MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 21


__ADS_3

Happy Reading 😊


Andra menoleh kearah orang yang menepuk bahunya tadi, seketika tubuhnya membeku begitu pun Reno, Bara, dan Derry.


" Reza." gumam Andra.


Orang itu adalah Reza Wirzad, lelaki yang memiliki tato bulan di tengkuk nya ini teman masa kecil Andra. Dulu saat masih kecil Andra dan Reza bermain bola ditaman tanpa pengawasan. Karena tendangan yang terlalu kuat membuat bola menggelinding ke jalan raya. Andra mengambil bola tersebut dan disaat bersamaan ada sebuah truk yang melaju cepat ke arah Andra berada.


Reza yang melihat itu langsung berlari dan menarik tangan Andra hingga keduanya jatuh ke trotoar. Sebagai balas budinya Andra ikut menjaga adik perempuan Reza yang bernama Laura Fancy, yang seumuran dengan Andra.


Laura perlu di jaga dengan ekstra karena memiliki imun tubuh lemah yang membuatnya gampang sakit. Reza pun menyetujui niat Andra.


Andra dan Reza menjaga Laura dengan baik, mereka berdua selalu berada disamping Laura setiap saat. Hingga saat mereka menduduki bangku SMP disitulah Andra mulai berteman dengan Reno, Bara, dan Derry. Saat itu ada seorang siswi yang tidak suka dengan Laura karena dekat dengan Andra. Siswi itu membully Laura habis-habisan membuat Laura terluka parah. Reza yang mengetahui hal itu marah besar begitu pun Andra ia tidak terima. Andra menyayangi Laura, ia sudah menganggap Laura sebagai adiknya sendiri. Keluarga Reza marah besar dan mereka segera membawa Laura berobat keluar negeri.


Dan kini setelah 5 tahun berlalu Reza kembali ke Indonesia.


" Lo Reza?" tanya Bara dengan muka tidak percaya nya.


" Hm gue Reza." jawab Reza.


Bara bangkit dari duduknya menghampiri Reza lalu memeluknya erat. Meskipun pertemanan mereka cukup singkat tidak membuat mereka merasa canggung.


" Akhirnya Lo balik juga Rez." ucap Bara memeluk Reza erat.


Reza berontak dalam pelukan Bara." Lepas sat. Gila Lo." mendorong Bara kuat hingga terjengkang.


Pecah sudah tawa Derry. Reno dan Andra hanya tertawa kecil. Bukannya membantu malah menertawai memang temen laknat.


" Aduh pinggang gue." ringis Bara memegang pinggang nya. Lalu menatap Reza dengan tajam.


Reza hanya menatap malas Bara lalu tanpa permisi duduk dan mencomot kentang goreng di meja.


Bara bangkit duduk di kursinya lagi. " Dasar temen gak ada akhlak Lo Rez. Tadi dorong gue sekarang malah makan kentang gue." omel Bara.


" Lo bertiga juga bukannya bantuin malah ketawa." omel Bara pada Andra Reno dan Derry.


" Derita Lo itu." ejek Derry yang masih tertawa.


" ****** memang." dengus Bara melempar Derry dengan tusuk gigi.


" Gak kena wleee." ejek Derry menghindar.


" Diem." ucap Andra dingin, ia sudah jengah dengan tingkah temannya yang seperti anak kecil. Bara yang sudah jengkel hendak menghampiri Derry terhenti dan duduk kembali. Akhirnya Bara hanya melempar tatapan permusuhan pada Derry.


" Kapan Lo balik.?" tanya Andra melihat Reza.

__ADS_1


" Baru tadi pagi." jawab Reza.


" Kenapa gak ngabarin?." kini Reno yang bertanya.


" Sengaja biar jadi kejutan." jawab Reza.


Dan mengalir obrolan mereka berlima.


...********...


Manda menggeliat dalam tidurnya, tak lama akhirnya mata bulat itu perlahan terbuka. Manda bangkit dari tidurnya dan duduk bersandar pada kepala ranjang mengumpulkan kesadarannya.


Ceklek.


" Udah bangun. Baru aja bunda mau bangunin." ucap Lisa memasuki kamar menghampirinya anak gadisnya.


" Hmmm Bunda." lirih gadis itu memeluk bundanya dari samping.


