MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 6


__ADS_3

Happy Reading semua.


Berita tentang kedekatan Andra dengan Manda sudah tersebar seantero sekolah. Para siswi banyak yang patah hati karena cowok incaran mereka sudah memiliki kekasih. Ada yang mendukung keduanya ada juga yang tak suka.


Dikelas 12 Mipa 4


“Mel, mel ada berita hot.” Ucap Reni heboh berlari kerah Amel dan Silvi. Seketika Amel menghentikan kegiatannya.


“Berita hot apa.” Tanya Amel penasaran Silvi hanya menyimak.


“Andra deket  sama adek kelas.” Ucap Reni.


“Apa!! Yang bener lo Ren. Jangan bercanda sama gue.” Ucap Amel yang mulai emosi.


“Gue serius bahkan berita ini sudah kesebar satu sekolah.”  Ujar Reni sungguh-sungguh.


“Kurang ajar cewek itu berani cari gara-gara sama gue.” Emosi Amel.


“  Siapa cewek itu?” tanya Amel.


“Manda Alisia kelas 10 Mipa 2, anak baru.”  Jawab Reni. Memang Reni ini ratu gossip.


“Oh pantes, anak baru ternyata. Dia belum tau berhadapan dengan siapa.” Ucap Amel dengan smirk di wajahnya. Seluruh murid yang ada disana bergidik ngeri. Mereka sudah tau tabiat Amel yang akan membully cewek yang berani mendekati Andra.


“ Habislah.” Pikir mereka semua.


“Cabut.” Ucap Amel yang diangguki keduanya. Mereka bertiga berlalu pergi menuju kelas 10.


Kelas10 Mipa 2


Suasana dikelas saat ini sedang riuh karena guru yang mengajar berhalangan hadir sehingga jamkos. Semua sibuk dengan kegiatanya masih-masing. Begitu pun dengan Manda dan Nissa, mereka berdua sibuk bercerita tentang segala hal.


Brakk…


Suara pintu kelas terbuka dengan keras membuat semuanya kaget dan melihat siapa yang datang.

__ADS_1


“  Mana yang namanya Manda Alisia.” Tanya Amel


dengan suara yang lantang.


“Saya kak.  Ada apa ya.?” Jawab  Manda dengan wajah yang kebingungan. Amel tak menjawab ia berjalan menghampiri Manda dengan tatapan tajam. Manda yang ditatap seperti ketakutan dan bingung. Apakah ia punya salah pada kakak kelas itu. Ia bahkan tak mengenalnya.


Sesampainya dihadapan Manda, gadis itu langsung menjambak rambut Manda kuat hinggan membuat


kepalanya mendongak. Semua yang melihat terkejut ingin menolong pun tak berani. Mereka masih ingin hidup nyaman di sekolah ini. Anak-anak dari kelas lain pun banyak yang datang untuk melihat kejadian itu.


“Akkhh… sakit kak lepas.” Ringis Manda kesakitan bahkan air matanya sudah keluar di sudut matanyanya. Ini sangat sakit kulit kepalanya serasa ingin lepas.


“Woy apa-apaan ini dateng-dateng manin jambak aja. Lepas gak.” Emosi Nissa tak terima .


“Lo gak usah ikut campur. Gue gak ada urusan sama lo.” Ucap Amel.


“Jelas ini urusan gue.” Ucap Nissa masih berusaha melepas tangan Amel dari rambut sahabatnya. Amel yang geram menyentakkan tangan Nissa hingga terjatuh. Kemudian ia memberi kode kepada dua temannya untuk mengurus  Nissa agar tak menganggunya.


“Hiks sakit kak aku hiks salah apa hiks sama kakak.” Tangis Manda kala merasa jambakan dirambutnya makin kuat.


