MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 28


__ADS_3

Happy Reading 😊


" Huh... capeknya." ucap Manda duduk selonjoran di tepi lapangan, meminum airnya dan sesekali mengipasi wajahnya dengan tangan.


" Makanya gue paling males yang namanya olahraga. Capek." sahut Nissa yang duduk selonjoran juga.


Di rasa sudah tidak gerah lagi Manda berdiri" Ayo ganti baju." ajak Manda mengulurkan tangannya untuk membantu Nissa berdiri.


" Habis ganti ke kantin ya." ucap Nissa.


" Nggak ah. Habis ini jam nya Bu Endang takut kena hukum." tolak Manda.


Bu Endang adalah guru mata pelajaran sejarah yang di kenal paling killer di SMA Pertiwi. Saat jam pelajarannya semua murid harus sudah berada di dalam kelas jika masih ada yang di luar kelas atau terlambat masuk kelas akan di beri sanksi tidak boleh masuk kelas mapel sejarah selama satu semester atau 50 poin BK. Apabila ada yang tidak mengerjakan tugas atau tidak memperhatikan saat di terangkan, akan di sanksi lari keliling lapangan 20 kali atau 20 poin BK. Oleh sebab itu Manda tidak berani macam-macam.


" Oh iya ya kok bisa gue lupa habis ini jam Bu killer." ucap Nissa menepuk pelan kening nya.


" Kan kamu pikirkan nya cuma makan terus." ledek Manda lalu berlari menghindari amukan Nissa.


" Manda awas Lo ya. Tungguin. Jangan lari Lo." teriak Nissa membahana sambil berlari mengejar Manda.


" Nggak kena wleee." ledek Manda memeletkan lidah nya. Karena tidak memperhatikan ke depan Manda terjatuh setelah menabrak seorang.


" Sstthh aduh." ringis Manda.


" Ya ampun Manda." ucap Nissa segera membantu Manda berdiri.


" Hai, kita ketemu lagi." ucap orang yang di tabrak Manda.


Membuat kedua gadis itu mendongak melihat orang itu.


" Kamu." ucap Manda kaget. Sementara Nissan memandang keduanya bingung. Ada apa?.


" Iya. Makasih ya buat yang kemarin. Nama gue Reza." ucap Reza orang yang di tabrak Manda.


" Ah iya sama-sama." ucap Manda kikuk.


Merasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi Manda segera mengajak Nissa untuk pergi dari sana.


Reza tak melepas pandangan dari Manda hingga gadis itu tidak terlihat lagi.


Tanpa di ketahui oleh gadis mungil itu ternyata yang kekasih melihat dan mendengar semuanya. Raut wajah Andra terlihat datar tanpa ekspresi apapun. Tatapan matanya tajam dan kedua tangannya terkepal kuat hingga urat-urat nya terlihat jelas, menandakan bahwa pemuda itu tengah menahan emosi nya.


Andra tau arti tatapan Reza saat melihat gadisnya. Reza menyukai gadisnya. Tidak ia tidak akan membiarkan Reza menyukai gadisnya. Manda hanya miliknya. Tak akan ia biarkan seorang pun merebut Manda darinya.


*******


Begitu memasuki kelas Andra langsung membogem wajah Reza.


Bughh.

__ADS_1


" Anj* ng Lo, ada masalah apa hah? Dateng main nonjok aja." umpat Reza tidak terima pasalnya ia merasa tidak berbuat salah pada Andra.


" Peringatan buat Lo jauhi Manda. Dan buang


jauh-jauh niat Lo untuk rebut cewek gue." ucap Andra dengan rendah, menatap datar wajah Reza lalu pergi keluar.


Andra berjalan dengan langkah cepat dan tegas menuju kelas gadisnya.


" Ikut aku." ucap Andra lalu menarik tangan Manda untuk mengikuti nya.


" Mau kemana?." tanya Manda. Gadis itu mengikuti langkah Andra dengan kaki terseok-seok.


Andra tidak menjawab, pemuda itu terus berjalan hingga tiba di rooftop sekolah.


Karena terlalu emosi Andra tidak sadar bahwa ia mencengkram tangan gadisnya terlalu kuat.


" Shhh... sa-kit." lirih Manda membuat Andra tersadar dan melepas cengkraman nya. Menatap datar dan tajam gadis itu. Tentu saja di tatap seperti itu membuat Manda takut.


" Kenapa?." cicit Manda.


