MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 41


__ADS_3

Happy Reading 😊


Di rumah Nissa.


Sesampainya di rumah Nissa ternyata bukan hanya Andra yang ikut tapi Reno juga berada di sana. Kedua laki-laki posessive itu tidak akan membiarkan gadisnya bersama pria lain meskipun hanya untuk mengerjakan tugas sekolah.


Mereka semua sedang berada di ruang tamu. Manda dan Nissa beserta tiga orang temannya duduk di dekat meja, sedangkan Andra dan Reno duduk tak jauh dari mereka.


" Ini non makanan ringan sama minuman nya." ucap Bibi meletakkan nampan di meja.


" Terima Kasih bi." ucap Nissa.


" Iya non. Bibi permisi dulu." ucap Bibi berlalu pergi kembali ke dapur.


Manda berdiri sembari membawa 2 gelas minuman dan beberapa makanan, membawa nya menuju Andra.


" Ini." ucap Manda meletakkan minuman itu di depan Andra.


" Inget jangan banyak interaksi sama cowok lain!! Duduknya jauhan!!." ucap Andra memperingati Manda sekali lagi.


" Iya-iya. Aku ke sana dulu." ucap Manda lalu kembali menuju teman-temannya.


Ketiga temen Manda dan Nissa merasa sedikit agak canggung sekaligus merinding. Terlebih lagi Rizky dan Ilham yang sedari tadi di tatap tajam oleh Andra dan Reno.


" Sini Ky aku bantu. Biar aku yang dekte kamu yang ngetik." ucap Manda berpindah duduk di samping Rizky. Sepertinya gadis itu melupakan peringatan dari sang kekasih.


" Eh..gak usah Man. Gue bisa kok. Mending Lo bantuin Nissa sama Veli aja." ucap Rizky panik. Bagaimana nasib nya nanti?


" Aduh mampus gue." batinnya.


Andra melotot saat melihat gadisnya duduk tepat di samping cowok lain. Ia pun berdehem cukup keras.


" Ekhem." Manda menoleh lalu menyengir saat mendapat pelototan dari sang kekasih. Gadis itu meletakkan kembali kertas yang di pegang nya di meja.


" Ky maaf ya. Aku gak bisa bantu. Aku mau bantu Nissa dulu." ucap Manda merasa bersalah dan tidak enak. Padahal tadi dirinya sendiri yang menawarkan bantuan.


Setelah mendapat anggukan dari Rizky gadis itu kembali ke tempat nya semula.


...****************...

__ADS_1


Tak terasa 1 jam sudah berlalu.


Tugas kelompok pun sudah selesai di kerjakan dan kini Rizky, Ilham, dan Veli akan pulang. Nissa mengantar ketiganya ke depan.


" Nis makasih ya. Kita pulang dulu." ucap Veli.


" Iya sama-sama. Kalian hati-hati." ucap Nissa.


" Gimana udah puas dekat sama cowok lain." ucap Andra menyindir Manda.


" Kamu apaan sih!! Aku tadi kerja kelompok bukan lagi deketin cowok lain." ucap Manda sebal karena sedari tadi Andra tak berhenti menyindir nya.


Karena hari sudah sore Andra dan Manda berpamitan pulang. Selama perjalanan Manda hanya diam dengan wajah sebalnya. Andra pun hanya diam tak berniat untuk mengajak bicara gadis itu.


Bahkan setelah mengantar gadisnya pulang Andra tanpa bicara apapun langsung pergi dari sana.


" Cewek nya marah bukan nya di bujuk malah ikut marah, mana di tinggal lagi!! Awas aja besok bakal aku cuekin!!." gerutu Manda menatap kepergian Andra dengan kesal. Kaki nya ia hentakkan ke tanah untuk melampiaskan kekesalannya.


" Manda, ngapain berdiri di situ ayo masuk!! udah mau magrib." ucap Lisa. Manda menoleh lalu berlari kecil menuju bundanya dan menyaliminya.


" Di antar siapa tadi hm?." tanya Lisa.


" Kenapa gak di suruh mampir dulu?." tanya Lisa lagi. Ibu dan anak itu masuk ke dalam rumah.


" Gak ah males." ucap Manda dengan wajah juteknya.


