
Happy Reading 😊
Masih dihari yang sama Nissa tengah bersantai di kamarnya. Gadis itu menonton drama di laptopnya di temani dengan beberapa bungkus cemilan.
" Ya ampun anak gadis ini bukannya bantuin mamanya malah asyik rebahan." omel Mama Nissa, Riri membuka pintu kamar anaknya.
" Mama ngagetin aja. Lagian ini kan hari Minggu jadi Nissa memanfaatkan waktu dengan bersantai dan maraton drama." Kaget Nissa mempause dramanya.
" Alasan aja kamu itu. Sana pergi ke supermarket belanja stok dikulkas habis. Ini udah mama tulis." ucap Riri menyerahkan catatan barang yang dibeli dan uangnya.
" Mama ih. Nissa meger." kesal Nissa. dirinya sangat malas untuk keluar rumah.
" Gak ada alasan atau uang jajan kamu mama potong." ancam Riri lalu berlalu pergi.
" Ah mama gak asyik." rengut Nissa. Gadis itu mematikan laptop nya dan bergegas ganti pakaian.
Di supermarket
" Semuanya udah. Sekarang tinggal beli cemilan sama minuman." gumam Nissa setelah melihat catatan. Setelah itu Nissa mendorong troli belanjaannya menuju rak makanan ringan dan minuman. Karena terlalu fokus memilih gadis itu tak sengaja menabrak seorang laki-laki yang sedang memilih minuman membuat minuman yang ada tangan laki-laki itu terjatuh.
" Maaf, maaf gue gak sengaja." ucap Nissa mengambil minuman itu dan menyerahkan pada sang pemiliknya.
" Hah kak Reno." kaget Nissa mengetahui bahwa laki-laki yang ditambraknya tadi adalah Reno. Kakak kelasnya.
" Sekali lagi maaf kak. Tadi gak sengaja." ucap Nissa merasa bersalah. Dia merutuki dirinya yang tak hati-hati.
" Hm. santai aja." ucap Reno tanpa mengalihkan pandangannya dari Nissa. Lelaki itu terus menatap Nissa.
" Jantung gue kenapa lagi sih. Kenapa setiap ketemu nih cewek jatung gue berdebar kenceng banget." batin Reno.
" Aduh kenapa Kak Reno natap gue terus sih. Kan gue jadi malu." batin Nissa salting.
" Ekhem... Kalau gitu duluan kak." ucap Nissa canggung.
" Ya." ucap Reno singkat.
Gadis itu mendorong troli belanja nya menuju kasir. Berada terlalu lama di dekat Reno membuat dadanya berdebar. Ia bukan gadis polos yang tak tau apa itu cinta. Gadis itu tau bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Reno. Tapi gadi itu memilih untuk memendamnya sendiri dan tak mau berharap lebih. Karena ia tak mau berakhir dengan kekecewaan.
Sementara itu Reno tak melepas sedikit pun pandangan dari gadis itu. Ia baru mengalihkan perhatian nya saat gadis itu telah hilang dari pandangannya. Reno kini telah yakin dengan perasaannya. Ia telah jatuh cinta pada gadis itu.
...****************...
" Haah Manda bosen." teriak Manda dengan kaki menendang-nendang udara. Niat hati tadi ia ingin bermalas-malasan. Tapi lama kelamaan tak melakukan apapun membuatnya bosan.
__ADS_1
Gadis itu meraih ponselnya dinakas. Ia akan menelpon Andra untuk mengajaknya keluar.
Tut....Tut....Tut
...📞Kak Andra 🥰❤️...
^^^Hallo kak^^^
Hm. Kenapa?
^^^Manda bosen^^^
Terus mau apa hm?
Mau keluar?
^^^Iya mau^^^
^^^Ke Timezone ya^^^
Iya. Yaudah sana
siap-siap
Setelah sambungan terputus gadis itu pergi bersiap-siap. Manda memakai sweater oversize berwarna cream,rok hitam diatas lutut, sepatu kets, dan tak lupa tas selempang kecil. Setelah nya Manda memakai bedak bayi dan memoles bibirnya dengan lipbam agar tak kering. Manda turun dengan langkah riang.
