MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 12


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi 2 menit yang lalu. Kini Andra dkk sudah berada didepan kelas Manda.  Banyak siswi yang lewat curi-curi  pandang kearah Adra dkk, tapi


Andra dan Reno tak peduli mereka berdua hanya acuh. Sedangkan Bara dan Dery, keduanya  sibuk menggoda siswi siswi itu.


Tak lama kemudian Manda keluar bersama Nisaa.


“Ayo.” Ucap Andra mengulurkan tangannya dan disambut oleh gadis itu.


“Kak, temen Manda ikut gak papa kan.?” Tanya Manda. Andra menggangguk. Keenam orang itu berjalan menuju kantin. Sesampainya disana mereka duduk dimeja tempat biasa Andra dkk duduk. Para gadis menatap sinis dan iri kepada Manda dan Nissa yang bisa berdekatan dengan Andra dkk.


“Kalian pesen apa? Biar gue sama Dery yang pesen.” Ucap Bara.


“Gue somay sama es teh.” Ucap Reno.


“Kamu pesen apa.?” Tanya Andra.


“Manda mau bakso sama jus manga.” Jawab Manda.


“Gue samain sama cewek gue.” Ucap Andra pada Bara.


“Oke.”


“Itu temennya bu bos siapa namanya.?” Tanya Dery.


“Nissa kak.” Jawab Nissa yang sedari tadi diam.


“Oh Nissa. Mau pesen apa.?” Tanya Dery


“Eh gak usah kak. Makasih. Gue pesen sendiri aja.” Ucap Nissa tak enak.


“Gapapa santai aja. Pesen apa.?”


“Somay sama jus mangga kak.”


Tak ada yang menyadari bahwa salah satu dari mereka ada yang tak suka melihat interaksi Dery dan Nissa. Seseorang itu memperhatikan Nissa dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Gue kenapa ya, kok gue gak suka Nissa gobrol sama Dery. Masa iya gue suka sama cewek itu. Wah mulai ngaco ni otak.” Batin seseorang itu.


Dimeja lain


“Mel lo liat deh. Tuh cewek gatel masih deket sama Andra. Malah makin lengket.” Ucap Reni.


“Betul Ren, dia gak takut sama ancaman lo mel.” Tambah Silvi.


“Si*lan tuh cewek. Emang gak ada kapoknya, tunggu aja gue bakal hancurin lo.” Ucap Amel menatap tajam kearah Manda.

__ADS_1


Biarlah untuk saat ini gadis itu menikmati waktunya dengan Andra. Tunggu saatnya tiba dia akan  menghancurkan gadis itu. Kalau ia tak bisa mendapatkan Andra maka gadis lain pun tak ada yang boleh mendapatkan Andra. Amel mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kantin. Smirk tersungging dibibir gadis itu saat matanya menangkap seorang laki-laki yang melihat Manda


dengan tatapan suka.


“Kayaknya tuh cowok suka sama cewek sok polos itu. Bisa gue ajak kerja sama nih.” Batin Amel senang.


                               ***


Manda berjalan dikoridor dengan membawa tumpukan buku ditanganya. Setelah pelajaran bahasa inggris tadi, ia disuruh untuk mengembalikan buku paket ini ke perpustakaan.karena kebetulan sang ketua kelas sedang tidak masuk. Tadi ia akan


pergi dengan Nissa tapi gadis itu mendapat panggilan alam. Dan jadilah kini ia pergi sendirian.


“Aduh berat banget sih.” Keluh Manda yang kesusahan berjalan. Gadis itu tak bisa melihat ke depan karena terhalang oleh buku itu.


“Ekhem. Butuh bantuan.?” Tanya seorang siswa.


“Eh. Kakak siapa.?” Tanya Manda bingung. Ia tak mengenal siapa laki-laki itu.


“Gue Alvin. Kakak kelas  lo 12 Mipa 3. Nama lo siapa.?” Ucap Alvin.


