
Dipagi hari yang cerah ini, Andra sudah berada didepan rumah gadisnya. Ia berencana berangkat sekolah bersama gadisnya, ingin memberitahu semua orang bahwa Manda miliknya, gadisnya. Ya meskipun semua sudah mengetahui ia ingin menegaskan sekali lagi supaya taka da yang berani mengganggu gadisnya. Pemuda itu turun dari motornya dan merapikan seragamnya, tak mungkin kan ia bertemu dengan calon mertuanya dengan seragam yang berantakan. Setelah selesai ia berjalan memencet bel. Tak lama kemudian pintu terbuka menampilkan seorang wanita patuh baya yang tak lain adalah ibu dari kekasihnya. Andra segera menyalimi wanita itu sebagai bentuk kesopanan.
“Loh Andra. Mau jemput Manda ya.” Ucap Lisa.
“Iya tante.” Jawab Andra.
“Aduh kan udah pernah dibilangin jangan panggil tante tapi panggil bunda.” Ucap Lisa gemas. Sedangkan pemuda itu hanya mengusap tengkuknya kikuk.
“Yaudah ayo masuk. Ikut sarapan.” Ajak Lisa berjalan menuju meja makan diikuti oleh Andra.
“Siapa yang dateng bun.?” Tanya Rega.
“Andra yah.” Ucap Lisa mulai mengambilkan makanan untuk sang suami.
“Cari Manda, anaknya masih tidur. Kamu keatas aja, bangunin dia.” Ucap Rega. Ia percaya pemuda itu tak akan macam-macam. Ia melihat tatapan cinta yang tulus pemuda itu pada anak gadisnya.
“Boleh om.” Tanya Andra memastikan.
“Boleh. Tapi ingat batasan.” Jawab Rega. Andra segera menaiki tangga menuju kamar gadisnya. Setibanya disana ia membuka pintu kamar pelan dan berjalan dengan hati-hati mendekati ranjang.
Terlihat gadisnya masih terlelap dibungkus dengan selimut tebal. Pemuda itu duduk ditepi ranjang, tangannya menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah gadis itu. Dipandang nya wajah cantik itu tangan nya bergerak mengelus pipi cubby gadisnya. Hanya dengan memandang wajah gadisnya, sudah membuat jantung pemuda itu berdebar kencang.
__ADS_1
“Bangun by.” Ucap Andra.
Gadis itu hanya menggeliat tak menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Andra yang gemas langsung saja menciumi pipi cubby itu. Merasa terusik akhirnya Manda membuka matanya, mengumpulkan kesadarannya sejenak kemudian menoleh kesamping. Matanya membulat melihat siapa yang ada dikamarnya.
“Kak Andra kok bisa ada dikamar Manda.?” Tanya Manda kaget.
“Jemput kamu. Mandi, siap-siap, abis itu turun kebawah sarapan.” Ucap Andra mengelus surai gadis itu sebelum berlalu.
“Manda malu banget. Kak Andra liat wajah bangun tidur Manda.” Ucap Manda berguling-guling diranjang dengan tangan menutup wajahnya.
Gadis itu beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk bersiap-siap. Sementara Andra turun setelah membangunkan gadisnya.
“Kamu serius dengan anak saya.” Tanya Rega menatap pemuda itu dengan serius.
“Baiklah. Tolong jaga dia. Jangan buat dia menangis dan jangan menyakitinya. Jikalau itu terjadi aku akan menjauhkannya darimu. Jangan harap bertemu dengan putriiku lagi.” Ucap Rega memberi peringatan.
“Saya tidak bisa berjanji, tetapi saya akan berusaha. Manda adalah hidup saya. Cinta pertama dan terakhir saya.” Ucap Andra dengan sungguh-sungguh.
15 menit kemudian gadis itu sudah selesai bersiap-siap lalu ia turun dengan menenteng tas dipundaknya.
“ Pagi semua.” Sapa Manda mencium pipi ayah dan bundanya setelah itu duduk disebelah Andra.
__ADS_1
“Pagi juga sayang.”
“Pipi ku gak dicium juga by.” Bisik Pemuda itu yang langsung dihadiahi cubitan dipinggangnya. Sarapan pun dimulai dengan tenang. Selesai sarapan mereka berdua pamit berangkat sekolah.
. ***
Setelah 10 menit perjalanan akhirnya keduanya sampai disekolah. Selesai memarkirkan motor pemuda itu menggenggam tangan Manda. Namun gadis itu berusaha melepaskan genggaman Andra.
“Kenapa.?” Tanya Andra heran.
“Malu.” Cicit Manda ia tak suka menjadi pusat perhatian.
“Apa liat-liat. Mau gue colok hah.” Bentak Andra saat melihat banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya dan gadisnya. Membuat gadisnya tak nyaman. Ia kembali mengggenggam tangan mungil itu berjalan menuju kelas gadis itu.
10 Mipa 2
“Nanti istirahat jangan keluar dulu.” Ucap Andra. Gadis itu mengangguk.
“ Kakak jangan bolos lagi. Awas aja.” Ancam Manda menatap galak kekasihnya. Sementara yang ditatap hanya terkekeh. Bukannya menakutkan malah terlihat menggemaskan.
“Iya iya sana masuk.” Ucap Andra mencium kening gadis itu sekilas lalu pergi dari sana. Anak kelas itu yang melihat adegan sepasang kekasih itu memekik histeris. Sementara Manda tersipu malu semburat meruh muncul dipipinya.
__ADS_1
"Cie yang abis dianter pacar plus dikecup keningnya.” Ledek Nissa. Saat ia baru datang sudah disuguhi oleh adegan uwuw membuat jiwa jomblonya meronta-ronta.
“ Nissa ihh. Manda malu.” Ucap Manda memegang pipinya yang terasa hangat. Mereka berdua memasuki kelas dan duduk di bangku. Saat memasuki kelas, Manda mendapat sorakan dari teman-temannya. Mereka semua mendukung hubungan Manda dan Andra, menurut mereka lebih cocok Andra dengan Manda dari pada dengan nenek lampir yang tak lain adalah Amel.