
Happy Reading 😊
Manda, saat ini gadis itu masih di rumah kekasihnya. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi pemuda itu sepertinya enggan untuk memulangkan Manda.
Setelah makan malam tadi Desi dan Yoga memutuskan untuk langsung ke kamar, dan tinggal lah Andra dan Manda yang masih di ruang keluarga.
" Ayo anterin aku pulang." entah sudah berapa kali Manda minta di antar pulang tapi tak di hiraukan oleh Andra.
" Ayo ihh... Jangan pura-pura gak denger." rengek Manda menarik-narik tangan Andra supaya bangun dari duduknya.
Bukannya bangun Andra justru menarik gadis itu hingga duduk di pangkuannya. " 10 menit lagi sayang. Aku masih kangen kamu." bisik Andra dengan suara seraknya tepat di telinga Manda membuat gadis itu merinding.
" Janji ya 10 menit lagi. Anterin aku pulang." ucap Manda di balas deheman oleh Andra.
...***********...
Mobil Andra berhenti tepat di depan rumah Manda.
Manda melepas sabuk pengamannya." Aku masuk dulu ya. Jangan kebut-kebutan bawa mobilnya."
Andra mengangguk lalu menarik kepala Manda dan mel*mat bibir pink itu. Setelah puas Andra melepas ciumannya, dan beralih mengecup lama kening gadis itu.
" Langsung tidur. Jangan main ponsel." ucap Andra memperingati.
Manda mengangguk dan keluar dari mobil Andra. As Setelah memastikan gadisnya sudah masuk barulah Andra menjalankan mobilnya membelah jalanan yang lenggang.
...**********...
Karena hari ini adalah jadwal piket Manda, keduanya berangkat pagi-pagi sekali. Koridor sekolah tampak sangat sepi saat Andra dan Manda datang. Hanya ada beberapa siswa yang duduk-duduk di tepi lapangan.
Selama perjalanan menuju kelas Manda, Andra merangkul mesra pinggang ramping gadisnya.
Kelas 10 Mipa 2.
Setibanya di kelas Manda langsung melaksanakan tugas piketnya dengan di temani oleh sang kekasih. Sesekali juga Andra membantu Manda.
" Capek hmmm." ucap Andra mengusap peluh di kening gadisnya.
Manda mengangguk, menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya.
" Makan dulu bekalnya. Kamu tadi belum sarapan." ucap Andra.
Manda kembali menegakkan badannya, dan membuka bekal yang di siapkan oleh bundanya tadi. Mulai memakannya dan sesekali menyuapi Andra yang di terima dengan senang hati oleh sang empu.
Mereka berdua menikmati momen kebersamaan itu. Hingga tak terasa bel masuk sudah berbunyi dan anak-anak kelas Manda sudah berdatangan.
" Sampai ketemu istirahat nanti. Aku ke kelas dulu." pamit Andra lalu keluar dari sana dan menuju kelasnya.
__ADS_1
" Hadeh masih pagi juga udah di suguhi adegan romantis." celetuk Nissa duduk di kursinya. Sementara Manda hanya tersenyum malu-malu. Tak lama kemudian guru datang dan pelajaran di mulai.
...****************...
Bunyi bel istirahat sudah berdering dengan nyaring nya. Seperti biasa Andra dkk ke kelas Manda dan Nissa lebih dulu sebelum ke kantin.
Keempat pemuda itu sudah nangkring di depan kelas 10 Mipa 2.
" Kiw-kiw cewek."
" Bagi nomernya dong."
" Duh cantik banget sih."
" Jadi pacar Abang mau ga."
Duo playboy cap badak mulai melancarkan aksinya menggoda adek kelas yang lewat.
" Tobat Lo berdua. Jangan mainin cewek terus. Inget nyokap Lo berdua cewek." ucap Reno memberikan wejangan.
" Dengerin apa kata Reno." ucap Andra.
" Iya bos. Gue juga lagi nyari yang bisa di ajak serius cuma belum Nemu aja. Ya gak Bar." ucap Derry.
" Yoi." sahut Bara.
Tak lama kemudian Manda dan Nissa keluar sembari bercanda ria.
Lalu mereka menuju kantin. Tiba-tiba.....
Bruk.
