
Happy Reading 😊
Di tempat lain.
" Kak?." panggil Laura menyumbulkan kepalanya di pintu kamar Reza.
" Hm." sahut Reza singkat sibuk dengan ponselnya.
" Lau mau tanya boleh?." Laura masuk menghampiri Reza.
" Boleh. Tanya apa?." ucap Reza menyimpan ponsel nya dan menoleh ke arah Laura.
" Kakak suka sama Manda?." tanya Laura.
" Nggak." jawab Reza mengelak.
" Bohong!! Aku tau seperti apa kakak." sentak Laura.
" Hm ya kakak suka sama Manda." akhirnya Reza berkata jujur.
Sudut bibir Laura terangkat membentuk smirk." Seperti nya bisa gue ajak kerjasama." batin Laura licik.
" Kak gimana kalau kita kerja sama." Ucap Laura.
" Kerjasama?." tanya Reza heran.
" Ya kerja sama. Kita hancurin hubungan mereka. Kakak bisa dapetin Manda dan aku bisa dapetin Andra." Jelas Laura.
Reza diam memikirkan usulan Laura.
" Seperti nya menarik, dengan begitu Manda bisa jadi milik gue." batin Reza menyeringai.
" baiklah."
" Yes."
...********...
Setelah puas bermain air, kini mereka berada di restoran yang letaknya tidak jauh dari pantai untuk mengisi perut mereka. Mereka memesan berbagai macam makanan salah satunya ada ayam betutu dan sate lilit.
" Selamat makan." ucap mereka kecuali Andra dan Reno.
Mereka pun makan dengan tenang.
" G!l4 enak banget makanannya." ucap Bara dengan mulut penuh.
" Ish, kak Bara Telen dulu makanannya baru ngomong." omel Manda.
" Tau. Jorok nasinya kemana-mana." sahut Nissa.
" Mampus di omelin." ucap Derry mengejek.
" Iya-iya galak bener." ucap Bara setelah menelan makanannya, ia tidak memperdulikan ejekan Derry.
Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke Villa. Manda dan Nissa membersihkan diri lalu tidur, sementara para lelaki setelah bersih-bersih ngobrol di ruang tengah sembari minum kopi.
" Gimana Dra?." tanya Reno.
" Apa?." tanya Andra balik tak mengerti arah pembicaraan Reno.
__ADS_1
" Laura. Ada ganggu hubungan Lo lagi?." jelas Reno.
" Untuk sekarang nggak. Gue nggak tau kedepannya gimana." ucap Andra lalu menyesap kopinya.
" Lo harus hati-hati Dra. Bukannya gue berburuk sangka tapi gue ngerasa tuh cewek lagi ngerencanain sesuatu." ucap Derry menimpali.
" Hm. Gue udah minta anak buah papa buat jaga rumah Manda." ucap Andra.
" Gue nggak mau kecolongan lagi." lanjutnya.
" Gue heran kok bisa Laura berubah gini. Padahal dulu dia polos, baik juga." ucap Bara yang sedari tadi hanya menyimak.
" Dia menyalah artikan perhatian yang gue kasih ke dia dulu. Dia kira perhatian yang gue kasih dulu karena gue suka sama dia. Dan sekarang gue udah punya Manda, Laura nggak terima. Dia bilang suka sama gue, cinta sama gue dan nyuruh gue buat mutusin Manda." ucap Andra menceritakan.
" Waahh!!! udah G!l4 tuh cewek." ucap Bara merasa tak percaya.
" Ternyata firasat gue bener." ucap Derry.
" Firasat apa?." tanya Reno.
" Pas Laura balik lagi ke sini gue udah ngerasa ada yang aneh. Waktu Lo berduan sama Manda, Laura ngeliat dengan wajah kayak nggak suka, benci. Dan ternyata emang bener." ucap Derry.
" Kok Lo nggak cerita ke gue." ucap Andra sedikit kesal.
" Sorry. Gue takut firasat gue salah waktu itu dan ngerusak pertemanan Lo sama Reza. Gue juga nggak tau bakal jadi kayak gini." ucap Derry menyesal.
" Udah!! Sekarang bukan waktunya ribut. Kita harus waspada takut-takut Laura berulah lagi." ucap Reno menengahi.
" Dra sorry." ucap Derry sekali lagi.
" Hm. Bukan salah Lo juga." ucap Andra menepuk lengan Derry.
Obrolan mereka terus berlanjut hingga tengah malam.
Pagi harinya.
