MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 23


__ADS_3

Happy Reading 😊


Setelah meminum obat dan istirahat kini tenggorokan nya sudah sedikit membaik suhu badan nya pun sudah kembali normal. Karena bosan di kamar terus akhirnya Manda turun kebawah masih memakai piyama bergambar Doraemon, rambut di cempol asal serta wajah yang tidak sepucat tadi pagi.


" Loh kok turun. Bukannya istirahat." ucap Lisa yang sedang menonton televisi diruang tengah.


" Manda bosen di kamar terus." keluh Manda berjalan menghampiri bundan nya dan duduk di samping nya.


Lisa bergerak menyentuh kening anak nya, mengehela nafas lega karena suhu tubuh nya sudah kembali normal.


" Tenggorokannya masih sakit?." tanya Lisa.


" Udah mendingan bunda." jawab Manda.


" Syukurlah." gumam Lisa. Keduanya pun terlarut menonton televisi.


Tok Tok Tok


Terdengar ada yang menyetuk pintu. Lisa bangkit untuk melihat siapa yang datang.


" Iya sebentar."


Ceklek


Saat pintu terbuka terlihat teman anak gadisnya yang bernama Nissa dan tiga pemuda yang tidak Lisa kenal.


" Hallo Tante." sapa Nissa sopan.


" Eh ada Nissa. Sama siapa kesini?." tanya Lisa.


" Sama temennya kak Andra Tante. Ini Kak Reno, Kak Bara, Kak Derry." ucap Nissa memperkenalkan. Lisa mengangguk dan tersenyum lalu mempersilahkan mereka masuk.


" Der, mamanya Bu bos cantik juga ya." bisik Bara pada Derry.


Derry melotot mendengar itu." Gila Lo. Istri orang mau Lo embat juga." sarkas Derry tak habis pikir.


" Gue cuma muji Oneng." ucap Bara tidak terima.


Sementara Manda yang berada diruang tengah menoleh saat mendengar suara langkah kaki mendekat.


" Siapa Bun?." tanya Manda.


" Itu ada Nissa sama temen-temennya Andra." jawab Lisa.


" Kamu ganti baju sana. Bunda mau ambil minum sama cemilan dulu." lanjut Lisa menuju dapur. Sedangkan Manda menuju kamarnya.


" Manda aja yang bawa Bun." ucap Manda yang sudah berganti baju. Manda pun membawa nampan tersebut menuju ruang tamu.


" Ini di minum kak, Nis." ucap Manda meletakkan minuman dan cemilan di meja.


" Aduh makasih Bu bos, tau aja kalau lagi haus." celetuk Bara langsung meminum minumannya hingga tersisa setengah setelah itu memakan cemilan nya.

__ADS_1


" Malu-maluin Lo." ketus Dery.


" Bodo yang penting kenyang." ucap Bara acuh.


Manda hanya tertawa kecil melihat perdebatan kedua pemuda itu. Lalu mengedar mencari sang kekasih, ia baru sadar bahwa kekasihnya tidak ada.


" Kak Andra mana kok ngga ikut kesini?." tanya Manda.


" Mampus, jawab apa nih." batin Dery, Bara, dan Reno ketar-ketir.


" Emmbb.. itu Andra lagi ada uruan bentar. Ya kan Ren?." ucap Derry gugup lalu menatap Reno meminta bantuan.


" Iya. Nanti dia nyusul kesini." ucap Reno.


Manda mengangguk percaya membuat ketiganya bisa bernafas lega. Tapi lain halnya dengan Nissa yang menatap ketiganya dengan curiga. Ia merasa seperti ada yang di sembunyikan.


******


Di lain tempat.


Seorang pemuda dan seorang gadis sedang berjalan menyusuri rak-rak yang penuh dengan buku. Sang gadis merangkul lengan sang pemuda membuat orang-orang melihat mereka adalah sepasang kekasih.


" Mau cari buku apa lagi?." tanya pemuda itu.


" Cari novel kak." jawab gadis itu.


" Hm. Habis ini langsung pulang." ucap pemuda itu yang tak lain adalah Andra dan gadis yang bersamanya adalah Laura.


Tadi waktu pulang sekolah, saat Andra akan berangkat ke rumah gadisnya. Tiba-tiba Reza datang dan meminta tolong padanya untuk mengantar Laura ke toko buku buku. Reza tidak bisa mengantar karena ada janji penting. Andra tidak menolak akhirnya mau tidak mau, ia mengantar Laura ke toko buku setelah itu ia akan ke rumah gadisnya.


" Huftt... iya." ucap Andra dengan berat hati, lagi - lagi ia tidak bisa menolak. Setiap ia akan menolak ia selalu di hantui oleh hutang Budi nya pada Reza.


