
Happy Reading 😊
" Br*ngs*k Lo Laura." bentak Andra. Terlihat pemuda itu emosi melihat keadaan gadisnya yang mengenaskan.
Andra masuk di ikuti oleh Reno, Nissa, Bara, dan Derry di belakang nya.
" MANDA." teriak Nissa histeris.
" S*al*n Lo Laura. Lo apain temen gue hah." pekik Nissa menatap tajam Laura lalu menghampiri Manda dan membawa kepala gadis itu ke pangkuannya.
Keadaan Manda saat ini rambut acak-acakan, pipi sebelah kiri terdapat bekas tamparan, sudut bibirnya robek, lutut memar, dan jangan lupakan wajahnya yang basah.
Andra menghampiri Laura dan mencekiknya membuat gadis itu kesusahan bernafas.
" Gue udah peringatan Lo. Tapi Lo anggap gue main-main. Sekarang Lo harus mati." ucap Andra dengan nada rendah. Aura di sekitar terasa mencekam.
" Uhuk..uhuk... Le-pas k-kak." pinta Laura terbata-bata.
Bukannya melepaskan Andra justru semakin menguatkan cekikannya hingga gadis itu hampir tidak sadarkan diri.
" Lepasin dia Dra. Kita urus nanti. Sekarang keadaan Manda jauh lebih penting." sergah Reno pada Andra.
Andra tersadar segera melepas cekikannya dan menghempaskan gadis itu hingga tersungkur.
" Bawa dia ke gudang." perintah Andra pada teman-teman nya.
Setelah itu Andra menghampiri tubuh lemah gadisnya dan menggendongnya menuju UKS.
Di UKS
Andra membaringkan tubuh gadisnya dengan hati-hati.
" Lo jaga cewek gue." ucap Andra pada Nissa yang di angguki oleh gadis itu.
*****
Di gudang sekolah.
Plak
Plak
Suara tamparan terdengar jelas di dalam gudang yang kumuh. Terlihat seorang gadis tersungkur sambil memegang pipinya yang baru di tampar.
" Bangun." ucap Andra datar.
" Bangun gue bilang!!!." sentak Andra. Tangan nya menarik rambut gadis itu agar bangun.
__ADS_1
" Aakkhhh... lepas kak sakit." ucap Gadis itu kesakitan.
" Sakit Lo bilang? ini belum seberapa dari apa yang cewek gue rasain." bentak Andra. Pemuda itu sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Ia sudah tidak peduli lagi bahwa yang di hadapan nya ini adalah adik dari temannya.
Reno, Bara, dan Derry tidak bisa berbuat apa-apa karena Andra paling tidak suka di ganggu atau di campuri urusannya di saat seperti ini. Pernah di satu hari mereka mencoba menghentikan Andra bukannya berhenti malah laki-laki itu bertambah marah dan berakhir dengan ketiganya yang babak belur.
" Lo harus rasain sama seperti yang Manda rasain." ucap Andra rendah.
" Apa sih yang kakak suka dari cewek itu? Kenapa kakak ngga bisa suka sama aku, cinta sama aku HAH? Bukankah kita udah sama-sama dari kecil." pekik Laura menatap mata Andra. Gadis itu sudah benar-benar terobsesi pada Andra.
Andra tak menghiraukan omong kosong gadis itu lagi. Tidak ada gunanya.
" Let's play." ucap Andra dengan seringai mengerikan membuat suasana di ruangan itu semakin mencekam. Bahkan ketiga pemuda yang sedari tadi hanya diam memperhatikan ikut merinding, sedangkan Laura sudah ketakutan.
Andra berjalan mendekati Laura seraya memainkan pisau kecil kesayangan nya membuat gadis itu beringsut mundur hingga tersudut di tembok.
" Kenapa? Takut?." tanya Andra dengan nada mengejek.
Saat hendak menusuk telapak tangan Laura sebuah suara mengehentikan gerakan Andra.
Brak
" Berhenti." ucap Manda. Gadis itu berjalan memasuki gudang di bantu oleh Nissa karena lututnya masih nyeri.
Andra menoleh kaget saat melihat gadisnya berada di sini.
