MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 42


__ADS_3

Happy Reading 😊


Keesokan harinya.


Manda turun dengan wajah lesuhnya. Tadi saat ia bangun tidur dang mengecek ponselnya tak ada satu pun chat dari Andra. Dan itu membuat mood nya buruk. Sepertinya pemuda itu benar-benar marah padanya.


" Pagi ayah, bunda." sapa Manda mencium pipi Rega dan Lisa bergantian. Lalu duduk di kursinya.


" Pagi juga sayang." jawab Rega dan Lisa bebarengan.


" Masih belum baikan?." tanya Lisa yang di balas anggukan oleh Manda.


" Cepet baikan gak baik marahan lama-lama." ucap Lisa.


" Iya bunda." jawab Manda mulai memakan sarapannya.


Selesai sarapan, masih tak ada tanda-tanda Andra datang menjemput Manda.


" Mau ayah antar?." tawar Rega. Manda mengangguk. Setelah berpamitan pada Lisa keduanya pun berangkat.


...***********...


Ceklek


" Astaga, anak ini belum bangun juga." ucap Desi.


Ibu satu anak itu di buat geleng kepala melihat sang putra yang masih terlelap. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 6.55 dan 5 menit lagi bel sekolah berbunyi.


Desi berjalan cepat menuju ranjang anaknya dan menjewer telinganya." Ayo bangun!! Malah enak-enakan tidur. Ini udah jam berapa Andra. Ayo cepetan bangun!!." ucap Desi.


Andra yang terlelap langsung terbangun saat mendapat jeweran maut dari sang mama. " Akhh.. aduh ma lepas!! sakit." ringis Andra memegangi telinganya.


Desi melepas jewerannya, menatap Andra dengan berkacak pinggang. " Bangun, mandi, siap-siap." titah Dewi.


" Andra hari ini gak sekolah ya ma. Ngantuk banget." ucap Andra.


" Nggak ada bolos-bolos . Kamu udah kelas 12. Jangan mentang-mentang sekolah punya papa kamu, kamu jadi seenaknya ya." marah Desi.


" Ck. iya-iya." ucap Andra berdecak.


" Jangan lupa kabarin Manda dulu suruh berangkat duluan. Kalau nunggu kamu kasian nanti kesiangan." ucap Desi sebelum berlalu keluar.


Andra yang teringat gadisnya segera memeriksa ponselnya dan mendial nomor gadis itu.


" Hallo." suara lembut gadisnya terdengar saat sambungan telepon terhubung.


" Udah berangkat?." tanya Andra dengan suara khas bangun tidurnya.


" Ya."


" Sama siapa?."


" Ayah."


" Mas--."


" Aku tutup dulu mau masuk."


Tut.


Sambungan telepon di tutup oleh Manda sebelum Andra menyelesaikan ucapannya. Pemuda bertindik itu menyugar rambutnya gusar. Ia harus segera menyelesaikan masalah ini, Andra paling tidak bisa jika gadisnya cuek seperti ini.


...*********...

__ADS_1


" Siapa?." tanya Nissa yang berada di samping Manda.


" Kak Andra." jawab Manda.


" Masih belum baikan juga?." tanya Nissa penasaran. Karena setahu nya pasangan ini kalau berantem gak lama habis itu baikan. Tapi sekarang tumben lama baikannya.


Manda menggeleng lesuh. Tak lama guru datang dan pelajaran pun di mulai.


...********...


Andra sampai di sekolah 15 menit setelah bel masuk berbunyi. Terlihat gerbang sekolah sudah tertutup.


Andra membunyikan klakson motornya membuat satpam yang berjaga menghampiri nya.


" Buka." titah Andra dengan nada datarnya.


Satpam tersebut tanpa membantah langsung membukakan gerbang.


Pemuda itu melajukan motornya memasuki sekolah dan memarkirkan nya. Setelah memarkirkan motornya, Andra berjalan dengan santai di koridor yang sepi menuju kelasnya.


Kelas 12 Mipa 1


Tok Tok Tok


Atensi kelas beralih saat pintu di ketuk, menampilkan Andra yang berdiri dengan nada datarnya.


Pemuda itu berjalan masuk ke kelas dan berjalan menuju kursinya tanpa mempedulikan guru yang sedang mengajar dan teman-temannya yang memperhatikan nya. Andra duduk di kursinya pelajaran kembali di lanjutkan.


" Tumben?." tanya Reno.


" Ketiduran." jawab Andra singkat. Reno hanya mengangguk.


Skip Istirahat.