*****


Kembali ke kediaman Manda.


Sudah satu jam lama nya Bara, Dery, Reno, dan Nissa berada dirumah Manda. Mereka menunggu kedatangan Andra, lebih tepat nya Manda yang menunggu. Tapi sayang sudah satu jam berlalu Andra tidak kunjung datang. Manda terlihat sedih dan kecewa membuat tiga pemuda itu merutuki Andra dalam hati.


" Emm... Man kita balik dulu ya." ucap Derry berpamitan.


" Iya kak. Makasih ya udah jenguk." balas Manda dengan menampilkan senyuman nya.


" Iya sama-sama." ucap Derry bangkit di susul oleh Bara dan Reno lalu ketiga nya keluar.


" Gue pulang dulu ya." pamit Nissa memeluk Manda sebentar lalu melepaskan nya.


" Iya makasih ya Nissa. Hati-hati pulang nya." ucap Manda.


" Hm. Jangan berpikiran negatif mungkin urusan kak Andra penting jadi ngga bisa di tinggal. Jangan sedih." hibur Nissa. Dia tidak tega melihat raut sedih sahabat nya.


" Makasih Nissa. Aku beruntung banget punya sahabat kayak kamu." ucap Manda kembali memeluk Nissa. Nissa pun membalas pelukan Manda dan mengelus punggung nya pelan. Manda melepas pelukan nya lalu mengantar Nissa kedepan.

__ADS_1


Setelah mereka pulang Manda kembali masuk menuju kamar nya. Duduk di tepi tempat tidur memeriksa ponsel nya. Nihil tidak ada satu pesan pun dari Andra. Manda membuka room chat dengan Andra.


...Kak Andra 🥰😘...


^^^^^^Andra^^^^^^


^^^Kamu sibuk ya?^^^


^^^Kenapa ngga ikut kesini?^^^


^^^Aku nunggu kamu^^^


Pesan yang terkirim centang satu menandakan sang pemilik nomer sedang tidak aktif. Manda khawatir takut terjadi sesuatu pada Andra. Tidak biasanya Andra tak mengabarinya seperti ini.


Tidak ingin terlalu larut gadis manis itu menyimpan ponsel nya di nakas, beralih mengambil laptop di meja belajar membawanya menuju ranjang. Ia akan menonton drama untuk mengalihkan pikiran nya.


\*\*\*\*\*\*\*


Andra baru sampai rumah saat malam hari pukul 19.30. Tadi setelah dari resto nyatanya tidak langsung pulang melainkan Laura merengek untuk main ke Timezone. Dan saat mengantarkan Laura pulang, ia di tahan oleh mama gadis itu supaya ikut makan malam bersama.


" Dari mana aja? Kenapa baru pulang?." tanya Desi mengintrogasi.


" Nganterin Laura, adiknya Reza beli buku." jawab Andra.


" Duduk sini. Mama mau ngomong." ucap Desi menepuk sofa di sebelah nya.


" Kenapa ma?." tanya Andra.


" Mama mau ngingetin kamu. Kamu sekarang udah ada Manda. Kamu boleh anggap Laura seperti adik kamu sendiri tapi jangan terlalu dekat. Inget batasan kamu. Ada hati yang harus kamu jaga, kamu ngerti kan." pesan Desi pada anaknya. Ia tidak mau anaknya menyesal di kemudian hari.


Andra sedikit tersentak mendengar ucapan mama nya. Ia sadar bahwa saat ini yang ia lakukan salah. Tidak seharusnya dirinya yang pergi bersama hlgadis lain di saat gadis nya sedang sakit. Andra merasa bersalah pada gadis nya, bahkan ia tidak memberi kabar Manda sama sekali.


" Iya ma. Makasih udah ingetin Andra." ucap Andra.


" Kalau gitu Andra ke kamar dulu." lanjut Andra pergi menuju kamar nya.


Di kamar Andra membanting tubuh nya di tempat tidur nya. Ia mengusap rambut nya frustasi." B*d*h, B3g0 Lo Dra." umpat Andra pada dirinya sendiri.


" Maafin aku by." gumam Andra.


Setelah mengecek ponsel nya dan melihat gadis nya mengirim pesan pada nya. Andra bergegas ganti pakaian dan pergi ke rumah pujaan hati nya.


\*\*\*\*\*\*


" Andra hanya milikku. Ngga akan gue biarin Lo rebut Andra dari gue." gumam seseorang dengan seringai mengerikan.


Dukung terus karya author ya 😊


Maaf alur cerita sedikit lambat dan acak-acakan. 🙏


See you

__ADS_1


__ADS_2