
Happy Reading 😊
Setelah dari perpustakaan tadi kini Manda sudah kembali ke kelasnya.
" Huhuhu Nissa. Manda capek." keluh Manda menyandarkan kepalanya dibahu Nissa.
" Utututu. Kasian besti gue capek. Maaf ya tadi gak bantuin." ucap Nissa tangannya mengelus rambut Manda sementara matanya fokus pada drama yang ia tonton.
" Eh Nissa liat film apa?." tanya gadis itu kepo.
" Drama Korea baru tadi pagi gue download. Katanya sih bagus." jawab Nissa. Karena penasaran akhirnya Manda ikut menonton. Dan tiba diadegan dimana pemain pria dan pemain wanitanya kissing seketika Manda teringat saat Andra mengambil first kiss nya. Pipinya merona, ia mengalihkan pandangannya. Jantungnya berdebar kala mengingat itu.
" Manda gawat cowok Lo berantem sama kak Alvin di kelas 12 Mipa 3." ucap teman sekelas Manda bernama Putri.
" Hah. serius, Putri gak bohong kan." tanya Manda memastikan.
" Serius. Ya kali gue boong." ucap Putri.
" Nissa ayo anterin Manda kesana. Cepet!!." panik Manda menarik-narik tangan Nissa.
" Iya-iya. Bentar gue matiin dulu film nya." ucap Nissa mempause filmnya. Kemudian keduanya segera berlari menuju tempat perkelahian.
Sesampainya disana ternyata sudah banyak murid yang bergerombol untuk melihat perkelahian itu.
Berkat tubuh mungil yang Manda miliki, ia dapat dengan mudah menyempit di sela-sela untuk lewat.
Mata gadis itu membulat melihat keadaan kedua laki-laki yang sedang berkelahi itu. Alvin, pria itu hampir kehilangan kesadaran dengan banyak lebam dan luka ditubuhnya. Sedangkan Andra laki-laki itu hanya luka di sudut bibirnya saja. Tapi meski keadaan Alvin sudah mengenaskan Andra tak berhenti memukulnya.
__ADS_1
" Kak Andra stop!! Please." teriak Manda tapi tak digubris oleh lelaki itu.
Dengan memberanikan dirinya gadis itu mendekat memeluk Andra dari belakang melingkarkan tangannya di pinggang laki-laki itu. Seketika pergerakan Andra berhenti tubuhnya membeku.
" Stop kak. Manda takut." lirih gadis itu.
Andra membalikkan tubuhnya menghadap gadisnya. Kemudian dia angkat tubuh gadisnya, menggendongnya ala koala. Membawanya menjauh dari kerumunan meninggalkan Alvin yang terkapar dengan kondisi yang cukup parah.
" Gila sih. Si bos kalau mukul gak main-main." ringis Bara melihat kondisi Alvin.
" Udah ayo bawa kerumah sakit . Kasian anak orang ini." Ucap Derry. Mereka bertiga pun membopong tubuh Alvin membawanya ke rumah sakit.
...****************...
Rooftop
" Siapa yang ngajarin jadi cewek ganjen?." tanya Andra dingin menatap datar wajah gadisnya. Manda tak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya.
" Kalo ditanya tuh jawab. Punya mulutkan." sarkas Andra.
" Manda bukan cewek ganjen." lirih Manda dengan kepala yang masih menunduk.
" Terus kalau bukan cewek ganjen apa?!!. Udah tau punya pacar tapi malah deket-deket sama cowok lain." sentak Andra.
" Lo mikir gak sih. Gue cemburu. Gue gak suka Lo deket sama cowok lain." tak ada lagi aku kamu.
Andra belum puas menghajar Alvin. Kalau saja tadi gadisnya tak datang mungkin ia sudah menusuk Alvin dengan pisau kesayangannya.
__ADS_1
" Hiks Manda minta maaf hiks bukan Manda yang deketin hiks. Tapi tadi hiks pas Manda mau hiks ke perpus kakak itu hiks tiba-tiba Dateng mau bantuin Manda hiks. Manda udah nolak hiks tapi kakak itu maksa hiks. Kak Andra jangan marah hiks jangan berantem kayak tadi hiks Manda takut hiks. Manda minta maaf." tangis gadis itu menjelaskan.
Laki-laki itu hanya diam mendengarkan penjelasan gadisnya. Karena tak mendapat jawaban gadis itu memeluk tubuh atletis kekasihnya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher laki-laki itu.
Hembusan nafas gadis itu menerpa langsung dileher Andra membuat nya meremang. Ia laki-laki normal mati-matian ia menahan gejolak didalam sana agar tak menerkam gadisnya.
" ****." umpat batin Andra.
" Lepas dulu pelukannya." ucap Andra dengan suara yang sedikit serak.
" Gak mau kakak masih marah." ucap Manda. Bukannya melepaskan gadis itu justru mengeratkan pelukannya.
" Aku udah gak marah." jawab Andra cepat jika dibiarkan lebih lama bisa bahaya.
" Beneran.?" gadis itu memastikan.
" Hm." dehem Andra.
Gadis itu mengeratkan pelukannya berbisik ditelinga Andra " I Love You, Kak Andra."
Degh...
Perasaan cemburu dan marah tadi sirna seketika digantikan dengan perasaan bahagia yang membuncah dihatinya. Akhirnya penantiannya telah tiba, gadisnya membalas perasaan nya. Gadisnya mencintainya. Rasanya Andra ingin berteriak dan melompat-lompat untuk melampiaskan rasa bahagianya.
Ia membalas pelukan gadis itu dan sesekali membubuhkan kecupan lembut di puncak kepala gadisnya.
" Si*l rencana gue gagal. Gue harus cari cara lain lagi." ucap Amel kesal.
__ADS_1