" Awsshh." ringis Manda saat seorang siswa dari arah berlawanan menabraknya.
" Eh, eh sorry ya gak sengaja. Ayo gue bantu." ucap siswa itu mengulurkan tangannya yang langsung di tepis oleh Andra.
" Jangan sentuh milik gue." desis Andra menatap tajam siswa itu.
" Sekali lagi maaf ya." ucap siswa itu.
" Iya gapapa." ucap Manda sedikit merapikan seragam nya. Gadis itu mengangkat wajahnya untuk melihat orang yang menabraknya.
" Loh Manda!!." ucap siswa itu kaget.
" Siapa ya?." tanya Manda bingung.
" Gue Gibran tetangga Lo dulu." jawab siswa yang bernama Gibran itu. Manda diam mencoba mengingat.
__ADS_1
" Gibran yang dulu rumahnya di depan rumahku. Anak kecil yang gendut dulu?." tanya Manda memastikan.
Gibran mengangguk, reflek Manda memeluk leher Gibran." Aaaa...Kangen banget sama kamu. Kamu kemana aja sih? Ngilang gak ada kabar." cerosos Manda. Tanpa tau Andra sudah seperti kebakaran jenggot. Hatinya panas terbakar api cemburu.
" Alarm bahaya gue bunyi nih." batin Derry.
" Bentar lagi sih bos bakal ngamuk." batin Bara cemas.
" Aduh Manda kenapa pakek acar pelukan segala sih." batin Nissa risau.
Sudah tak tahan lagi Andra menarik paksa Manda dan memberi Bogeman pada Gibran.
Bughh..
" Andra!!! Kamu apa-apaan sih." sentak Manda tidak terima lalu membantu Gibran berdiri.
Andra mencengkram pergelangan tangan gadisnya kuat." Kamu yang apa-apaan. Berani pelukan sama cowok lain di depan aku. HAH!!." bentak Andra.
" Tadi aku cuma reflek, seneng karena udah lama gak ketemu dia." jelas Manda.
" Kamu cuma milik aku dan aku gak suka milikku di sentuh orang lain. Ngerti!!." ucap Andra tegas. Manda hanya bisa mengangguk tak ingin memperpanjang masalah dan membuat Andra tambah marah.
Andra menarik Manda dan membawanya ke kantin lebih dulu meninggalkan teman-temannya.
" Bro. Maafin temen gue ya. Dia emang sedikit posessive sama ceweknya." ucap Derry mewakili Andra meminta maaf pada Gibran.
...****************...
Seperti nya suasana hati Andra masih buruk, terbukti saat Manda mengajak bicara Andra diam saja tidak menanggapi. Segala bujuk rayu yang Manda lakukan tidak ada yang berhasil.
Bahkan saat ini Manda bukannya pulang ke rumahnya malah ikut pulang ke rumah Andra dan keduanya kini berada di kamar pemuda itu.
" Udah dong jangan diemin aku terus."
" Aku habis jatuh Loh tadi lutut aku sakit. Bukannya di sayang aku malah di cuekin sama kamu." cerosos Manda.
" Aku minta maaf hmmm. Tadi beneran cuma reflek." ucap Manda dengan manja. Gadis itu memberanikan diri duduk di pangkuan Andra.
" Jangan cuekin aku lama-lama. Aku Emmppp-- ." ucapan Manda terpotong karena lum*tan kasar di bibirnya.
Andra mel*mat bibir gadis itu dengan kasar seolah melampiaskan rasa cemburunya. Ciuman berlangsung cukup lama hingga di rasa gadisnya mulai kehabisan nafas barulah Andra melepas lum*tanya.
Di usapnya bibir yang bengkak itu dengan ibu jarinya. Mengusap lembut pipi chubby gadis itu lalu menyatukan kening nya dengan kening gadisnya.
" Jangan berani bersentuhan dengan lelaki lain selain aku dan ayah mu." ucap Andra tegas.
" Kalau kamu ngelanggar, Aku gak akan segan-segan buat cowok itu masuk rumah sakit." ucap Andra tegas.
__ADS_1
" Kamu udah janji gak akan nyakitin orang lagi." ucap Manda.
" Persetan dengan janji itu." sergah Andra lalu memeluk erat gadisnya.