
Happy Reading 😊
" Manda. Ayo turun sayang. Makan malam dulu." teriak Lisa pada anaknya yang berada di lantai dua.
" Iya bunda, sebentar." sahut Manda lalu kembali fokus pada layar ponselnya yang terhubung panggilan video dengan sang kekasih.
" Aku tutup dulu ya. Bunda udah manggil." ucap Manda.
" Hm. Makan yang banyak."
" Iya. Kamu juga jangan lupa makan."
" Hm. Love you."
" Love you too."
Tut.
Meninggalkan ponsel nya di kamar, Manda turun ke bawah untuk makan malam. Gadis itu menuruni tangga dengan bersenandung ringan. Manda terlihat begitu menggemaskan, tubuhnya yang mungil terlihat tenggelam oleh kaos oversize yang di pakainya dan jangan lupakan training panjang nya.
Sesampainya di meja makan Manda mencium pipi Rega dan Lisa berganti lalu duduk di tempatnya. Lisa mengisi piring suami dan anaknya. Mereka pun makan dengan tenang.
Usai makan malam, Manda beserta kedua orang tuanya berada di ruang keluarga, menonton televisi.
Dengan Rega yang berada di tengah-tengah dua wanita yang paling berharga di hidupnya. Di sebelah kanan ada Lisa yang di rangkulnya dan di sebelah kiri ada Manda yang menidurkan kepalanya di paha Rega. Keluarga yang harmonis bukan.
"Gimana sekolah kamu nak?." tanya Rega pada putrinya. Karena kesibukannya sebagai pengusaha membuatnya jarang berada di rumah. Rega begitu merindukan momen ini, momen dimana ia mendengar segala cerita keseharian putrinya, baik tentang sekolah, teman, maupun asmara nya.
Waktu berlalu begitu cepat, rasanya baru kemarin ia mengajari putri satu-satunya itu berjalan, tapi kini putrinya sudah remaja dan bahkan sudah memiliki seorang kekasih.
" Baik ayah. Manda seneng sekolah di sana." jawab Manda tersenyum.
" Nggak ada yang jahatin putri ayah lagi, kan?." tanya Rega sedikit khawatir.
Manda menggeleng." Enggak ada kok yah. Ada kak Andra yang selalu jagain Manda." jawab Manda mendongak menatap wajah ayahnya.
Gadis itu bangkit dari berbaring nya." Oh iya bunda tadi waktu di sekolah Manda ketemu sama Gibran." ucap Manda mulai bercerita pada bundanya.
" Gibran. Gibran siapa?." tanya Lisa.
" Itu loh yang dulu rumahnya ada di depan rumah kita." ucap Manda dengan antusias.
Lisa diam mencoba mengingat." Ohh Gibran anaknya Tante Elok?." ucap Lisa. Manda mengganguk.
" Bunda udah lama banget gak ketemu sama Tante Elok. Besok kamu bilang ke Gibran ya suruh main ke rumah sama mamanya. Bilang bunda kangen gitu." ucap Lisa berpesan pada Manda.
" Iya bunda. Besok kalau Manda ketemu sama dia, Manda bilang." ucap Manda.
Dulu memang saat mereka masih bertetangga, kedua keluarga itu sangat dekat. Tak hanya para orang tua yang dekat, anak mereka pun juga dekat dan selalu bermain bersama. Para orang tua yang melihat kedekatan anak mereka bahagia dan sempat ada candaan akan menjodohkan keduanya saat besar nanti. Namun itu hanya sebuah candaan.
__ADS_1
...****************...
Skip pagi harinya.
Di rumah Andra.
Andra dan kedua orang tuanya sedang sarapan pagi sebelum memulai aktivitas mereka.
" Bagaimana sekolah mu boy?." tanya Yoga sang kepala keluarga.
" Baik, seperti biasa." jawab Andra lalu menyuap makanan ke dalam mulutnya.
Yoga mengangguk paham." Sebentar lagi kamu lulus. Sudah di pikirkan mau lanjut kemana?."
" Hm. Aku mau lanjut kuliah di sini." jawab Andra.
" Kenapa gak kuliah di luar negeri? Bukankah itu keinginan kamu dari dulu?." tanya Yoga dengan heran.
Andra sudah menduga papanya akan bertanya begitu." Hm itu dulu. Sekarang aku gak bisa jauh dari gadisku." jawab Andra.
Yoga mengangguk-anggukan kepalanya." Baiklah kalau memang itu sudah jadi keputusan kamu. Papa dan Mama akan selalu mendukung." ucap Yoga yang di angguki juga oleh Desi.