" Kenapa bisa kenal Reza?." tanya Andra datar.


" Dia yang aku tolong kemarin." jawab Manda.


" Mulai sekarang kamu jauhi dia. Inget jangan pernah dekat sama cowok lain. Kamu cuma milik aku." ucap Andra tegas.


Manda mengganguk masih dengan memegangi pergelangan tangannya yang memerah. Dan itu tak luput dari penglihatan Andra. Pemuda itu mengelus pergelangan tangan gadisnya lalu di kecupnya singkat.


" Sakit." ucap Manda dengan nada yang sedikit manja.


" Iya maaf ya. Aku terlalu emosi tadi." ucap Andra.


Beberapa menit keheningan terjadi keduanya menikmati suasana.


" Jangan pergi dari aku ya." ucap Andra tiba-tiba.


" Aku ngga akan pergi dari kamu. Kecuali kamu sendiri yang minta aku pergi." ucap Manda mantap.


" Itu ngga akan terjadi. Sampai mati pun aku ngga akan biarin kamu pergi." ucap Andra sungguh-sungguh.


" Kamu percaya cinta pada pandangan pertama. Itu yang terjadi sama aku. Kamu inget pertama kalinya kita ketemu. Saat itu aku marah dan berniat bunuh orang yang udah ganggu aku. Tapi saat liat wajah kamu niat membunuh ku hilang di gantikan dengan debaran aneh di dadaku. Dan aku menyadari bahwa aku udah jatuh cinta sama gadis mungil ini." ucap Andra tulus menatap dalam Manda.


Membuat gadis itu tersenyum malu. Andra membawa tangan gadis itu untuk menyentuh dadanya.


" Kamu ngerasain kan." ucap Andra. Manda mengganguk lalu menyenderkan kepalanya pada bahu Andra.


**********


" Lo harus jauhin Kak Andra." ucap Laura tiba-tiba menghadang jalan Manda yang baru keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


" Emang kamu siapa? Nyuruh aku jauhin kak Andra." ucap Manda.


" Gue calon pacar barunya." ucap Laura dengan kepercayaan diri yang tinggi.


Manda tidak bisa menahan tawanya." Apa calon pacar? Aku kasih tau ya kalau mimpi jangan ketinggian nanti jatuhnya sakit." ucap Manda dengan nada mengejek.


" Berani ya Lo?."


" Sama-sama manusia. Kenapa harus takut?." ucap Manda dengan penuh keberanian.


Dulu memang saat ia di bully oleh Amel tidak berani melawan karena takut. Tapi sekarang ia tidak mau terlihat lemah dan terus di tindas. Manda bertekad untuk lebih berani melawan saat ada orang yang mengganggunya.


" Dasar Lo." tangan Laura terangkat untuk menampar Manda.


Plak


Wajah Manda terpaling, gadis itu memegang pipinya yang terasa panas. Lalu memandang Laura dengan pandangan marah.


Plak


Manda balas menampar Laura juga. " Kita impas." ucap Manda.


" Si*l*n Lo." umpat Laura tidak terima lalu menjambak kuat rambut Manda.


Dan terjadilah aksi jambak- menjambak. Biasalah ya cewek kalau berantem.


Karena mendengar keributan para murid berkerumun untuk melihat.


" Akkhh.. lepas." ringis Manda.


" Sshhh... ngga akan sebelum Lo mau jauhin Andra." ucap Laura.


" Kamu bukan siapa-siapa. Kamu nggak berhak ngatur aku." ucap Manda


" Kak Andra juga nggak akan mau sama cewek kayak kamu." lanjut Manda.


Laura tidak terima mendengar ucapan Manda lantas menjambak lebih kuat rambut Manda. Melihat Manda lengah Laura menendang lutut kuat Manda membuat gadis itu melepas jambakannya beralih memegang lututnya.


Merasa ada kesempatan Laura kembali menjambak rambut Manda dan menyeret nya ke dalam salah satu bilik kamar mandi, lalu menenggelamkan kepala Manda ke dalam bak mandi beberapa kali hingga akhirnya gadis itu pingsan.


" Rasakan itu B*tch". ucap Laura tersenyum penuh kemenangan.


Para murid yang melihat tidak berani menolongnya.


Brak.


" Br*ngs*k Lo Laura". bentak Andra.


Jangan lupa dukung karya author ya 😊

__ADS_1


Terima Kasih 🙏


See you next 👋


__ADS_2