MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 18


__ADS_3

Happy Reading 😊


Eughhh...


Manda mengerjapkan matanya, ia melihat sekeliling ia tahu betul ini kamar apartemen kekasihnya.


Saat akan bangkit ia merasa sesuatu yang berat menimpa perutnya, tangan kekar memeluknya erat.


Gadis itu menoleh melihat siapa pemilik tangan itu, ternyata Andra, kekasihnya. Laki-laki yang berhasil membuatnya jatuh cinta.


Tangannya terulur menyentuh wajah tampan itu. Mulai dari alis tebal nya, bulu mata lentik ya, hidung mancungnya, dan yang terakhir bibir tebal laki-laki itu. Bibir yang mencuri ciuman pertamanya.


Andra yang merasa terusik perlahan membuka matanya. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah cantik gadisnya yang sedang terfokus pada bibirnya. Sepertinya gadis itu masih belum menyadari bahwa dirinya sudah bangun. Dengan jail Andra mengecup singkat bibir gadisnya membuat sang empu kaget. Belum sempat Manda protes tubuhnya sudah ditarik ke pelukan Andra.


" Lepas. Gak usah peluk-peluk." ketus Manda memberontak. Andra membuang nafas kasar. Ternyata gadisnya masih marah. Andra melepas pelukannya mengelus pipi gadis itu.


" Kenapa hm?."


" Masih marah sama aku?." tanya Andra lembut. Manda sama sekali tak menjawab. Ia diam seribu bahasa.


" Aku minta maaf."


" Aku janji gak akan bunuh orang lagi sayang." ucap Andra menyakinkan.


" Jangan minta putus lagi. Jangan pergi dari aku ya." ucap Andra.


Manda menatap mata Andra untuk mencari kebohongan tapi nihil yang terlihat hanya ketulusan dan kejujuran. Manda akhirnya luluh, tak ada salahnya kan memberi kesempatan kedua pada laki-laki itu.


Manda mengangguk lalu memeluk tubuh Andra mencari kenyamanan.


" Iya aku maafin kakak. Kakak udah janji berarti harus di tepati." ucap Manda.


" Iya baby." ucap Andra memeluk gadisnya tak kalah erat. Ia senang akhirnya gadis itu mau memaafkannya dan kembali padanya.


" Aku boleh minta satu permintaan." ucap Andra tiba-tiba.

__ADS_1


" Apa?." tanya Manda.


" Mulai sekarang jangan panggil kakak. Panggil nama aja."


" Tap..."


" Gak ada penolakan." ucap Andra tegas.


" Iya-iya. Andra." ucap Manda sedikit malu-malu.


...****************...


" Jadi Lo suka sama Nissa." tanya Bara.


" Hm." dehem Reno singkat.


" Terus Lo udah nyatain perasaan Lo ke dia." tanya Bara lagi.


Reno menggelengkan kepalanya. " Belum gue mau ngeyakinin perasaan gue dulu. Apa bener ini cinta atau cuma tertarik saja." ucap Reno. Bara hanya mengangguk paham.


" Gak akan gue biarin. Dia udah jadi milik gue." ucap Reno tegas.


" Buset belum jadi pacar udah posesif aja ni anak." batin Bara.


"Lo jangan bilang sama siapa pun soal hal ini." ucap Reno serius.


" Oke. Tenang aja. Gue dukung Lo." ucap Bara.


" Thanks." ucap Reno tulus.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan muncul wanita paruh baya yang tak lain mama Reno.


" Ada apa ma?." tanya Reno.

__ADS_1


" Ayo turun makan dulu. Ajak Bara juga. Mama udah masak makanan kesukaan kamu." ucap Mama Reno.


" Tante baik banget tau aja kalau Bara laper." cengir Bara. Mama Reno hanya tertawa kecil lalu berlalu pergi.


Skip setelah makan.


Reno dan Bara kembali ke kamar. Reno duduk dimeja belajar nya membaca buku, sedangkan Bara berbaring di sofa sambil bermain game online diponsel nya.


" Woy bego bantuin gue."


" Kumpul ditengah woy."


" Bukan disitu. Lo kagak ngerti tengah apa".


" Tim gue bego semua kagak bisa diajak kerjasama."


Misuh-misuh Bara karna kalah main game.


" Bar berisik banget Lo."


" Diem gue lagi belajar." ucap Reno menatap sengit Bara. Dirinya jadi tak fokus belajar karna Bara yang berisik.


" Ya maap. Abisnya kesel gue bintang gue ilang satu gara-gara tim gue g*bl*k." ucap Bara kesal.


" Itu derita Lo. Mending Lo pulang deh Bar gue mau fokus belajar." ucap Reno mengusir.


"" Lo ngusir gue Ren. Tega banget sakit hati gue." Ucap Bara mendramatisir memegang dadanya.


" Jijik gue" ucap Reno bergidik ngeri melempar Bara dengan bulpoin.


" Si*l*n Lo. Udah lah gue mau pulang keberadaan gue gak dihargai disini."


" Bye-bye babang Reno. Muaach." Ucap Bara memberi ciuman jauh. Lalu berlari keluar menghindari amukan Reno.


" Dosa apa gue punya temen modelan begitu." keluh Reno.

__ADS_1


__ADS_2