Manda dan Nissa bangun terlebih dahulu, sesuai kesepakatan tadi malam. Pagi ini keduanya akan joging di jalan setapak yang tidak jauh dari villa. Tapi sebelum berangkat, keduanya menyempatkan membuat sarapan untuk para cowok meskipun hanya menu sederhana.
" Man, kita nggak izin dulu nih?." tanya Nissa was-was.
" Mau izin gimana? mereka juga masih tidur. Kita kan larinya di Deket sini aja." ucap Manda santai sambil memasang sepatu nya.
" Iya juga ya. Yaudah deh, Ayok!." ucap Nissa, keduanya pun berangkat.
Selang beberapa menit setelah kedua gadis itu berangkat. Di villa Andra dan Reno baru saja bangun dan langsung mandi. Reno mandi di kamar itu, sementara Andra mandi di kamar yang lain.
Tok Tok Tok.
Andra mengetuk pintu kamar yang di tempati oleh gadisnya.
" Sayang, Manda." panggil Andra.
Tak ada jawaban dari dalam membuat Andra sedikit khawatir, lalu pemuda itu mencoba mengetuk kembali dan hasilnya tetap sama tidak ada jawaban. Andra mencoba membuka knop pintu, tidak terkunci.
Ceklek.
Tidak seorang pun di dalam. Andra melangkah masuk mencari di semua ruangan dan sudut kamar, nihil tidak ada siapapun. Ingin menelfon pun tidak bisa karena ponsel gadisnya berada di nakas.
" **!*." umpat Andra dalam hati. Pemuda itu bergegas turun ke bawah.
__ADS_1
" Kenapa Dra?." tanya Reno melihat Andra yang gelisah.
" Manda sama Nissa nggak ada di kamarnya." ucap Andra menyugar rambutnya gusar.
" Yang bener!! Lo udah cari." tanya Reno panik.
" Hm. udah gue cari kemana-mana tetep nggak ada." ucap Andra tidak tenang.
" Coba Lo telfon." usul Derry.
" Mereka nggak bawa ponsel." jawab Andra.
" **!*." umpat Reno membuat Derry dan Bara melongo. Mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
" PENJAGA!!!." teriak Andra menggelegar.
Seketika semua penjaga di Villa tergopoh-gopoh berlari ke ruang tengah.
" Ada yang melihat gadisku pergi kemana?." tanya Andra datar aura yang di keluarkan oleh pemuda itu membuat semua bergidik ngeri.
" Ti-tidak tu-tuan." ucap salah seorang penjaga terbata-bata.
Bughh
Andra memberi pukulan yang tidak main-main kepada penjaga itu.
" B*D*H!!! Kalian tidak becus bekerja." murka Andra.
" Sekarang pergi berpencar cari gadisku dan temannya sampai ketemu. Kalau tidak nyawa kalian taruhannya." tekan Andra.
" PERGI!!." titah Andra, pemuda itu memijit pelipisnya yang berdenyut. Sungguh ia khawatir, ia takut gadisnya kenapa-napa. Sama halnya dengan Andra, Reno pun di Landa rasa khawatir.
" Sayang kamu di mana? Jangan buat aku khawatir." lirih Andra.
" Huh...huh..., capek banget."
" Iya bener. Tapi gapapa tadi di bayar sama pemandangan yang bagus banget."
Begitulah obrolan kedua gadis yang mereka cari-cari. Manda dan Nissa mengobrol santai tanpa tau bahwa ada dua pemuda yang menatap mereka dengan tatapan lega dan marah menjadi satu.
" Ekhem." sebuah deheman membuat kedua gadis cantik itu menoleh.
" Eoh. Kalian udah bangun rupanya." ucap Manda.
Keempat pemuda itu tidak menjawab dan masih terus menatap Manda dan Nissa.
" Kalian kenapa sih?." tanya Manda heran.
Tanpa aba-aba Andra menarik Manda pergi menuju kamarnya. Begitu pun Reno menarik Nissa menuju kamar Bara dan Derry.
" Gini amat nasib gue. Pengennya liburan, tapi sekalinya liburan malah sama pasangan duo bucin." Ucap Bara meratapi nasib.
" Berasa jadi obat nyamuk." lanjutnya.
" Udahlah gak udah di pikirin. Mending kita makan." ajak Derry.
" Yok lah gas!!." ucap Bara bersemangat.
Jangan lupa dukung karya author ya 😊
__ADS_1
Terima Kasih 🙏
See you next 👋