“Salah lo udah rebut Andra dari gue.” Pekik Amel dengan emosi yang membuncah. Ia melepas jambakannya beralih membenturkan kepala  Manda ke meja dengan keras hingga memar. Masih belum puas Amel melayangkan tamparan keras dipipi gadis itu hingga membuat sudut bibirnya robek. Manda tak bisa berbuat  apa-apa,ia hanya bisa menangis. Kepalanya terasa pening dan pipinya terasa panas. Kenapa kakak kelasnya ini sangat kejam padanya. Padahal itu bukanlah kesalahannya. Bukan


“Ini peringatan terakhir buat lo. Kalau masih berani deketin Andra lagi. Habis lo sama gue.” Ancam Amel. Setelah itu ia dan kedua temannya berlalu pergi. Manda masih sesenggukan ia menundukkan kepalanya. Karena tak kuat menahan rasa pening


dikepalanya akhirnya Manda pun pingsan.


Nissa segera menghampiri Manda yang masih menunduk itu, ia menarik Manda dalam pelukannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia belum menyadari kalau Manda pingsan.


“Maafin gue ya man hiks gue gak bisa bantu lo.”  Ucap Nissa dengan lirih. Karena tak ada pergerakan dan respon dari Manda barulah ia tau kalau Manda pingsaan. Ia segera meminta bantuan pada anak cowok dikelasnya untuk membawa Manda ke uks.


                               ***


Disisi lain.


Andra dkk tengah berada dikelasnya. Kelas mereka juga jamkos jadi mereka bisa melakukan apapun sesuai keinginan mereka.

__ADS_1


“Dra gimana ceritanya lo bisa jadian sama tuh adek kelas.” Tanya Dery penasaran. Bara dan Reno hanya menyimak. Akhirnya Andra menceritakannya.


“Gila sih. Jadi dia tau pas lo lagi bunuh orang.” Ucap Bara terkejut , Andra hanya mengangguk.


“Kenapa gak lo bunuh aja, malah dipacarin.” Tanya Dery tak habis piker dengan temannya itu. Bagaimana kalau cewek itu membocorkan semuanya.


“Niat awal gue gitu tapi pas gue liat wajahnya jantung gue berdetak kenceng. Dan gue rasa udah jatuh cinta sama dia.” Jelas Andra.


“Gak salah sih kalau lo jatuh cinta sama dia. Secara dia cantik plus gemesin lagi.” Ucap Bara dengan senyum diwajahnya membayangkan wajah cantik adek kelasnya itu.


“Bosen idup lo.” Ucap Andra dingin.


“Hehehe santai bos.” Bara cengengesan.


“Gimana kalau dia bocorin?” tanya Reno.


“Dia gak akan berani.” Ujar Andra mantap.


“Kalau itu udah jadi keputusan lo. Kita cuma bisa dukung.” Ucap Reno serius. Bara dan Dery pun mengangguk. Kalau memang itu membuat Andra bahagia mereka pun setuju.  Karena baru kali ini mereka melihat Andra menceritakan seorang wanita terkecuali mamanya, dengan  binar dimatanya dan wajah terlihat bahagia.


“Thanks.” Ucap Andra tulus.


“Dra cewek lo habis di bully sama Amel sekarang ada di uks.” Ucap seorang lelaki dengan nafas ngos-ngosan.


“Shit.” Umpat Andra lalu berlari keluar kelas menuju uks disusul dengan ketiga temannya setelah mengucapkan terima kasih pada lelaki itu.


Diuks


Brak…


Pintu uks terbuka dengan kasar membuat Nissa dan salah satu anggota pmr yang tadi mengobati Manda menoleh. Mereka berdua mundur memberikan ruang untuk Andra.


Andra mendekat kearah brankar tempat gadisnya tak sadarkan diri. Luka gadis itu sudah diobati. Ia menggenggam tangan mungil gadisnya.


“Sayang kenapa bisa begini.” Ucap Andra lirih. Hatinya sakit saat melihat gadisnya terbaring lemah. Sorot matanya menajam rahangnya mengeras. Saat melihat keadaanya gadisnya ia berjanji akan membalas orang yang sudah membuat gadisnya seperti ini.

__ADS_1


Jangan lupa vote, coment, anda follow ya.


Maaf kalau ceritanya agak bosenin.


__ADS_2