
Hallo semua 👋
Author kembali lagi dengan season 2 dari MINE, kehidupan Andra dan Manda setelah menikah.
Semoga kalian suka ya
Happy Reading 💜
Ceklek
Manda memasuki kamar, wanita yang berstatus istri itu menggelengkan kepalanya melihat sang suami yang masih terlelap padahal waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan.
Ia lantas berjalan ke arah jendela dan membuka gordennya membuat udara segar dan sinar matahari pagi masuk ke dalam. Setelah itu Manda mendekat ke ranjang.
" Kak, ayo bangun!! Udah pagi, kakak kan harus ke kantor nanti telat." Ucap Manda dengan lembut sembari tangan mungilnya mengelus rambut hitam nan lebat milik Andra.
Perlahan mata dengan iris tajam itu terbuka.
“ Selamat pagi.” Sapa Andra dengan suara khas bangun tidurnya.
“ Pagi. Kak cepet mandi!! Udah jam setengah delapan. Nanti telat ke kantornya.” Ucap Manda.
Andra mendudukkan tubuhnya. “ Gapapa telat. Aku bosnya.” Ucap Andra sombong.
“ Justru karena kakak bosnya harus jadi contoh yang baik untuk karyawannya. Jangan mentang-mentang bos jadi seenaknya.” Ucap Manda.
Andra tak menjawab, ia justru mendekat ke arah Manda. Di bawahnya sang istri ke dalam pelukannya.
Cup
Mencuri kecupan di bibir istrinya.
" Morning kiss, by." Potong Andra saat Manda hendak protes.
" Bilang dulu dong!! Aku kaget tau." Protes Manda.
" Gak perlu. Nanti yang ada kamu nolak." Ucap Andra santai.
“ Ishh.. udah sana mandi kak!!!” kesal Manda menarik tangan Andra agar segera beranjak dari tempat tidur dan mandi.
Akhirnya Andra bangkit dari tempat tidur segera Manda mendorongnya masuk kamar mandi. Setelah itu Manda merapikan tempat tidur dan menyiapkan pakaian sang suami.
“ Kak bajunya udah aku siapin. Aku mau ke bawah siapin sarapan.” Ucap Manda pada Andra.
“ Iya.” Sahut Andra dari dalam kamar mandi.
\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Makanan untuk sarapan sudah matang hanya tinggal menatanya di meja makan. Manda menatanya di bantu oleh bibi.
“ Nah sudah selesai.” Ucap Manda.
Bersamaan dengan itu Andra turun dengan setelan kantornya nya, hanya tinggal dasi yang belum terpasang.
“ Yang pakein.” Ucap Andra menyerahkan dasi pada Manda.
Karena tinggi Manda hanya sebatas dadanya, mengharuskan Andra untuk menunduk supaya sang istri bisa memasang dasinya dengan mudah.
“ Selesai.” Ucap Manda.
“ Terima kasih istriku.” Ucap Andra mencium pipi Manda singkat lalu duduk di kursinya.
Pipi Manda merona, meski sudah sering suaminya mengatakan itu tetapi tetep saja ia selalu salah tingkah.
\*\*\*\*\*\*
“ Inget ya-…”
“ Jangan telat makan, jangan makan sembarangan, jangan deket sama cowok, kemana-mana harus sama Nissa, kalau ada apa-apa langsung telepon.” Manda memotong ucapan Andra. Ia sudah hafal dengan pesan yang selalu Andra ucapkan.
“ Bagus.” Ucap Andra mengelus rambut Manda.
“ Aku turun dulu ya. Nanti jangan lupa jemput setelah makan siang.” Ucap Manda mencium pipi Andra sekilas lalu keluar dari mobil.
Setelah mobil Andra jalan barulah Manda memasuki kampus.
Manda menoleh ternyata sahabatnya, Nissa. Saat hamil memang Nissa masih kuliah, mendekati lahiran ia baru mengambil cuti. Setelah melahirkan dan anaknya berusia 5 bulan Nissa mulai berkuliah lagi.
“ Jangan lari-lari Niss.” Ucap Manda. Sesampainya di samping Manda, Nissa hanya nyengir.
Sekedar informasi kedua sahabat ini mengambil jurusan yang sama, keduanya seolah tak terpisahkan.
“ Nanti pulang kuliah gue boleh main ke rumah lo ya, Kangen masakan lo.” Ucap Nissa.
