MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 19


__ADS_3

Happy Reading 😊


Seminggu telah berlalu. Masa skorsing Andra pun telah selesai. Dan kini Andra sudah mulai masuk sekolah kembali. Seperti biasa pagi-pagi buta motor Andra sudah nangkring di depan rumah Manda.


" Ganti roknya." Ucap Andra.


" Kenapa sih?" Tanya Manda heran. Ia melihat rok nya tak ada yang salah. Hanya saja ini sedikit lebih pendek dari yang biasa dia pakai.


" Kependekan. Pokoknya harus ganti." Ucap Andra tak ingin dibantah. Ia tak rela jika gadisnya dilirik cowok lain.


" Gak ada lagi. Tinggal ini aja. Yang biasanya masih dicuci."


" Huft. Nanti disekolah beli rok yang lebih panjang. Gak ada penolakan."ucap Andra tak terbantahkan.


"Iya." ucap Manda pasrah. Tak ada gunanya menolak.


***


Dirumah Nissa.


Terlihat sebuah mobil sport terparkir dengan indah di depan rumah mewah bercat abu-abu itu. Kemudian keluar seorang laki-laki tampan dari mobil itu. Setelah merapikan seragam nya laki-laki itu berjalan menuju pintu dan memencet bel.


Ting..tong...


" Iya sebentar." sahut suara dari dalam. Tak lama pintu terbuka dan terlihat wanita paruh baya yang masih terlihat muda. Yang tak lain Riri, mama Nissa.


" Iya mau cari siapa ya?." tanya Riri


" Nissa nya ada Tante?."tanya pemuda itu.


" Ada. Kalau boleh tau siapa ya?." tanya Riri karena tak mengenali pemuda itu.


" Saya Reno Tante. Pacar nya Nissa." Ucap pemuda itu. Ya dia adalah Reno.


Riri terkejut." Kamu bener pacarnya Nissa?." Tanya nya memastikan. Bukannya apa-apa, selama ini anak gadisnya itu tak pernah dekat dengan laki-laki. Sekarang tiba-tiba sudah punya pacar aja.


" Iya Tante." ucap Reno.


" Ayo masuk dulu. Tante panggil Nissanya." Ucap Riri mempersilahkan Reno masuk.


Tok..tok..tok


" Nissa ayok bangun,cepet ." Ucap Riri mengetuk pintu kamar anaknya tak sabaran. Tak lama pintu terbuka menampilkan Nissa yang sudah lengkap dengan seragamnya.


" Ada apa sih ma? Kok kayak heboh gitu?" tanya Nissa sembari merapikan seragam nya.


" Itu ada pacar kamu dibawah."


" Hah, pacar aku? kak Reno ma?" tanya Nissa kaget. Pasalnya laki-laki itu tak mengabarinya jika akan menjemputnya. Kedua nya memang sudah resmi berpacaran. Setelah benar-benar yakin dengan perasaannya Reno akhirnya menyatakan perasaannya dan mengklaim Nissa menjadi miliknya.


Tentu saja Nissa menerimanya, gadis itu senang bukan main karena perasaan nya terbalaskan.


Nissa bergegas turun menuju ruang tamu dan terlihat Reno sedang duduk memainkan ponselnya.


" Akh..ganteng banget sih pacar gue."batin Nissa terpesona dengan ketampanan Reno.


" Kak." panggil Nissa menghampiri Reno duduk disebelahnya. Reno mengulas senyum tipis melihat gadisnya.


" Kenapa gak bilang kalau mau kesini.?" tanya Nissa.


" Ya gapapa. Emang gak boleh?".


" Boleh."


" Jangan pacaran mulu masih pagi ini. Ayo sarapan dulu sini. Nanti kesiangan." ucap Riri yang tiba-tiba datang merusak momen kedua sejoli yang tengah di mabuk asmara itu.


" Makan yang banyak ya." ucap Riri menyajikan makanan.

__ADS_1


" Makasih ma."


" Makasih Tante. Maaf ngerepotin." ucap Reno tak enak.


" Nggak ngerepotin kok." ucap Riri.


Setelah selesai sarapan, keduanya berpamitan pada Riri dan berangkat.


15 menit perjalanan akhirnya Reno dan Nissa sampai diparkiran sekolah. Kedatangan Reno menggunakan mobil mengundang perhatian para murid disana. Pasalnya sangat jarang Reno kesekolah menggunakan mobil. Tentu saja hal itu menjadi tanda tanya para murid. Ada apakah gerangan?.


" Kak harusnya turunin aku di halte aja." ucap Nissa memandang sekeliling.


" Kenapa hemm? kamu malu pacaran sama aku ." tanya Reno tak suka mendengar ucapan gadisnya.


Nissa menoleh saat mendengar nada tak suka Reno.


" Bukan gitu kak. Aku gak suka aja jadi pusat perhatian. Aku juga takut diserang fans kakak." ucap Nissa menjelaskan alasannya.


Reno paham ketakutan gadis itu, ia mengambil tangan gadisnya dan menggenggamnya, mengelusnya memberi ketenangan. Satu tangannya lagi mengelus pipi Nissa.


