MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 45


__ADS_3

Happy Reading 😊


Setelah menempuh setengah jam perjalanan, akhirnya Andra dan Manda sampai di sebuah taman hiburan. Andra mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Manda.


Pemuda itu memeluk pinggang Manda dengan posesif, seolah menegaskan bahwa gadis itu adalah miliknya. Keduanya berjalan menuju loket untuk membeli tiket masuk.


Senyum manis tak luntur dari bibir Manda sejak mereka sampai. Gadis itu memandang sekitar dengan antusias. Andra hanya tersenyum kecil melihat raut antusias gadisnya.


Kedatangan keduanya menjadi pusat perhatian para pengunjung yang berada di sana. Banyak pengunjung laki-laki yang mencuri pandang ke arah Manda dan banyak pengunjung perempuan juga mencuri pandang ke arah Andra.


Setelah mendapat tiket keduanya pun memasuki taman hiburan.


" Mau kemana dulu?." tanya Andra. Tangan pemuda itu masih setia memeluk pinggang Manda. Sesekali pemuda itu memberi tatapan tajamnya pada pria yang secara terang-terangan memandang gadisnya.


" Bingung mau naik yang mana. Semuanya pingin aku coba." jawab penuh dengan antusias.


" Pilih yang mau kamu coba dulu. Aku gak izinin kamu naik semuanya. Nanti kamu kecapekan." ucap Andra.


" Ihh.. kok gitu sih." rengut Manda tak terima. Dirinya sudah lama tidak ke taman hiburan dan kini dia sudah berada di sini. Jadi Manda tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menaiki semua wahana yang ada di taman hiburan ini.


" Nanti kamu kecapekan. Pilih beberapa wahana aja atau gak usah naik semuanya!!." ancam Andra. Bukan apa-apa ia hanya tak ingin gadisnya kecapekan dan berakhir sakit.


" Ishh kerjaannya ngancem terus. Gak asik!!!." dumel Manda lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Andra yang hanya bisa geleng-geleng dengan tingkahnya.


...****************...


Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, waktunya untuk makan siang. Tapi sepasang kekasih itu masih asyik naik wahana rolling coaster. Lebih tepatnya Manda yang menikmati wahana tersebut, gadis itu terpekik senang kala wahana melaju dengan kencang. Sementara Andra hanya memasang wajah datar andalannya.


Setelah beberapa putaran akhirnya wahana itu berhenti. Andra dan Manda turun bersama dengan pengunjung lain.


" Udah ya. Istirahat dulu makan siang." ucap Andra dan di angguki Manda karena memang gadis itu sudah lapar. Keduanya pun berjalan sembari bergandengan tangan menuju restoran.


Andra duduk di meja paling pojok sembari memainkan ponsel gadisnya, lalu dimana Manda? gadis itu sedang memesan makanan. Padahal Andra sudah melarangnya, biar ia yang memesan makanan tetapi gadis itu keras kepala ingin memesan makanan sendiri.


Andra mengecek semua sosial media milik gadisnya mulai dari wa, fb, Ig, hingga tweet. Melihat banyaknya cowok yang mengirim pesan pada Manda membuat Andra emosi. Inilah yang Andra takut kan, pemuda itu takut gadisnya berpaling darinya.


Andra mulai membuka chat tersebut satu persatu dan membalasnya. Ada satu chat yang membuat Andra semakin bertambah emosi.


Gilang 📱


Nanti malem gue sama bokap, nyokap gue bakal Dateng ke rumah Lo. Jangan lupa bilang sama Tante Lisa. See you nanti malem 😙

__ADS_1


Emosi Andra langsung naik ke ubun-ubun bahkan tangan pemuda itu sudah menggenggam ponsel Manda dengan kuat. Apa-apaan ini? Dari mana cowok itu mendapat nomor gadisnya? Kenapa Manda tak bilang padanya?.


Andra meletakkan kembali ponsel Manda di meja dan tak lama kemudian Manda datang setelah memesan makanan.


" Aku udah pesen bentar lagi makanannya datang." ucap Manda. