan dirinya di kursi sebelah kiri Andra yang memang kosong. Dan Andra tak menyadarinya karena sibuk dengan ponsel.
" Eh, eh siapa yang ngizinin Lo duduk disini?." tanya Bara.
" Gak ada emang kenapa?? Ini kan tempat umum jadi terserah gue dong mau duduk di mana. Lagian kursinya udah penuh semua tinggal ini yang kosong ya gue duduk di sini." jawab gadis itu sedikit ngegas.
Setelah itu gadis bergaun ketat itu memfokuskan perhatian nya pada Andra yang masih fokus ke ponselnya.
Manda mendelik kesal melihat itu segera ia rangkul lengan kekasihnya.
" Kenapa hm?." tanya Andra lembut sepertinya pemuda itu masih belum sadar.
" Tuker duduknya." ucap Manda dengan wajah cemberut.
" Kenapa? Ada yang buat kamu gak nyaman,hm? apa mau pulang aja?." tanya Andra beruntun.
" Di samping kamu ada uler jadi ayo tuker duduknya." ucap Manda.
Pfffttt
yang lain berusaha menahan tawanya mendengar ucapan Manda. Sementara Andra mengernyit bingung lalu menoleh ke samping seketika ekspresinya menjadi datar.
" Pergi!!." usir Andra. Ia kira gadis itu sudah pergi karena di abaikan, tapi kenyataannya dengan lancang gadis itu malah duduk di sampingnya dan membuat kekasihnya tidak nyaman.
" Emang kenapa sih? Kursi yang lain udah penuh makanya aku duduk di sini." ucap gadis itu dengan suara yang sengaja di lembutkan tatapan matanya juga tak lepas dari wajah tampan Andra.
Derry dan Bara berlagak mau muntah mendengar itu. " Idih sok-sokan suaranya di lembutin, kalem buat narik Andra. Gak akan mempan Ferguso. Lagian mana mau Andra sama modelan uler keket begitu." batin mereka.
" Kak tolong matanya di jaga ya. Jangan lihatin pacar aku kayak gitu." sarkas Manda masih memeluk lengan Andra posesif.
" Mata gue, kenapa Lo ngatur? Jadi suka-suka gue dong mau liat apa." sewot gadis itu.
" Ta, mending sekarang Lo pergi jangan buat masalah." ucap Reno yang sedari tadi diam.
Gadis itu adalah Calista Angela, gadis yang memiliki rambut panjang bergelombang dan tubuh yang body goalnya. Seangkatan dengan Andra dkk hanya beda jurusan.
Calista memandang tak suka ke arah Reno.
" Kenapa sih? Gue cuma mau duduk di sini, kok kalian kayak gak suka?." ucapannya.
" Kita gak mau ketenangan kita rusak gara-gara keberadaan Lo di sini. Jadi sekarang Lo pergi hushh...hushhh." usir Bara. Merasa di permalukan Calista pun pergi dari sana.
" Huh.. akhirnya pergi juga." ucap Manda lega.
Akhirnya mereka pun kembali menikmati acara tanpa gangguan lagi.
__ADS_1
...****************...
Karena tadi malam acara selesai pada dini hari kini Manda masih nyaman terlelap di tempat tidurnya.
Tak terganggu oleh suara kicauan burung dan cahaya matahari yang menerobos lewat celah gorden.
Tepat pukul 09.00 Manda mulai membuka matanya. Menegakkan tubuhnya dan sedikit meregangkan ya. Matanya melihat jam weker yang berada di nakas.
" Jam 9." gumamnya.
Dirasa kesadarannya sudah kumpul semua Manda beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. 20 menit kemudian Manda selesai dengan ritual mandinya, ia pun turun ke bawah untuk sarapan.
" Pagi bi." sapa Manda pada Bi Ratih yang sedang mencuci piring.
" Pagi juga non. Baru bangun?." tanya Bi Ratih.
" Hehehe iya bi." jawab Manda nyengir.
" Bunda kemana bi, kok rumah sepi?." tanya Manda.
" Ibu ikut bapak ke kantor non." jawab Bi Ratih. Manda mengangguk saja.
" Non mau sarapan apa? Biar bibi buatkan." ucap Bi Ratih.
" Nasi goreng seafood aja bi." jawab Manda.
Ting
Sebuah panggilan masuk dari sang kekasih segera Manda mengangkat nya.
" Hallo." ucap Manda.
" Udah bangun?."
." Udah. Aku baru bangun. Ini mau makan." jawab Manda.
Bersamaan dengan itu Bi Ratih datang dengan membawa sepiring nasi goreng seafood dan segelas susu putih hangat.
" Ini non. Nasi goreng sama susu hangat nya." ucap Bi Ratih.
" Makasih ya bi." ucap Manda. Bi Ratih mengangguk lalu beranjak pergi ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
Telepon masih terhubung hanya beralih dari panggilan suara menjadi panggilan video. Terpampang jelas di layar ponsel Manda wajah tampan khas bangun tidur Andra dengan rambut yang masih acak-acakan. Pemuda itu tidak menggunakan baju.
" Ganteng banget pacar aku." Batin Manda.
" Kamu baru bangun juga?." tanya Manda.
__ADS_1
" Hm." dehem Andra mengangguk.
Manda pun memakan sarapannya di temani oleh Andra.
...****************...
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh anak kelas 12, hari kelulusan. Lapangan basket SMA Pertiwi kini sudah penuh dengan siswa-siswi kelas 12 bersama dengan para orang tua. Manda datang bersama dengan Yoga dan Desi.
" Selamat ya bang atas kelulusan nya. Semoga ilmu nya bermanfaat." ucap Desi memeluk anak lelakinya itu.
" Aamiin, makasih ma." ucap Andra.
" Selamat son. Kamu jadi lulusan terbaik, papa bangga sama kamu." ucap Yoga memeluk Andra ala lelaki.
" Makasih pa." ucap Andra.
Atensi Andra terfokus pada sang kekasih. Terlihat gadisnya memakai dress selutut berlengan panjang warna coklat, rambut terurai dengan jepit di kedua sisinya. Cantik dan menggemaskan batin Andra.
Manda mendekat ke arah Andra lalu memeluk pria itu yang di balas dengan pelukan yang tak kalah erat. Setelah puas Manda mulai melepaskan pelukannya.
" Selamat atas kelulusan nya sayang. Semoga ilmunya berkah dan bermanfaat, serta kesuksesan selalu menyertai kamu." ucap Manda dengan tulus.
Andra tersenyum dan mengangguk lalu mencondongkan tubuhnya dan berbisik di telinga Manda. " Sebagai hadiah untuk kelulusan aku minta satu permintaan sama kamu. Tetap berada di samping ku selamanya dan jangan pernah berpaling. Kita akan menikah dan menua bersama." bisik Andra.
Rona merah mulai menjalar dari pipi chubby Manda hingga ke telinga. Jantung nya berdetak kencang mendengar itu dan perutnya terasa geli.
...**********...
Selang beberapa hari setelah kelulusan, Reno pun akan berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.
Para sahabat ikut mengantar ke bandara begitupun Nissa. Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan Andra, Bara, dan Derry sengaja menjauh sebentar untuk memberi waktu Reno dan Nissa untuk berbicara.
Reno menghela nafas panjang melihat gadisnya yang menunduk. Pemuda itu menarik tangan Nissa hingga tubuh gadis itu masuk ke pelukannya.
" Jangan nangis sayang. Aku makin berat buat pergi kalau kamu kayak gini. Aku di sana kuliah sayang gak akan macem-macem. Cuma 4 tahun, setelah itu aku bakal balik lagi kesini." ucap Reno lembut. Nissa yang tadinya terisak mulai tenang.
Dan akhirnya Reno pun berangkat ke negeri orang untuk mengejar mimpi nya.
Akhirnya cerita ini end juga.
Author minta maaf karena kalau update waktu nya gak nentu dan selalu lama.😔🤧
Author juga mau ngucapin terima kasih banyak untuk yang sudah membaca dan mengikuti cerita ini.😚
Terima Kasih atas segala dukungannya 🙏🥰
Sekian dari author. Sampai jumpa lagi. 👋💜
__ADS_1