
Happy Reading π
" Hallo aunty Manda.β Ujar Nissa menirukan suara anak kecil sembari menggerakkan tangan sang anak yang berada di gendongannya, seolah menyapa.
β Aaa Yumi. Aunty kangen sama kamu.β Girang Manda mengambil alih bayi berusia 5 bulan itu dari gendongan Nissa.
Gemas Manda mendaratkan ciuman bertubi-tubi di pipi gembul itu. β Gemes banget sih hmm.β
β Ekhem,, gue gak di suruh masuk nih.β Dehem Nissa guna menyadarkan Manda yang masih asyik dengan anaknya.
β Eh iya. Ayo masuk Nis, Kak Reno.β Cengir Manda. Ia masuk lebih dulu di ikuti Reno dan Nissa di belakangnya.
β Siapa yang datang by?.β Tanya Andra yang sedang berada di ruang tengah.
β Kak Reno sama Nissa.β Jawab Manda dengan Yumi yang masih berada di gendongannya duduk di sebelah Andra. Segera Andra mengambil alih bayi gembul itu dari gendongan sang istri. Bayi itu terlihat nyaman berada di gendongan Andra terbukti dari mata Yumi yang perlahan memejam. Padahal matanya tadi masih terbuka lebar.
β Kapan lo nyusul punya anak? Biar Yumi ada temen.β Tanya Reno membuka obrolan. Fokus Andra pada Yumi teralih, ia menoleh ke arah Reno.
β Lagi usaha doain aja.β Jawab Andra.
Di dapur.
β Ngapain ikut ke dapur Nis? Udah di sana aja. Kamu kan tamu.β Ucap Manda.
β Kita udah kenal berapa tahun sih Man? Masih aja begitu!!!.β Kesal Nissa. Manda hanya meringis.
Karena sebentar lagi waktun makan malam Manda dan Nissa memasak, mumpung Yumi sedang anteng bersama Reno dan Andra. Jadi Nissa bisa tenang membantu Manda memasak.
Saat sedang tenang memasak Manda tiba-tiba merasa mual, ia segera ke wastafel
Huekβ¦huekβ¦huek.
β Eh.. Man, Lo kenapa?.β Panik Nissa mendekati Manda dan memijat tengkuknya.
β Jauh-jauh Nis!!.β Ucap Manda pelan.
Nissa tak menghiraukan ia masih tetap memijat tengkung Manda. β Udah enakan?.β Tanya nya setelah Manda berhenti memutahkan isi perutnya.
Manda mengangguk, ia lantas membasuh bibirnya dan berbalik ke arah Nissa.
β Perut aku gak enak. Rasanya mual terus. β Adunya.
β Duduk dulu.β Ucap Nissa menuntun Manda untuk di kursi meja makan. Setelah itu ia membuat teh hangat untuk Manda.
β Lo sakit? Kenapa gak bilang gue sih ? Perasaan tadi pagi masih sehat aja.β Tanya Nissa beruntun.
β Aku gak papa kok. Akhir β akhir ini memang aku sering muntah, perutku gak enak, pusing, sama lemes juga. Mungkin cuma masuk angin aja.β Jawab Manda.
Nissa diam sejenak mencerna apa yang di ucapkan Manda.β Jangan β jangan lo hamil Man. Yang lo bilang tadi sama kayak yang gue rasain pas hamil Yumi.β Ucap Nissa menatap Manda.
__ADS_1
Manda diam membeku.
β Udah coba lo cek ?.β Tanya Nissa yang tak bisa menyembunyikan raut bahagianya.
Manda menggeleng. β Belum. Aku takut kecewa kalau hasilnya gak seperti yang di harapkan.β Jawab Manda.
β Jangan gitu dong. Kan gak ada salahnya di coba dulu. Untuk masalah hasil kita serahkan kepada Tuhan. Yang terpenting kita usaha dan berdoa.β Bujuk Nissa.
Benar kata Nissa. Tidak ada salahnya mencoba dulu, jika hasilnya positif Manda akan sangat bersyukur dan jika hasilnya negative mungkin memang belum rezekinya.
β Hm. Besok aku cek.β Putus Manda.
β Gitu dong. Jangan lupa ya kabarin gue nanti hasilnya.β Ucap Nissa senang. Manda pun mengangguk.
Setelah Manda merasa mendingan keduanya melanjutkan acara memasaknya.
...********...
β Muka kamu pucet. Kamu sakit?.βtanya Andra khawatir saat melihat wajah Manda yang pucat tak seperti biasanya.
β Aku gak pa--.β Ucapan Manda belum selesai rasa mual kembali datang membuatnya berlari ke kamar mandi.
