MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 8


__ADS_3

Happy Reading


Keduanya sedang dalam perjalanan pulang. Tapi bukannya langsung pulang kerumah Andra membelokkan motornya kerestoran.


“Kok kesini kak.” Tanya Manda bingung.


“Makan dulu.” Ucap Andra setelah itu membantu Manda turun. Mereka memasuki restoran.


“Pesan apa kak.?” Tanya pelayan restoran itu.


“ Pesen apa” tanya Andra melihat buku menu.


“Nasi goreng, jus manga, sama es cream rasa green tea.”


“Gak ada es cream nanti pilek.” Ucap Andra.


“Pelit.” Gumam Manda menatap lelaki itu sengit.


“Nasi goreng 2, jus manga 2.” Ucap Andra tak menghiraukan gumaman Manda.


“Baik ditunggu sebentar ya kak.” Ujar pelayan itu.


“Nanti kerumahku dulu.” Ucap Andra.


“Gak mau nanti bunda nyariin.”


“Aku udah ngomong ke bunda.”


“Bener.” Tanya Manda. Andra hanya mengangguk.


“Ini kak makanannya. Selamat menikmati.”


Keduanya memakan makanannya dalam diam. Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan


menuju rumah Andra.


“Ayo masuk.” Andra menggandeng tangan gadisnya memasuki rumah.


“Malu.” Cicit Manda. Memang ini pertama kalinya lelaki itu mengajak kerumahnya.

__ADS_1


Diruang tamu terlihat seorang wanita paruh baya sedang membaca majalah ditemani dengan


secangkir the dan cemilan. Wanita itu adalah Desi mama Andra.


“Ma.”  Panggil Andra berjalan kearah mamanya diikuti Manda dibelakangnya.


“Udah pulang nak.” Wanita itu menoleh, ia mengeryitkan dahinya saat melihat ada seorang gadis dibelakang anaknya.


“Siapa dra.?” Tanya Desi.


“Pacar Andra ma.”


“Ah akhirnya mama punya temen ngobrol.” Pekik Desi girang.


“Sini sayang duduk samping mama.” Ujar Desi menepuk sofa di sebelahnya. Manda


mendekat dengan malu-malu. Andra, lelaki itu sudah pergi ke kamarnya untuk ganti baju.


“Namanya siapa cantik.?”


“Manda tante.” Jawab gadis itu tersenyum manis.


Karena kejadian itu sang suami Yoga memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi cukup memiliki satu anak saja yaitu Andra. Ia tak ingin kehilangan istrinya, ia tak ingin istrinya pergi meninggalkannya. Desi pun hanya bisa menurut. Dan saat ini Andra membawa pacarnya kesini, ia sangat senang. Ia mengganggap pacar anaknya


ini sebagai anaknya sendiri.


“Boleh.” Tanya Manda polos membuat wanita itu tertawa lalu mengangguk. Kedua wanita berbeda usia itu mengobrolkan banyak hal. Tak lama kemudian Andra turun dengan pakaian santainya.


“Ma Manda pulang dulu ya.” Pamit Manda meraih punggung tangan Desi.


“Iya kapan-kapan main kesini lagi ya.”


                                                        ***


“Masuk mandi terus istirahat.” Ucap Andra setelah sampai didepan rumah gadisnya.


“Emb kak, Manda ijin mau pergi ke mall ya sama Nisaa.” Ucap Manda taku-takut.


“Gak.” Jawab Andra singkat.

__ADS_1


“Boleh ya kak, please  cuma sebentar kok.”Rayu Manda dengan puppy eyesnya. Andra mengalihkan pandangannya agar tak luluh dengan tatapan itu.


“Sekali gak tetep gak. Gak usah bantah.”


“Udah sana masuk.”  Manda berjalan memasuki rumah dengan wajah kusut dan bibir mengerucut.


“ Pokoknya Manda tetep pergi.”Batin Manda.


Ia nekat tetap akan pergi meskipun Andra tak mengijinkannya. Ia mengeluarkan


ponselnya dan mengirinkan pesan pada Nissa.


...                                                                        📱Anissa🌸...


^^^                                                                                                                         Nissa^^^


      Kenapa?


                                                                                                                 Jadi ya ke mall nya


     Emang udah ijin kak Andra


                                                                                                                      Udah  kok


     Oke bentar lagi gue otw rumah lo


                                                                                                                         Oke siap


“Yeay.”  Pekik Manda senang akhirnya ia bisa hangout dengan temanny. Biarlah ia sekali-kali berbohong. Soal Andra itu urusan nanti yang terpenting ia bisa jalan-jalan. Manda segera bersiap-siap. Ia memakai jelana jeans panjang, sweater warna ungu, dan sepatu kets putih. Rambutnya digerai dengan jepit disebelah kiri dan tak lupa tas selempang kecil untuk tempat handphone dan dompetnya. Dirasa sudah pas  ia turun kebawah menunggu Nissa. Tak lupa ia juga sengaja mematikan data ponselnya agar tak ada  yang mengganggunya.


Saat ini keberuntungan sedang perbihak padanya karena kedua orang tuanya sedang menghadiri acara teman kerja ayah nya. Sudah dipastikan akan pulang malam jadi ini kesempatan Manda untuk puas jalan-jalan.


" Bi, Manda mau keluar dulu ya ke mall sama temen." ucap Manda pada Bi Narsih, pembantu rumah tangga yang sudah puluhan tahun bekerja di rumah nya.


" Tapi non nanti kalau bapak sama ibu nyariin gimana non.?" ucap Bi Narsih khawatir.


" Manda cuma sebentar kok bi. Manda berangkat dulu bi." ucap Manda bergegas keluar.


“Kok tumben Nissa pakai motor?.” Tanya Manda heran.

__ADS_1


“Lagi males nyetir mobil. Gak papa kan.?” Ucap Nissa. Manda hanya mengangguk. Kemudian keduanya berangkat. Setelah sampai di mall keduanya asik berbelanja dan bermain di time zone hingga lupa waktu.  Dan Manda tak tau bahwa ada seorang lelaki yang khawatir dan uring-uringan karena tak mendapat kabar darinya.


__ADS_2