" Anak bunda ini mau kemana kok udah rapi aja gm." tanya Lisa saat melihat anak gadisnya turun dengan pakaian yang rapi.
" Manda mau keluar sama kak Andra. Boleh kan Bun.? tanya Manda duduk disebelah bundanya.
" Boleh. Tapi jangan pulang malem." pesan Lisa.
" Iya bunda. Oh iya Ayah mana Bun?." tanya Manda.
" Ayah ada diruang kerja." Manda hanya mengangguk.
Disisi lain.
" Ma. Andra mau keluar." ucap Andra pada Desi yang tengah menonton televisi.
" Mau kemana?." tanya Desi.
" Ke rumah Manda."
__ADS_1
" Yaudah hati-hati."
Andra berjalan keluar menuju garasi mengeluarkan motornya. Memanaskannya sebentar lalu berangkat menuju rumah gadisnya.
Sesampainya disana terlihat gadisnya duduk di teras sambil bermain handphone. Andra membunyikan klakson membuat gadis itu menoleh lalu gadis itu bangkit dan menghampiri nya. Sorot mata Andra menajam saat melihat pakaian yang dipakai oleh gadisnya.
Apa-apaan gadis itu. Apa ia sengaja memakai pakaian seperti itu. Tibmdak bisa dibiarkan gadis itu miliknya semua yang ada pada gadis itu adalah miliknya. Dan ia tak rela jika miliknya dilihat oleh orang lain.
" Ganti." ucap Andra datar saat gadis itu sudah berada dihadapannya.
" Hah. Apanya yang ganti kak.?" tanya Manda bingung.
" Rok kamu ganti celana." perintah Andra.
" Gak mau. Manda maunya pakek rok." Keukeh Manda.
" Ganti Manda." tekan Andra.
" Gak mau Pokoknya gak mau." Oke seperti nya gadis itu menguji kesabarannya.
" Ganti atau gak jadi pergi." ancam Andra.
" CK iya iya." rengut Manda. Gadis itu berjalan masuk dengan menghentakkan kakinya. Andra hanya menggeleng kecil.
Setelah Manda selesai ganti, keduanya pun berangkat menuju mall. Setibanya di mall Andra dan Manda memasuki mall dengan tangan Andra yang melingkar di pinggang gadisnya.
" Mau kemana dulu.? Makan apa Timezone.?" tanya Andra.
" Timezone dulu."
Keduanya asyik bermain lebih tepatnya hanya Manda yang bermain sedangkan Andra hanya memantau dari kursi yang disediakan disana.
" Bang adeknya cantik." ucap seorang remaja laki-laki yang duduk tak jauh dari Andra.
" Siapa yang lo maksud adek gue.?" tanya Andra menatap datar laki-laki itu.
" Itu bang yang pakek sweater cream kan." ucap laki-laki itu menunjuk Manda yang asyik bermain. Andra mengetatkan rahangnya.
" Itu cewek gue. Bukan adek gue." tekan Andra datar.
" Eh sorry bang. Gue kira adek Lo soalnya kecil imut." kikuk laki-laki itu. Karena takut ditatap tajam oleh Andra remaja itu pergi.
Andra masih mengatatkan rahangnya. Ia menatap lurus kearah Manda. Tak heran jika orang mengira gadis itu adalah adiknya. Gadis itu tingginya hanya sebatas dadanya ditambah wajah cantik baby facenya. Dan jangan lupakan gadis itu memanggilnya dengan sebutan kakak.
__ADS_1
Andra sudah seperti seorang kakak yang sedang menemani adiknya bermain Timezone. Mulai sekarang ia akan meminta gadis itu untuk berhenti memanggilnya kakak. Agar orang-orang tak salah mengira lagi.