Pada dasarnya Nissa yang tidak mengetahui Andra membunuh orang sedikit terkejut dan takut.
Manda dengan langkah pincang mendekati Andra. Sedangkan Nissa mendekat ke arah Reno yang langsung di rangkul oleh pemuda itu. Reno tau gadisnya saat ini sedang takut.
" Kenapa bisa kesini?." tanya Reno berbisik.
" Tadi ada yang liat kamu sama temen-temenmu kesini." jawab Nissa memeluk pinggang Reno.
Tak tega melihat gadisnya ketakutan Reno membawanya keluar di ikuti oleh Bara dan Derry.
Kembali lagi ke Andra dan Manda.
" Inget janji kamu." ucap Manda. Gadis itu menatap prihatin ke arah Laura.
" Tapi dia udah nyelakain kamu." ucap Andra berapi-api tangannya masih menggenggam erat pisau.
" Iya aku tau. Tapi seperti yang kamu lihat sekarang aku gapapa. Nggak ada luka serius. Jadi kamu jangan balas Laura ya. Jangan sakitin Laura." ucap Manda berusaha memberi pengertian pada Andra.
" Nggak!! aku ngga akan biarin dia lolos. Nanti dia nyakitin kamu lagi." ucap Andra Keukeh.
Tangan Manda bergerak mengelus rahang pemuda itu. " Sayang please. Kamu udah janji ngga akan bunuh orang lagi dan kamu harus tepati janji itu. Jadi sekarang lepasin Laura, ya." ucap Manda lembut.
__ADS_1
" ****." umpat Andra lalu melepas tangan Manda yang berada di wajahnya. Kemudian menatap Laura.
" Pergi!! kali ini Lo selamat karena permintaan dari cewek gue." ucap Andra datar.
Laura bangkit berjalan keluar saat sampai di samping Manda. " Gue ngga butuh bantuan Lo cewek cupu. Suatu hari nanti gue akan rebut Andra dari Lo dan buat Lo menderita. Inget itu." bisik Laura di telinga Manda lalu berjalan keluar.
*********
Andra dan Manda sedang di perjalanan pulang menuju rumah Manda. Di sepanjang perjalanan Andra sama sekali tidak bicara, terlihat pemuda itu masih kesal. Manda berulang kali mengajak ngobrol hanya di tanggapi dengan deheman.
" Ayo mampir." ajak Manda. Andra hanya menggeleng.
" Ihhh ayo." ajak Manda lagi dengan memaksa dan akhirnya Andra turun dari motornya dan mengikuti gadis itu masuk.
" Bi, bunda mana?." tanya Manda pada Bi Ratih.
" Nyonya pergi ke kantor tuan,non." jawab Bi Ratih.
" Oh. Bi tolong buatin minuman buat kak Andra ya. Manda mau ke atas dulu ganti baju." pinta Manda lalu berlalu menuju kamarnya.
5 menit kemudian.
Manda turun dengan celana hotpants hitam dan kaos abu-abu. Rambut gadis itu di cempol asal memperlihatkan leher putih bersihnya. Berjalan menuju Andra yang berada di ruang tamu. Terlihat pemuda itu sibuk dengan ponselnya.
" Kamu masih marah?." tanya Manda yang sudah berada di samping Andra.
Pemuda itu tak menjawab dan masih asyik dengan ponselnya membuat Manda kesal lalu merampas ponsel Andra.
" Apa?." ucap Andra ngegas.
" Jangan marah terus." ucap Manda dengan lembut.
" Tega. Aku lagi sakit. Kamu marah-marah." ucap Manda dengan sedikit manja.
" Huft.." Andra menghela nafas untuk mengatur emosi nya.
" Sini." ucap Andra menyuruh gadis itu untuk lebih dekat dengannya.
Manda menurut, gadis itu duduk lebih dekat dengan Andra. Pemuda itu membawa Manda ke dalam pelukannya.
" Aku takut. Aku khawatir." ucap Andra lirih. Manda menenangkan Andra dengan mengusap punggung pemuda itu.
Maaf telat update, idenya mentok 🤧
Jangan lupa dukung karya author ya 😊
Terima Kasih 🙏
__ADS_1
See you next 👋