MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 9


__ADS_3

Happy Reading


Andra saat ini berada di kamarnya, ia sedang gusar dan khawatir. Sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi gadisnya tetapi nomornya tidak aktif. Tak biasanya Manda kayak gini. Karena sudah habis kesabaran ia akan pergi kerumah gadisnya. Lelaki itu menyambar kunci motor dinakas dan bergegas keluar.


"Ma, Andra ke rumah Manda.”


“Iya hati-hati.”


Andra melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Sesampainya disana ia turun dari motor dan menekan bel.


“Den Andra, mari masuk.” Ucap Bi Narsih mempersilahkan pemuda itu masuk.


‘Mau minum apa Den?”


“Gak usah bi. Terima kasih. Manda mana bi.?” Tanya Andra.


“Non Manda teh tadi bilangnya mau pergi ke mall sama temennya.” Jelas Bi Narsih.


Andra tersenyum sinis jadi ini alasan gadis itu tak mengaktifkan data poselnya. Rupanya gadis itu mulai berani tak mendengar ucapannya.


“ Tunggu hukumanmu sayang.” Batin Andra dengan smirk sinis.

__ADS_1


“Den Andra mau nunggu Non.?” Tanya Bi Narsih.


Andra hanya mengangguk. Bi Narsih pun pergi ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya. Setelah 20 menit menunggu terdengar suara motor dari luar. Andra tak beranjak dari duduknya, ia ingin melihat bagaimana reaksi gadis itu melihatnya ada disini.


“Nissa makasih ya Manda seneng banget hari ini.”  Ucap Manda yang sudah turun dari motor.


“Sama-sama, gue balik dulu.” Ucap Nissa lalu berlalu pergi.


Manda melangkah memasuki rumahnya dengan langkah riang. Saat akan menuju kamarnya langkah gadis itu terhenti tubuhnya menegang melihat siapa yang duduk dan menatapnya tajam. Gadis itu menundukan pandanganya.


“Aduh gimana ini. Kak Andra ngapain disini sih. Mana ayah sama bunda lagi keluar. Habislah Manda.” Batin Manda  risau bahkan tangannya sudah berkeringat dingin.


“Sudah puas bermainnya sayang.” Ucap Andra dingin. Pemuda itu berjalan mendekati gadisnya. Manda tak menjawab pertanyaan lelaki itu ia justru berjalan mundur berencana untuk kabur. Andra yang mengetahui bahwa gadis itu akan kabur, ia percepat langkahnya dan merengkuh pinggang ramping gadis itu hingga menempel pada tubuhnya.


“Le-lepas kak.” Ucap Manda. Posisi ini sungguh berbahaya untuk kesehatan jantungnya. Karena sedari tadi jantungnya bertedak tak karuan.


"Kamu harus menerima hukuman gadis nakal.” Bisik Andra tepat ditelinga gadis itu.


“Kira-kira hukuman apa yang cocok untuk gadis pembangkang.”


“Bagaimana jika satu sayatan pisau kesayanganku untuk satu kesalahan. Bukankan menyenagkan hmmm.” Ucap Andra dengan nada mengerikan. Manda menggelengkan kepala takut dengan air mata yang sudah mengalir.

__ADS_1


“ Maaf hiks maafin manda hiks manda janji hiks gak akan ngulangi lagi hiks.” Tangis Manda dengan wajah yang bersembunyi di dada bidang pemuda itu.


“Sudah terlambat baby, sekarang bersiaplah menerima hukumanmu.” Ucap Andra melepas rengkuhannya beralih mencengkram pergelangan tangan gadis itu. Ia akan membawa gadis itu ke apartemennya.


Apartemen Andra


Suasana ruangan saat ini mencekam. Manda masih terus menangis hingga matanya sembab dan hidungnya memerah. Sedangkan Andra, pemuda itu masih menatap tajam gadisnya.


Manda terus saja menggumamkan kata maaf sambil sesekali sesenggukan. Melihat reaksi gadisnya seperti itu Andra menjadi tak tega.  Ia segera mendekati Manda dan segera memeluknya erat. Dan gadis itu membalas pelukan Andra tak kalah erat.


“hiks maafin Manda.”


“Gak mau dihukum hiks maafin Manda.” Racau gadis itu


“Stt udah berhenti nangis. Gak jadi aku hukum tapi harus anji gak akan ngulangi begitu lagi.” Ucap Andra. Ia mencoba menekan emosinya dan tak menghukum gadis itu. Ia tak mau gadisnya takut padanya dan berakhir menjauhinya. Ia tak akan bisa jika berpisah dari gadisnya. Ia sangat mencintai gadis itu.


“Manda janji hiks tapi beneran gak dihukum kan.” Tanya Manda mendongak menatap wajah kekasihnya.


“Hm.” Gumam Andra melepas pelukannya. Tangannya menghapus sisa air mata yang ada dipipi cubby gadisnya. Saat dirinya sedang mengamati wajah cantik gadisnya, fokusnya teralih pada bibir tipis berwarna pink milik gadis itu. Andra mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat  bibir tipis menggoda itu membuat sang empu terkejut.


“First kiss Manda.” Batin Gadis itu memegang bibir nya dengan wajah melongo. Semburat

__ADS_1


merah pun muncul dipipinya. Sedangkan sang pelaku malah terrtawa kecil.


__ADS_2