Alvin Erino, cowok jakung berwajah tampan, kapten basket sekolah. Alvin juga termasuk jajaran pria tampan yang diidolakan para gadis. Saat pertama kali melihat Manda, laki-laki itu merasa tertarik. Ia tahu bahwa gadis itu adalah pacar Andra, tapi gak ada salahnyakan memperperjuankannya selama janur kuning masih belum melengkung. Masih ada kesempatan untuk menikung.


Sejak saat itu Alvin terus mengawasi gadis itu. Saat ia ingin mendekati, keberuntungan tak perpihak padanya  karena Andra selalu bersama gadis itu. Dan mungkin saat ini adalah kesempatan emas baginya untuk mendekati gadis itu karena tak ada Andra.


“Manda kak.” Ucap Manda singkat. Ia tak nyaman dengan tatapan laki-laki ini.


“Eh. Gak usah kak. Manda bisa sendiri.”  Gadis


itu berusaha menggambil kembali buku itu tapi tak berhasil karena lelaki itu menghindar.


“Mau dibawa kemana.”


“Ke perpustakaan kak.”


Alvin berjalan terlebih dahulu diikuti manda dibelakangnya.  Gadis itu melihat sekitar takut-takut ada kekasihnya. Bisa bahaya nanti jika kekasihnya tahu. Manda bernafas lega saat


melihat tak ada keberadaan kekasihnya.


Cekrek..


“Kena lo cewek gatel.” Ucap Amel puas dengan foto yang dia ambil. Ia akan mengirim foto ini pada Andra.


                                ***


Ting..

__ADS_1


Bunyi notifikasi pesan masuk membuat Andra yang sedang memejamkan mata langsung


terbangun dan segera memeriksa ponselnya.


...                                                             +082xxxxxxxx...


Send a photo



Anggap aja ini dikoridor, terus bawa buka bukan pegangan tangan ya. 🤭😊🙏


Andra menatap tajam gambar itu, tangannya meremas kuat ponselnya.


“Sh*t berani dia deketin cewek gue.” Ucap Andra dengan emosi yang membara. Pemuda itu bangkit dan berjalan menuju kelas 12 Mipa 3. Ia akan membri pelajaran pada Alvin yang sudah berani mendekati gadisnya. Tak boleh ada satu pria pun yang mendekati atau berinteraksi dengan gadisnya kecuali dirinya dan ayah gadis itu.  Katakanlah ia possessive karena memang itu kenyataannya.


Sesampainya disana Andra menendang pintu kelas itu.


Brak..


Semua siswa dikelas itu terkejut serentak mereka menoleh  kearah pintu. Untung saja tak ada guru yang mengajar karena semua guru sedang rapat. Andra memasuki kelas itu dengan wajah menyeramkan. Tak ada yang berani menegur, mereka masih sayang nyawa.


“Mana Alvin.” Tanya Andra datar pada murid cupu yang duduk di bangku depan.


“Ke-keluar.” Jawab murid itu terbata-bata.


Andra berbalik hendak pergi dari situ tapi langkahnya terhenti saat melihat orang


yang sedang ia cari memasuki kelas dengan senyum tersungging dibibirnya.


Seringaimuncul dibibir Andra aura tubuhnya semakin menggelap. Tanpa berkata-kata ia


langsung menonjok pipi Alvin dengan sangat keras membuat  yang empu yang belum siap langsung terhuyung.


 Alvin bangkit dengan menyeka sudut bibirnya


yang mengeluarkan darah segar. Pukulan Andra memang tak main-main. Bukannya takut Alvin  malah terkekeh.


“Santai bro, main tonjok aja.” Ucap Alvin santai. Emang gak ada takutnya nih anak.


“Gak usah banyak bacot. Jauhi cewek gue.” Ucap Andra mencengkram kerah seragam Alvin. Nafasnya memburu menandakan amarah yang memuncak.


“Masih pacarkan belum jadi istri. Jadi masih bisa gue tikung.” Ucap Alvin.


Bener-bener nih anak ngejawab mulu. Diem vin. Entar nyawa lo melayang.

__ADS_1


Andra langsung menghajar Alvin dengan membabi buta. Tak peduli jika nanti ia akan mendapat masalah yang terpenting sekarang ia akan melenyapkan laki-laki ini.


__ADS_2