Huekβ¦huekβ¦huekβ¦
Andra semakin panik saat mendengar sang istri yang muntah-muntah, ia lantas segera menyusulnya. Dan dengan telaten memijat tengkuk Manda. Ia tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.
Setelah beberapa menit akhirnya Manda berhenti muntah-muntah, karena tubuhnya lemas dan kepala hampir saja ia luruh kelantai jika suaminya tak menahannya. Andra menggendong Manda keluar dari kamar mandi dan membaringkannya di ranjang. Lalu ia mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter keluarganya.
β Pusing hiks..." Jawab Manda dengan terisak pelan.
β Iya sebentar lagi dokternya datang. Sabar ya sayang." Ucap Andra mencium tangan Manda.
Tok tok tok
β Tuan, dokter sudah datang.β Ucap Bibi.
Andra bangkit dan berjalan untuk membuka pintu.
β Periksa istri saya.β Titah Andra.
β Baik tuan.β Jawab dokter itu. Untung saja dokter keluarganya itu seorang wanita, jadi Andra tenang.
Dokter pun mulai memeriksa Manda. β Gejala apa yang nona rasakan?.β Tanya nya.
β Mual, muntah, pusing, badan saya lemas dok.β Jawab Manda. Andra diam menyimak.
Dokter mengagguk. β Sudah berapa lama?.β Tanyanya lagi.
β Akhir- akhir ini dok.β Jawab Manda.
__ADS_1
Dokter tersenyum tipis. β Begini tuan, menurut gejala yang di rasakan oleh istri anda, Istri anda saat ini sedang hamil. Karena saya bukan dokter kandungan saya sarankan untuk periksa ke dokter kandungan atau di cek menggunakan testpack.β Jelasnya.
Andra diam membeku masih mencerna apa yang di dengarnya. Istrinya hamil? Anak yang di nanti nya kini telah hadir di dalam perut istrinya.
Meskipun belum pasti tapi tak bisa di pungkiri ia bahagia sekaligus terharu. Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan betapa bahagianya ia.
" Baiklah. Kalau begitu saya permisi." Pamit Dokter.
" Terima Kasih dok." Ucap Manda. Dokter pun mengangguk lalu segera beranjak dari sana. Karena tak mau mengganggu momen bahagia suami istri itu.
" Sa-yang. Di sini ada anak kita." Ucap Andra dengan nada bergetar, tangan kekarnya bergerak mengelus perut rata sang istri.
" Tapi itu belum pasti kak. Aku belum cek." ucap Manda.
" Meski belum pasti. Aku yakin anak aku udah tumbuh di perut kamu." Ucap Andra penuh dengan keyakinan.
" Kamu tunggu sini!! Aku keluar sebentar." Lanjut Andra. Lelaki itu lantas meraih jaket dan kunci mobilnya. Sebelum keluar ia membubuhkan kecupan ringan di kening istrinya.
" Semoga aku beneran hamil. Aku gak mau buat kak Andra kecewa." Gumam Manda mengelus perutnya.
...*****...
Dengan tangan gemetar Manda memegang testpack. Di testpack itu terdapat dua garis yang berarti dirinya saat ini positif hamil. Air mata bahagia mulai mengalir di pipinya. Ada rasa tak percaya bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu.
" Sayang !!. Kamu gapapa kan di dalem?. Kenapa lama?." tanya Andra khawatir. Pasalnya sudah 15 menit berlalu tapi istrinya tak kunjung keluar.
Ceklek.
Manda keluar dengan mata sembabnya tak lupa testpack berada di tangannya.
Andra memegang bahu Manda, menatapnya dengan raut wajah khawatir. " Kamu nangis? Kenapa hm? Ada yang sakit? Gimana hasilnya?." tanya Andra beruntun.
Manda tak menjawab, wanita itu menyerahkan testpack yang berada di tangannya pada Andra.
Andra menerima testpack itu dan melihatnya dengan bingung. " Ini apa maksudnya?." tanyanya.
" Aku hamil kak!! Di perutku ada anak kita." jawab Manda dengan raut wajah bahagia. Di ikuti air mata kebahagiaan yang kembali mengalir.
Andra langsung memeluk sang istri erat. " Terima Kasih by. Kamu udah buat aku jadi orang yang paling beruntung." ucap Andra bergetar.
Ia lantas melepas pelukannya lalu berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan perut Manda.
" Hallo nak. Ini Daddy. Terima Kasih sudah hadir dan melengkapi keluarga kecil kita. Daddy janji akan jaga kamu dan mommy. Daddy sayang kamu." ucap Andra lalu mencium perut rata itu.
Manda terharu melihat itu. Malam ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi keduanya.
" Besok kita periksa ke dokter kandungan ya." ajak Andra. Manda mengangguk.
See you next π
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya yaπ
Terima Kasih.