
Happy Reading π
"Eugh.βLenguh gadis itu tersadar dari pingsannya.
β Sudah bangun.β Tanya Andra. Gadis itu menoleh kearah Andra seketika matanya berkaca-kaca dan isakan kecil mulai terdengar kala teringat apa yang telah terjadi padanya. Andra langsung membantu gadis itu duduk dan langsung membawanya kedalam pelukannya. Ia mengelus punggung gadis itu dan memberi kecupan hangat di puncak kepalanya agar gadis itu tenang. Semua telah keluar dan hanya menyisakan mereka berdua.
β Stt udah ya jangan nangis.β Bisik Andra menenangkan.
β Hiks ta-takut hiks kakak itu jahat hiks sama manda hiks dia tarik rambut hiks manda, terus benturin hiks kepala manda ke meja hiks manda juga ditampar hiks.β Jelas gadis itu dengan terisak dan mengeratkan pelukannya. Andra hanya diam mendengar penjelasan gadisnya. Batinnya berteriak marah.
β Siapa yang buat kamu begini.β Tanya Andra. Meskipun ia sudah mengetahui pelakunya, ia ingin mendengar langsung dari gadis itu.
β Manda gak tau namanya hiks. Tapi kakak itu pakai baju hiks ketat, terus dandanannya kayak tante hiks.β Jawab Manda dengan polos. Andra hampir tidak bisa menahan tawanya saat mendengar itu.
Gadis itu mendongak menatap Andra dengan wajah sembabnya. Tangisnya sudah mereda menyisakan isakan kecil.
β Tapi kaka harus janji sama Manda jangan sakiti kakak itu, jangan bunuh kakak itu. Ucap Manda.
β Kenapa.?β Tanya Andra bingung.
β Pokoknya gak boleh kata bunda kalau ada yang jahat sama kita. Kita gak boleh bales berbuat jahat juga gak baik.β Ucap Manda yang teringat nasehat bundanya. Andra merasa ia tak salah menjadikan gadis itu sebagai kekasihnya, gadis itu memiliki hati yang lembut dan baik ya meskipun kadang cengeng. Tapi Andra merasa beruntung memilikinya.
β Kalau kakak jahatin kakak itu. Manda marah sama kakak, gak mau ngomong sama kakak, dan gak mau ketemu kakak.β Ancam Manda.
β Iya iya.β Ucap Andra pasrah. Mungkin kali ini ia kan melepaskan Amel dkk, ia tak bisa jika Manda marah padanya dan mendiamkannya. Tetapi jika Amel berulah lagi tak ada kata ampun baginya.
β Tunggu sini.β
β Kakak mau kemana.?β Tanya Manda mencekal tangan laki-laki itu.
β Ke kantin bentar. Beli makanan kamu belum makanan.β Jawab Andra.
β Gak mau ditinggal.β Ucap Manda masih mencekal tangan itu.
β Oke.β Ucap Andra pasrah. Ia khawatir gadis itu akan sakit karena belum makan. Laki-laki itu mengeluarkan ponselnya dan mengotak-atiknya sebentar lalu memasukkan nya kembali kesaku.
__ADS_1
β Permisi Paket.β Teriak Bara memasuki ruangan dan menyerahkan paper bag kecil pada Andra.
β Pergi.β
β Elah bos tega amat gue baru juga nyampe udah disuruh pergi lagi.β Kesal Bara.
β Pergi.β Ucap Andra lagi kali ini dengan penuh penekanan. Ia tak ingin waktu bersama gadisnya terganggu.
β Ck iya iya.β Kesal Bara yang keluar dengan bibir yang tak berhenti menggerutu.
β Makan.β
β Gak mau bibirnya sakit.β
β Makannya pelan-pelan biar gak sakit.β Andra masih berusaha sabar.
β Ish gak mauβ Ucap Manda kekeh.