Di Kelas 10 Mipa 2


" Manda. Andra nungguin Lo di depan." ucap Cila salah satu teman sekelas Manda.


" Iya makasih ya cil." ucap Manda tak lupa senyum manisnya.


" Gimana nih nis?." tanya Manda risau.


" Udah temuin aja. Emang Lo mau kayak gini terus?." ucap Nissa.


" Yaudah deh." ucap Manda bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kelas untuk menemui Andra.


" Kenapa?." tanya Manda pura-pura cuek. Padahal di dalam hatinya ingin memeluk pemuda itu.


" Ayo ikut aku." ucap Andra menggenggam tangan mungil gadisnya.


" Mau kemana? Aku udah laper." ucap Manda.


" Bentar. Kita harus segera selesaiin ini." ucap Andra.


Taman belakang sekolah.


Ya Andra membawa gadisnya ke taman belakang sekolah, agar tidak ada yang menggangu mereka.


Pemuda itu mendudukkan Manda di bangku yang ada di sana dan dia duduk di sampingnya.


" Mau ngapain ngajak aku ke sini?." tanya Manda tanpa menatap wajah Andra.


" Maaf."

__ADS_1


" Aku minta maaf, mungkin sifat aku kemarin menurut kamu berlebihan. Tapi itu adalah cara aku untuk menjaga orang yang aku cintai supaya tidak perpaling dan pergi ninggalin aku. Sedari kecil aku gak suka apapun yang udah jadi milik aku di sentuh atau di ambil oleh orang lain."


" Posesif memang. Tapi percayalah aku posesif karena aku cinta dan sayang banget sama kamu. Aku gak mau kehilangan kamu." ucap Andra menjelaskan panjang dan lebar.


Manda menundukkan kepalanya, mata gadis itu memanas. Manda terharu mendengar penjelasan Andra.


" Hiks... hiks." akhirnya sebuah isakan kecil muncul.


" Hey, kenapa nangis hm?." tanya Andra lembut menangkup wajah gadisnya.


" Ma-maafin Man-da hiks." ucap Manda terbata-bata.


" Kenapa minta maaf? Kamu gak salah wajar kalau kamu kesel." ucap Andra.


" Manda udah kekanak-kanakan." ucap Gadis itu.


Andra tersenyum kecil, segera di bawanya gadis itu ke dekapannya. Di tumpukan nya dagunya di puncak kepala gadis itu.


" Syutt udah nangis lagi." ucap Andra menenangkan.


Perlahan suara isakan tak terdengar lagi di gantikan dengan nafas yang teratur. Andra dengan pelan melonggarkan pelukannya dan di lihatnya ternyata gadisnya tertidur.


Andra tertawa kecil di buatnya. Bagaimana gadisnya begitu menggemaskan seperti ini.


Dengan gerakan pelan Andra mengangkat tubuh gadisnya dan menggendongnya di depan ala koala. Wajah Manda berada di pundaknya dan kaki Manda melingkar di pinggang nya.


...******** ...


Di Kantin


Reno, Nissa, Derry, dan Bara tengah duduk dan menikmati makanan mereka di selingi dengan obrolan ringan.


" Si bos kemana?." tanya Bara.


" Kagak tau gue. Lo tanya Nissa tuh kan tadi si bos jalan duluan." ucap Derry lalu melahap siomay nya.


Bara mengalihkan perhatian nya ke Nissa.


" Tadi pergi berdua sama Manda gak tau kemana." ucap Nissa


" Wah pasti mojok nih." ucap Bara menggebu-gebu.


" Yah biarin aja orang punya pacar. Emang kayak Lo." ucap Derry dengan nada seperti mengejek.


" Cih dirinya sendiri gak ngaca. Malah ngatain orang." sinis Bara.


... **********...


Andra membawa gadisnya ke uks. Setelah membaringkan tubuh Manda kini Andra ikut membaringkan tubuhnya di samping gadis itu.


Tenang saja Andra sudah mengunci pintunya.


Di pandanginya wajah damai gadisnya yang terlelap. Tangan kekar itu bergerak mengelus pipi chubby Manda.


" Aku beruntung banget bisa milikin kamu sayang." ucap Andra lirih.


" Setelah lulus kuliah nanti aku bakal lamar kamu dan jadiin kamu milik aku seutuhnya." ucap Andra lagi. Lalu memeluk gadisnya dan ikut terlelap.


Jangan lupa like dan komen nya ya teman-teman.


Dukungan kalian sangat berarti bagi author.


See you next 👋

__ADS_1


Terima kasih semua.😊🥰


__ADS_2