Inilah yang Andra suka dari orang tuanya, mereka tidak pernah memaksa kehendak mereka pada nya justru mereka selalu mendukung apapun pilihannya selama itu bagus untuk dirinya. Dan Andra bersyukur memiliki orang tua seperti mereka.
" Kuliah lah dengan benar. Setelah lulus kuliah segera halalkan gadismu dan ambil alih perusahaan papa. Mengerti boy?." ucap Yoga dengan serius.
" Ya pa." jawab Andra mantap.
Andra menatap tak suka pada papanya." Baik." jawab Andra dengan singkat.
" Kenapa kau menatap papa seperti itu? Jangan bilang kau cemburu boy? Ayo lah papa tak akan merebut gadismu, papa hanya menanyakan kabarnya bukan mau merebut nya. Papa juga sudah punya mamamu." ucap Yoga tak habis pikir dengan putranya yang cemburuan.
" Kau ini cemburuan sekali." ejek Yoga.
" Cih. Gak sadar diri." gumam Desi yang masih di dengar oleh Yoga.
" Kamu bilang apa sayang?." tanya Yoga.
" Gak sadar diri ngejek anak kamu cemburuan. Ngaca kamu juga begitu ya." ucap Desi melirik sinis ke arah sang suami.
Andra yang tak ingin ikut campur, segera bangkit dan berpamitan kepada keduanya lalu berangkat.
...**********...
Andra memarkirkan motor nya asal di depan rumah gadisnya dan tak berniat turun. Tak lama kemudian Manda keluar dari rumah dan berjalan menuju motor Andra.
Pemuda itu menatap tajam gadisnya. Apa-apaan ini, rambut di kucir kuda memperlihatkan leher putih jenjangnya dan rok sekolah yang pendek. Apa gadis itu mencoba untuk menggodanya?. Mungkin jika hanya berdua dengannya ia akan mengijinkan gadisnya menggunakan pakaian seperti itu.
Tapi ini akan ke sekolah dan banyak cowok yang akan melihat. Andra tidak akan membiarkan itu terjadi, hanya membayangkan nya saja membuat hatinya sudah panas terbakar.
__ADS_1
Saat Manda sudah sampai di samping Andra, pemuda itu tanpa aba-aba langsung menarik kucir gadisnya, membuat rambut itu tergerai.
Manda melotot tak terima." Kenapa di lepas sih? udah rapi juga." seru Manda mengerucutkan bibirnya.
" Ganti rok nya." titah Andra datar.
" Kenapa lagi?." tanya Manda dengan menahan kesal.
" Kependekan." jawab Andra singkat.
" Ini rok yang biasa aku pekek kok." kesal Manda.
" Gak ada bantahan, cepet ganti!!." titah Andra tak ingin di bantah.
Akhirnya Manda pasrah dari pada nanti terlambat ke sekolah. Gadis itu masuk lagi ke rumahnya dengan langkah kaki yang di hentakkan dan wajah yang masam.
2 menit kemudian Manda keluar masih dengan wajah kesalnya.
" Udah." ucap Manda ketus.
" Cantik." ucap Andra menatap dalam Manda.
Blush
Semburat merah muncul di pipi chubby gadis itu. Melihat itu Andra terkekeh kecil.
" Ayo." ucap Andra mengulurkan tangannya sebagai pegangan untuk gadis nya.
SMA Pertiwi.
Setelah menempuh perjalanan 15 menit akhirnya Andra dan Manda sampai di sekolah. Seperti biasa kedatangan keduanya menjadi pusat perhatian. Andra menaruh tangannya di pinggang gadisnya memeluk nya erat.
Di tengah perjalanan Manda melihat Gibran yang mengobrol dengan temannya di tepi lapangan. Manda segera berlari menghampiri nya.
" Gibran." panggil Manda.
" Iya, ada apa Man?." tanya Gibran.
" Kata bunda kamu sama Tante Elok di suruh main ke rumah. Bunda kangen." ucap Manda menyampaikan pesan bundanya tadi malam.
" Oh iya nanti gue bilang mama." ucap Gibran.
" Yaudah kalau gitu aku pergi dulu." ucap Manda lalu berlari kembali ke arah Andra.
" Udah puas ngobrol nya hmm? Kamu gak lupa kan sama yang aku bilang?." ucap Andra dengan nada datarnya.
" Maaf. Aku cuma nyampaiin pesan bunda." cicit Manda.
" Ini terakhir kalinya aku liat kamu dekat sama dia. Paham?." ucap Andra. Manda mengganguk. Lalu Andra kembali merangkul pinggang gadis itu dan melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
See you next 👋