
Happy Reading 😊
Tibalah hari Senin, setelah weekend kemarin yang menyenangkan. Sekarang semua orang kembali melakukan aktivitas seperti biasa nya.
Manda,gadis itu berjalan lesu menuju kelasnya. Tadi ia berangkat diantar oleh sang ayah. Kemana Andra? Setelah kemarin menghajar Alvin sampai masuk rumah sakit, lelaki itu di diskros satu Minggu. Mungkin, kalau Andra bukan anak dari pemilik sekolah ini, lelaki itu sudah dikeluarkan.
Manda memasuki kelas, gadis itu mengernyitkan keningnya saat melihat teman temannya sedang bergerombol seperti melihat sesuatu. Karena penasaran akhirnya gadis itu menghampiri mereka.
" Ada apa put? Kok pada kumpul disini.? Tanya Manda pada Putri.
" Kak Amel meninggal Man." Ucap Putri
" Hah. Putri yang bener gak boleh bohong dosa." Ucap Manda karena tak percaya.
" Ngapain gue boong man. Apalagi masalah orang meninggal. Nih kalau gak percaya." ucap Putri menyodorkan ponselnya pada Manda.
Manda menutup mulutnya kaget melihat foto itu. Foto itu adalah foto mayat Amel dengan luka sayatan dikedua tangannya dan luka tusuk di perutnya, darah segar terlihat keluar dari luka itu.
" Ini kenapa? Kok bisa sampai seperti ini." tanya Manda yang masih syok.
" Katanya sih meninggalnya dibunuh. Terus mayatnya ditaruh didepan rumahnya." Jelas Putri.
" Dibu-nuh." ucap Manda terbata. Jangan bilang ini ulah Andra, ia harus menanyakan ini. Jika memang benar ini ulah Andra ia tak akan memaafkan lelaki itu.
Manda menyerahkan kembali ponsel Putri pada pemiliknya lalu ia duduk di bangkunya. Gadis itu mengeluarkan ponselnya dengan tangan gemetar, kepalanya dipenuhi pertanyaan. Apakah benar Andra pelakunya? Tapi kenapa?.
📱**Kak Andra** 🥰❤️
^^^Kak^^^
Kenapa hm?
^^^Manda mau nanya^^^
Tanya apa?
^^^Apa bener kakak yang udah bunuh kak Amel?^^^
Kalau iya emang kenapa?
^^^Kakak jahat!!! Manda benci sama kakak. Manda mau kita PUTUS!!.^^^
Nggak aku gak akan lepasin kamu.
__ADS_1
Jadi jangan harap kamu bisa lepas dari aku.
Aku ngelakuin itu karna dia udah nyakitin kamu.
Sayang hei bls chat ku
Manda bales jangan cuma dibaca
Baby
Bls
^^^Read^^^
Jadi bener Andra pelakunya dan laki-laki itu melakukannya karna dirinya. Jadi secara tak langsung dirinyalah yang menyebabkan Amel meninggal. Air mata Manda menetes ,ia merasa bersalah.
Ponsel Gadis itu bergetar dan terlihat sebuah panggilan masuk dari Andra. Manda tak menjawab ia mematikan ponselnya dan menyimpannya di laci meja. Manda menelungkup wajahnya dan kembali menangis.
" Hei masih pagi udah molor aja." Ucap Nissa yang baru datang. Manda mendongakkan wajahnya.
" Eh eh kenapa kok Lo nangis.?" tanya Nissa kaget ia kira gadis itu tengah tidur ternyata sahabatnya itu sedang menangis.
" Nissa. Kak Amel meninggal." ucap Manda lirih.
" Manda kasian." lirih gadis itu berbohong. Tak mungkin kan dia mengatakan alasan yang sebenarnya pada Nissa.
" Astaga. Gue juga kasian. Mungkin ini emang takdir dia."
" Udah ah jangan nangis lagi. Ntar ketahuan kak Andra bisa habis gue." Ucap Nissa menghapus air mata Manda.
...*****...
Andra saat ini sedang mengamuk di kamarnya. Semua barang habis dibantingnya.
" Argghkkk."
Brakk
Pyarrrr
Suara vas bunga dilempar ke tembok hinggak hancur.
Andra berjalan mengambil pecahan vas itu dan menggenggamnya erat hingga telapak tangannya berdarah.
__ADS_1
" Gue cinta sama Lo man."
" Lo mau putus. Hah nggak akan bisa."
" Gue nggak akan lepasin Lo."
"Lo milik gue selamanya."
" Sampai Lo nangis darah pun nggak akan gue lepas."
" Karna apa yang udah jadi milik gue selamanya nggak akan gue lepas." Ucap Andra dengan nada dingin dan datar.
Sorot matanya menajam menatap kearah tembok seolah-olah ada gadisnya didepannya. Lelaki itu sudah melepas kaca digenggamnya. Tanpa membersihkan darah ditangannya, Andra meraih kunci mobil. Tujuan utamanya saat ini adalah menemui gadisnya.
Desi semakin khawatir saat mendengar teriakan dan suara benda dibanting dari kamar putranya.
" Andra, buka pintunya nak. Ini mama." Ucap Desi mengetuk pintu.
" Ayo nak keluar jangan bikin Mama khawatir." Ucap Desi masih berusaha membujuk Andra.
Ceklek
" Kamu kenapa Dra.? Kamu nggak papa.? Mana yang luka.?" tanya Desi beruntut sambil memeriksa tubuh anaknya.
" Ini kenapa.? Kok bisa luka.? Jawab mama Dra jangan diem aja." Ucap Desi mengguncang tubuh Andra yang diam dengan pandangan tajam kearah depan.
" Andra harus ketemu Manda ma." Ucap Andra.
" Iya tapi obatin dulu luka kamu."
" Ta--."
" Sekali aja nurut sama mama bisa kan." Kesal Desi karena Andra yang keras kepala. Akhirnya, Andra hanya bisa pasrah.
Beberapa menit kemudian, kini Andra sudah berada di parkiran sekolahnya. Ia tak keluar dari mobil. Andra mengambil ponselnya dan menelfon seseorang.
"Hallo" ucap seseorang saat sambungan terhubung.
" Pulang sekolah bawa Manda ke mobil gue diparkiran." ucap Andra to the poin.
" Kalo dia nggak mau gimana."
" Paksa." Ucap Andra singkat Lalu mematikan telfonnya.
__ADS_1