
Happy Reading 😊
Bruk...
Suara benda jatuh membuat semua menoleh. Manda, gadis itu mendengar semuanya. Ia menatap orang tuanya dengan pandangan tak percaya.
" Manda, sayang." panggil Lisa saat anaknya berlari menuju kamarnya.
Lisa menatap suaminya dengan panik. " Mas, Manda mas." ucap Lisa.
Rega tak kalah paniknya dengan sang istri, tapi ia masih bisa mengontrol nya. " Kamu ke kamarnya jelasin pelan-pelan." ucap Rega. Lisa pun mengangguk dan berlalu ke kamar anaknya.
Sementara kedua orang tua Gilang terlihat bingung dengan apa yang terjadi. Apa pertanyaan mereka salah?.
" Anakmu kenapa Ga?." tanya Papa Gilang bingung.
Rega menghela nafas panjang, pria satu anak itu sedang mencari kata yang pas untuk menjelaskan.
" Ekhem. Maaf sebelumnya, tentang perjodohan itu memang dulu saat melihat kedekatan Manda dan Gilang membuat aku dan juga istriku memikirkan untuk melanjutkan perjodohan itu sampai keduanya dewasa. Tapi semakin Manda bertambah dewasa aku sadar tak seharusnya aku sebagai orang tua memaksakan kehendak kepadanya apalagi itu masalah cinta dan pasangan hidupnya kelak . Jadi sekarang aku membebaskan Manda memilih cinta dan pasangan hidup nya sendiri." jelas Rega.
__ADS_1
Gilang dan orang tuanya diam. Hingga akhirnya papa Gilang angkat suara. " Hm, baiklah aku mengerti Ga. Aku menghargai itu. Sebagai orang tua memang tak seharusnya terlalu memaksa kehendak kita pada anak." ucap Papa Gilang.
Akhirnya Rega bisa bernafas lega, orang tua Gilang bisa mengerti maksudnya. Karena hari sudah semakin larut Gilang beserta orang tuanya pamit.
Tinggal satu lagi yang harus Rega selesaikan. Pria paruh baya itu menaiki tangga menuju kamar anaknya. Dan di depan pintu kamar terlihat sang istri yang masih berusaha membujuk anaknya untuk membukakan pintu.
" Sayang." panggil Rega mendekat ke arah Lisa.
Lisa menoleh, raut wajahnya terlihat panik dan gelisah. " Mas, Manda gak mau buka pintunya. Aku udah coba bujuk tapi gak ada respon. Gimana ini mas?." ucap Lisa.
" Kamu tenang dulu. Biar mas yang coba bujuk." ucap Rega menenangkan sang istri.
Ceklek
Pintu terbuka menampakkan Manda dengan mata sembabnya.
" Sayang." Lisa langsung memeluk anaknya, tapi Manda tak membalas pelukan bundanya itu.
Rega menatap sendu putri nya. Tak lama Lisa melepas pelukannya kemudian di tuntunnya Manda untuk duduk di tempat tidur. Di ikuti Rega di belakangnya. Manda, gadis itu masih diam tak bersuara sedikit pun.
__ADS_1
" Nak dengerin penjelasan ayah dulu ya." Rega memulai pembicaraan.
Manda menoleh menatap wajah sang ayah lalu mengangguk pelan.
" Waktu kamu dan Gilang masih kecil, kalian sangat dekat. Bahkan kemana-mana selalu berdua. Jadi Ayah, Bunda dan orang tua Gilang berencana untuk menjodohkan kalian." Rega menjeda ucapannya sebentar.
" Tapi saat kamu mulai beranjak besar dan bahkan sekarang sudah memiliki kekasih, ayah sadar bahwa ayah gak berhak mengatur tentang urusan hati dan percintaan kamu. Ayah ingin kamu bahagia dan mempunyai pendamping hidup yang tepat. Ayah juga percaya dengan pilihan kamu. Ayah yakin Andra adalah pilihan yang tepat, jadi ayah bilang ke orang tua Gilang bahwa tidak bisa meneruskan perjodohan itu." jelas Rega.
Mendengar itu Manda langsung masuk ke dalam pelukan sang ayah. Rega membalas pelukannya tak kalah erat.
" Terima Kasih Ayah." ucap Manda teredam dalam pelukan Rega.
" Cuma ayah doang nih yang di peluk bunda enggak." celetuk Lisa. Ayah dan anak itu saling pandang sebentar lalu keduanya tertawa.
Sampai sini dulu ya 😊
Jangan lupa dukung karya author ya 😊
Terima Kasih 🙏
__ADS_1
See you next 👋