β Manda Alisia.β Sentak Andra. Sudah dibilang buka ia bukanlah orang yang penyabar. Gadis itu tersentak kaget dengan tangan gemetar ia mengambil paper bag itu memakannya dengan pelan. Ia tak berani menatap lelaki yang tengah menatap tajam dirinya.
Andra keluar tanpa berkata apapun. Ia tak mau menyakiti gadisnya saat ini emosinya sedang tak stabil. Sementara ia menyuruh Nisaa untuk menemani Manda. Manda memakan makananya sambil menangis.
Suara pintu terbuka gadis itu mendongak berharap Andra yang masuk, tapi harapannya sirna saat Nissa lah yang masuk.
β Hey kenapa nangis.β Panik Nissa saat melihat Manda menangis ia segera mengampirinya, mengambil paper bag yang ada dipangkuan gadis itu dan meletakkannya di nakas. Ia memeluk Manda.
β Kenapa nangis? Mana yang sakit.? Tanya Nisaa.
β Kak Andra hiks marah sama manda. Kak Andra pergi hiks ninggalin manda.β Adu Manda pada Nissa.
β Emang ngapain kok sampai kak Andra marah.?β
β Tadi Manda nakal hiks gak mau makan.β
β Udah βudah sekarang makan dulu gue suapain. Nanti minta maaf ke kak Andra.β Ucap Nissa melepas pelukanya beralih mengambil makanan tadi dan menyuapkannya ke Manda persis seperti seorang ibu yang merawat anak nya.
__ADS_1
\*\*\*
Rooftop
Andra duduk sendirian dengan rokok di tangannya. Jika ia sedang marah, ia akan melampiaskannya dengan membunuh atau merokok. Tergantung apa penyebabnya.
β Bos tadi cewek lo ke kelas.β Ucap Dery yang baru datang bersama Bara dan Reno.
β Hmβ Andra memang sengaja tak menemui gadisnya. Ia sengaja ingin memberi pelajaran pada gadis itu.
β Ada masalah.?β Tanya Reno.
β Gak.β Jawab singkat Andra, kemudian menghisap rokoknya mengepulkan asapnya ke udara.
β Masa baru jadian udah berantem aja.β Ucap Bara.
β Kasian tadi bos, wajahnya keliatan sembab banget kayaknya kelamaan nangis.β Jelas Derry. Andra tak menanggapi ia masih fokus pada rokoknya. Tetapi jauh dilubuk hatinya ia sebenarnya khawatir.
β Kalau ada masalah selesain baik-baik.β Nasihat Reno.
\*\*\*
Bel pulang sudah berbunyi 2 menit yang lalu. Kini Manda tengah berdiri didepan kelas 12 Mipa 1. Ia kesini diantar oleh Nissa. Gadis itu ingin meminta maaf pada kekasihnya itu. Tak lama kemudian Andra keluar kelas bersama ketiga temannya.. gadis itu segera menghampirinya. Ketiganya pamit terlebih dahulu membiarkan sepasang kekasih itu menyelesaikan masalah mereka.
Keduanya masih sama-sama diam tak bersuara. Manda menunduk memainkan jemarinya untuk mengurangi kegugupannya. Sedangkan Andra menatap gadis itu datar.
β Mau apa .β tanya Andra membuka suara terlebih dahulu.
β Mau minta maaf sama kakak. Tadi Manda nakal gak nurut.β Cicit Manda.
β Hm.β Gumam Andra.Tak lama setelah ityu terdengar isakan kecil dari gadis itu. Andra menghela nafas gadisnya ini cengeng sekali.
β Udah gak usah nangis. Udah di maafin.β Ucap Andra.
β Beneran hiks.β Tanya Manda.
__ADS_1
β Hm.β Gumam Andra. Manda pun masuk ke pelukan Andra. Mereka berdua berpelukan menyalurkan cinta mereka.
Jangan lupa vote coment and follow ππ