" Kamu tenang aja ya. Ada aku, nanti kalau ada yang jahatin kamu langsung bilang aku, oke . Jangan takut." ucap Reno menenangkan. Nissa menganggukkan kepalanya.


Reno dan Nissa keluar dari mobil berjalan menuju kelas dengan bergandengan tangan. Keduanya terus berjalan tanpa memperdulikan ocehan para murid. Ada yang mendukung ada juga yang mencibir, Reno dan Nissa tak peduli toh yang menjalani hubungan ini mereka berdua. Jadi tak perlu mendengarkan apa kata orang.


Kelas 10 Mipa 2


" Nanti istirahat jangan keluar dulu." ucap Reno.


" Iya."


Reno berlalu menuju kelasnya, Nissa memasuki kelas dengan perasaan bahagia senyum terukir indah di bibirnya.


" Lo ada hubungan apa sama Kak Reno nis?."


" Lo pacaran ya."


" Wah selamat ya nis.".


" Semoga langgeng terus." ucap teman-teman kelasnya.


" Makasih ya temen-temen." ucap Nissa terharu. Ternyata temannya sangat baik dan mendukungnya, ia pikir akan dibenci karena berpacaran dengan Reno.


*****


Skip Istirahat


" Man ayo buruan elah. Gue udah laper nih." ucap Nissa yang sudah kelaparan.


" Iya sabar Nissa. Ini tinggal dikit lagi." ucap Manda fokus mencatat.


" Dari tadi tinggal dikit dikit tapi gak kelar-kelar." keluh Nissa.


" Kali ini beneran tinggal dikit." ucap Manda meyakinkan.


" Awas Lo kalo boong. Gue tinggal." ucap Nissa.


" Iya-iya." sahut Manda melanjutkan mencatatnya.


" Nah udah selesai. Ayo ke kantin." ucap Manda menarik tangan Nissa.


" Eh eh bentar." Nissa melepas tangannya dari Manda, mengeluarkan ponselnya mengirim pesan pada Reno memberitahu ia ke kantin duluan dengan Manda.


" Chat sama siapa?." tanya Manda kepo.


" Ada deh."


" Nggak asik main rahasia-rahasiaan." rengut Manda.

__ADS_1


" Udah ah buruan ke kantin. Laper gue." ucap Nissa mengalihkan pembicaraan. Merangkul bahu Manda berjalan menuju kantin.


Kelas 12 Mipa 1


" Kantin kuy." ajak Bara.


"Kuy lah." sahut Derry.


" Lo pada duluan aja. Gue mau ke kelas Manda." ucap Andra


" Cewek Lo udah dikantin." ucap Reno tiba-tiba membuat ketiganya heran. Dari mana Reno tau kan dari tadi dia di kelas terus gk keluar kemana-mana.


" Tau dari mana Lo Ren?." tanya Derry.


Reno tak menjawab hanya mengangkat bahunya acuh lalu berlalu mendahului teman-temannya.


Dikantin


Andra mengedarkan pandangannya guna mencari gadisnya. Setelah menemukan keberadaan gadisnya Andra berjalan menghampirinya diikuti Reno, Derry, dan Bara.


" Kenapa gak nunggu aku hm?." tanya Andra begitu sampai di samping gadisnya.


" Tadi Nissa udah laper banget. Makanya langsung kesini." ucap Manda lalu melanjutkan makannya.


" Kamu mau?." tawar Manda, Andra hanya menggeleng.


" Andra doang yang ditawarin. Kita nggak?." tanya Bara.


" Nggak. Kalau aku nawarin kakak nanti makanan aku habis kan kakak makannya banyak." jawab Manda polos.


" Jujur banget nih bocil kalo ngomong." batin Bara.


" Pfftt. cewek si bos suka bener kalo ngomong." ucap Derry menahan tawanya.


Bara menatap sengit Derry lalu mengalihkan pandangannya pada Reno dan Nissa yang saling tatap dan melempar senyum.


" Roman-romannya ada yang baru jadian nih." celetuk Bara.


" Siapa?." tanya Derry.


" Tuh." ucap Bara menunjuk Reno dan Nissa.


" Kenapa?." tanya Reno.


" Lo berdua pacaran?." tanya Derry to the poin.


" Ya." jawab Reno singkat sedangkan Nissa sudah menunduk malu.


" Wah gak nyangka gue."


" Asik traktiran dong." ucap Bara heboh kali memang urusan makanan dia nomer satu.


" Hm." dehem Reno singkat.


" Yes." Bara langsung bangkit dan menarik Derry menuju stan makanan.


" Nissa kok gak cerita sama aku." tanya Manda.


" Belum sempet aja. Gue juga baru jadian sama kak Reno." jelas Nissa. Manda hanya mengangguk.


******


" Kak kapan kita kembali kesana?." tanya seorang gadis pada kakaknya.


" Besok." jawab sang kakak.


" Aku gak sabar ketemu kak Andra lagi." antusias gadis itu membuat kakaknya tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2