“ Boleh sekalian bawa Yumi ya.” Ucap Manda. Nissa menggangguk, keduanya pun berjalan beriringan menuju kelas.
\*\*\*\*\*
Andra telah sampai di perusahaan. Setelah memberikan kunci mobil pada penjaga untuk di parkirkan Andra berjalan masuk dengan langkah lebarnya dan tak lupa wajah datar andalannya.
Sesampainya di ruangan Andra langsung duduk di kursi kebesarannya, membuka laptop dan mulai berkerja.
Tok..Tok..Tok
“ Masuk.” Ucap Andra tanpa mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Tak lama masuk seorang lelaki muda yang tak lain adalah sekretaris Andra. Kenapa laki-laki tidak perempuan saja? Jawabannya sudah pasti yang pertama Andra malas berurusan dengan wanita, yang kedua jika sekretarisnya wanita nanti bukannya kerja malah sibuk menggodanya. Bukan berarti semua sekretaris wanita seperti itu, tapi kebanyakan begitu. Dan yang terakhir ia menjaga perasaan istrinya, ia tak mau istrinya berpikiran yang tidak-tidak yang berakhir membuat sang istri drop.
Kembali lagi ke topic.
“ Ada apa?” tanya Andra.
“ Hari ini anda ada janji makan siang bersama Pak Henry. Sekalian membahas tentang kerja sama tuan.” Ucap sekretaris Andra yang bernama Gio.
Andra tak menjawab dan hanya menggaguk. Setelah itu Gio keluar dari sana, Andra kembali fokus pada layar laptopnya.
...******...
Makan Siang.
“ Eh, Man tuh liat Fero liatin lo terus dari tadi.” Bisik Nissa pada Manda. Keduanya saat ini tengah berada di kantin kampus untuk mengisih perut.
“ Udah biarin aja gak usah di peduliin.” Ucap Manda dengan acuh, ia lebih fokus pada bakso dihadapnya.
“ Gue rasa dia suka deh sama lo Man.” Ucap Nissa.
"Gak usah ngaco.” Ucap Manda.
“ Gue gak ngaco Man!!. Kelihatan dari cara dia natap lo.” Ucap Nissa. Manda menolehkan kepalanya dan benar saja Fero masih melihatnya. Pandangan keduanya bertemu tapi tak berlangsung lama Manda langsung memutuskannya.
“ Bener kan?” tanya Nissa.
“ Hm. Udah biarin aja, itu kan perasaan dia kita gak bisa ngatur. Itu hak dia.” Jawab Manda.
“ Bener sih. Tapi nanti kalau laki lo tau gimana?” tanya Nissa cemas mengingat bagaimana possesivenya suami sahabatnya itu.
“ Kak Andra gak bakal tau kalau kamu gak keceplosan.” Ucap Manda menatap jengah ke arah Nissa. Pasalnya akhir-akhir ini sahabatnya itu gampang keceplosan. Nissa hanya meringis.
“ Udah ah. Ayo pulang!” ajak Manda. Keduanya pun beranjak meninggalkan kantin.
Di Meja Lain.
“ Lo makin hari makin cantik aja Man. Lo udah buat gue tergila-gila Man. Gue gak peduli lo udah punya suami, gue bakal tetep berusaha buat dapetin lo. Jadi milik gue.” Batin Fero menatap punggung Manda yang mulai menjauh.
Laki-laki yang tadi di bcarakan oleh Manda dan Nissa, teman satu jurusan sekaligus satu kelas Manda. Fero sudah lama menyukai Manda bahkan sejak masa ospek.
Saat itu Ia dan Manda satu kelompok yang berarti bersama terus. Melihat wajah cantik Manda membuat Fero terpikat di tambah sikapnya yang ramah dan ceria membuatnya semakin tertarik.
Fero pun mencoba mendekati Manda tapi Manda bersikap seolah acuh dan tak peduli. Bahkan gadis itu menghindar, tapi Fero tak menyerah. Hingga ia di tampar sebuah kenyataan bahwa gadis incarannya sudah bersuami.
Tapi karena rasa tertarik nya yang besar Fero tak peduli dengan hal itu. Ia masih tetap berusaha mendekati Manda.
Sampai sini dulu ya.
__ADS_1
See you next 👋
Jangan lupa dukungannya ya 😊💜