" Eh.. eh kenapa kok gitu wajahnya? Lagi berantem?." tanya Lisa.


" Manda sebel bunda. Masa tadi waktu Manda kerja kelompok di rumah Nissa, kak Andra ikut. Terus tadi pas Manda mau bantuin temen Manda yang namanya Rizky, kak Andra pelototin Manda, bunda. Pas temen Manda udah pulang semua Kak Andra terus nyindir Manda. Manda kan sebel yaudah deh Manda marah gak ngomong. Eh malah kak Andra ikutan marah juga dan gak mau ngomong sama Manda." ucap Manda mengadukan kejadian tadi pada bundanya. Lisa yang mendengarnya tersenyum kecil.


" Bunda kok senyum?." tanya Manda heran.


" Cerita kamu ngingetin Bunda waktu zaman masih muda Ayah sama Bunda. Ayah mu dulu posessive banget sama Bunda dan cemburuan juga, sama persis kayak Andra ke kamu. Setiap ada cowok yang deketin bunda langsung di tonjok sama ayah mu." ucap Lisa mengenang kembali kisah cinta masa muda nya.


" Terus terus bunda." desak Manda antusias.


" Udah ah. Sana mandi, bersih-bersih. Anak gadis gk boleh mandi malem-malem." ucap Lisa sedikit mendorong pelan tubuh anak gadisnya.


" Ekhem." dehem seseorang di belakang Lisa, membuat wanita itu berjingkit kaget.

__ADS_1


" Ih mas ngagetin aja." kesal Lisa memukul pelan lengan suaminya.


Ya, yang mengejutkan Lisa tadi Rega. Saat memasuki rumah tadi ayah satu anak itu di buat heran karena tidak biasanya rumah sepi, biasanya sang istri akan menyambutnya saat dirinya pulang dari kantor, tapi tadi tidak ada. Dan saat sampai di ruang keluarga, ia melihat istrinya sedang berdiri di sana. Jiwa jahilnya muncul, Rega pun berjalan mengendap-endap untuk mengejutkan istrinya.


Rega tertawa lalu memeluk mesra Lisa dan mengecup keningnya. " Maaf sayang. Kenapa kamu berdiri di sini?." tanya Rega sembari membawa Lisa duduk di sofa.


" Itu loh anak kamu lagi sebel sama pacarnya." jawab Lisa menyandarkan tubuhnya di dada bidang sang suami. Lisa menceritakan kembali cerita putrinya tadi pada suaminya.


Di kamar Manda.


Setelah selesai mandi dan bersih-bersih Manda langsung tertidur pulas karena kelelahan.


...****************...


Andra baru sampai di rumahnya sekitar dua menit yang lalu.


" Kok baru pulang? dari mana?." tanya Yoga yang duduk di ruang tengah sembari membaca koran di temani secangkir kopi.


" Habis nemenin Manda kerja kelompok." jawab Andra duduk di samping papanya dan menaruh tasnya di sebelah nya.


" Manda yang minta di temani atau kamu yang memaksa ikut?." tanya Yoga yang sudah hafal dengan sifat putra nya. Posessive pada pasangan. Tentu saja itu menurun darinya.


" Aku yang memaksa ikut." jawab Andra tenang.


Lalu tidak ada obrolan lagi keheningan melanda antara Ayah dan putranya itu.


Andra bangkit dan berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.


15 menit kemudian Andra keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lebih segar dari sebelumnya. Andra keluar hanya dengan handuk yang melingkar di pinggang nya dan bagian atas yang topless. Menampakkan perut sixpack nya yang menggoda. Apalagi di tambah tetesan air yang menetes dari rambut nya menambah kesan seksi. Pemuda itu berjalan menuju ruang ganti.


Setelah itu Andra membaringkan tubuhnya di atas kasur. Memeriksa ponselnya dan ternyata tidak ada pesan dari gadisnya. Andra melempar asal ponselnya.


Kenapa gadis itu marah? Kan seharusnya di sini dia lah yang harus marah. pikir Andra.


Jangan lupa like dan komen ya teman-teman.


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


See you next 👋

__ADS_1


Terima Kasih 🙏😊


__ADS_2