" Kenapa? Kok tumben manja gini.?" tanya Lisa sembari mengelus punggung Manda.


" Dingin, Kepalanya pusing bunda." lirih Manda.


Langsung saja Lisa menyentuh kening Manda dan benar saja tubuh Manda panas. " Manda habis makan apa? Kok bisa sampai panas gini?." tanya Lisa khawatir dengan suhu tubuh anaknya yang tinggi.


" Habis berapa?."


" Emmm 3." lirih Manda menunduk.


" Huufft kan bunda udah pernah bilang ke Manda berkali-kali. Manda boleh makan es cream tapi jangan banyak-banyak nanti sakit. Sekarang terbukti kan. Kenapa Manda gak mau nurut sama Bunda?." ucap Lisa lembut. Ia tidak bisa marah dengan anak gadisnya itu.


" Maaf bunda." lirih Manda.


" Manda selalu bilang maaf tapi tetep ngulangin lagi."


" Manda janji hiks ini yang terakhir. Maafin Manda hiks, Bunda." Isak Manda.


" Janji?."


" Iya hiks Manda janji hiks."


" Yauda Manda baring dulu. Bunda mau ambil obat sama kompresan dulu." ucap Lisa membantu Manda berbaring dan menyelimuti nya. Ia kecup sebentar kening anak gadisnya itu sebelum beranjak.


" Pusing" lirih gadis itu sembari memijat pelipisnya. Manda memejamkan matanya berusaha meredakan rasa peningnya.


" Sayang ayok bangun dulu makan terus minum obat habis itu tidur lagi." ucap Lisa membawa nampan. Membantu Manda duduk dan menyuapinya dengan telaten.

__ADS_1


" Mau ya di periksa sama dokter." ucap Lisa pasalnya anaknya ini paling susah kalau disuruh periksa.


"Gak mau hiks nanti di suntik." Isak Manda.


" Enggak disuntik cuma diperiksa aja. Mau ya." bujuk Lisa. Manda menggeleng. Lisa menghembuskan nafasnya, nanti ia akan meminta suaminya membujuk Manda. Ia khawatir suhu tubuh anaknya cukup tinggi dikompres saja tidak bisa menurunkan suhu tubuhnya jadi harus diperiksa oleh dokter.


" Sekarang tidur. Bunda mau kebawah dulu masak buat makan malam." ucap Lisa.


*********


Setelah obrolan yang panjang kini hanya tinggal Andra dan Reza. Bara, Derry, dan Reno sudah pulang terlebih dahulu.


" Laura pengen ketemu sama Lo." ucap Reza.


" Hm ntar gue main." ucap Andra. Melihat jam yang melingkar ditangannya lalu bangkit dari duduknya.


" Gue duluan." ucap Andra. Reza hanya mengangguk.


Skip perjalanan.


Setelah membersihkan diri Andra langsung tertidur karena kelelahan.


********


Di Kamar Manda.


" Gimana keadaan anak saya dok?." tanya Rega.


Setelah mendapat kabar dari istrinya bahwa anaknya sakit dan tidak mau diperiksa oleh dokter. Rega langsung pulang dan menelfon dokter keluarga nya untuk memeriksa anaknya. Awalnya Manda bersikeras tak mau diperiksa tapi setelah seribu macam rayuan akhirnya luluh juga.


" Anak bapak mengalami radang tenggorokan. ini disebabkan karena pasien terlalu banyak meminum minuman dingin hingga Batu dan pilek yang menyebabkan tenggorokannya terinfeksi. Saya sudah tuliskan resep obat nya nanti bisa di tebus di apotik." jelas Dokter itu.


" Terima kasih Dok."


" Sama-sama. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu." pamit Dokter itu.


" Mari saya antar dok." Rega keluar dari kamar mengantarkan dokter kedepan.


" Dengerkan apa ya dokter bilang." ucap Lisa. Manda mengangguk.


" Lain kali nurut ya sayang. Bunda sama Ayah khawatir liat Manda sakit gini." ucap Lisa mengelus lembut kening anak gadinya.


" Iya bunda. Maafin Manda ya udah buat Ayah sama Bunda khawatir." lirih gadis itu menatap bundanya.


Lisa mengangguk kemudian bangkit dari duduknya, menyelimuti anaknya sebatas dada lalu mencium kening Manda. Kemudian berjalan keluar membiarkan anaknya beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2