
Happy Reading 😊
Satu Minggu Kemudian.
Waktu liburan telah berakhir, semua murid kembali sekolah dengan semester baru, yaitu semester dua.
Dimana kelas 10 dan 11 mempersiapkan diri untuk ujian kenaikan kelas. Sementara kelas 12 akan di sibukkan dengan berbagai macam ujian menjelang kelulusan.
Andra melangkahkan kakinya menyusuri lapangan dan berhenti di depan seorang gadis yang sedang membungkuk mengatur nafasnya.
" Kenapa bisa di hukum?." Gadis itu mendongak menatap wajah tampan Andra.
" Eoh kok kamu di sini?." bukannya menjawab gadis itu malah balik bertanya. Membuat Andra gemas dan menyentil pelan kening gadis itu.
" Awshh...Jahat banget sama pacar sendiri." ringis gadis itu yang tak lain adalah Manda.
" Ck. Kenapa di hukum?." tanya Andra sekali lagi.
" Hehehe, lupa nggak ngerjain PR." cengir Manda.
" Kok bisa?." tanya Andra mulai mengintrogasi. Pasalnya selama ini gadis itu tidak pernah yang namanya lupa ngerjain PR.
Manda mengatupkan bibirnya rapat terlalu takut untuk menjawab. Andra menatap curiga pada gelagat aneh gadisnya.
" Jawab." desak Andra.
" Keasikan nonton film. Jadi lupa kalau ada PR." cicit Manda memainkan jemarinya dengan gelisah.
" Nonton film sampai jam berapa?." tanya Andra lagi.
" Jam 1 malem." jawab Manda pelan.
__ADS_1
" Hari ini laptop kamu aku sita dan mulai sekarang nggak ada nonton film lagi." putus Andra dengan tegas. Bukannya apa-apa, ia hanya tak ingin gadisnya di hukum seperti ini lagi dan juga begadang tidak baik untuk kesehatan gadis itu.
" Ta-tapi....."
" Apa? Mau banta hah!!! Mulai nggak nurut." sentak Andra.
Manda yang tadinya ingin membantah langsung mengatupkan bibirnya kembali. Lalu Andra menarik tangan gadis itu keluar lapangan.
" Eh mau kemana? Hukuman aku belum selesai." ucap Manda panik. Andra tidak menjawab, pemuda itu terus melangkah hingga keduanya sampai di kantin.
Suasana kantin saat ini sedang sepi hanya ada mereka berdua dan beberapa anak yang baru selesai olahraga.
" Duduk." titah Andra, tanpa membantah lagi Manda duduk karena memang kakinya sudah capek.
Andra duduk di samping Manda, tangan kekar itu bergerak menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening gadis itu.
" Tadi pagi udah sarapan?." tanya Andra menatap dalam Manda.
" Ck." Andra berdecak. Dirinya memang tadi pagi tidak bisa menjemput gadis itu seperti biasanya. Karena Andra harus mengantar mamanya ke rumah neneknya yang sedang sakit.
Tanpa berkata apapun Andra bangkit, berjalan menuju stan makanan. Manda hany diam menunduk.
Selang beberapa menit kemudian Andra kembali dengan membawa sepiring nasi goreng dan segelas teh hangat, meletakkan nya di depan Manda.
" Makan." ucap Andra tapi Manda masih diam menunduk.
" Makan sayang." ucap Andra lembut. Manda mendongak dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Maaf udah nggak nurut. Nakal juga." ucap Manda pelan. Andra tersenyum tipis, tangannya mengelus puncak kepala gadisnya.
" Hm. Sekarang makan dulu." ucap Andra.
__ADS_1
Akhirnya Manda memakan makanannya dengan Andra yang tidak melepas pandangan nya dari gadis itu.
Setelah mengantar Manda ke kelasnya, Andra berjalan santai menyusuri koridor. Kenapa tidak ada yang menegur Andra saat membolos?. Jawabnya karena Andra anak dari pemilik sekolah. Para guru bahkan kepala sekolah tidak berani menegur mereka masih sayang nyawa dan pekerjaan mereka. Masih ada keluarga di rumah yang harus di nafkahi.
Bukannya berjalan menuju kelasnya, Andra malah menuju rooftop. Dirinya sedang malas mengikuti pelajaran, jadi ia akan bersantai di rooftop. Sesampainya di sana Andra langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Suasana yang sunyi dan tenang membuat Andra terlelap.
Terlihat seseorang memasuki rooftop dan berjalan mengendap-endap mendekati Andra. Berjongkok di samping Andra lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Andra sebentar.
Saat tangan itu hendak menyentuh dada bidang Andra sebuah tangan kekar mencekalnya. Pemilik tangan kekar itu adalah Andra, sebenarnya Andra tidak benar-benar terlelap. Ia ingin tau sampai mana orang ini berani bermain-main dengannya.
" Kak Andra!!." ucap orang itu terkejut dengan mata membola.
" Mau bermain-main denganku." ucap Andra dengan nada rendah.
" B*tch." lanjut Andra menghempaskan orang itu terjatuh. Lalu pemuda itu bangkit dari berbaring nya.
" Seperti nya nyalimu besar juga, Laura." ucap Andra santai. Pemuda itu menyandarkan tubuhnya pada sofa sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Sorot matanya menatap tajam gadis yang berada di bawahnya, Laura.
" Aku sudah memberi sebuah peringatan untukmu, tapi kau masih belum menyerah juga." ucap Andra.
" Aku gak akan nyerah sebelum kakak jadi milikku." ucap Laura dengan penuh tekad.
" Oke gue gak akan bertele-tele. Berhenti ngusik gue atau say goodbye to the world." ucap Andra datar lalu pergi dari sana meninggalkan Laura sendirian.
" S*4l." umpat Laura.
Segini dulu ya 😊
Terima Kasih 🙏
See you next 👋
__ADS_1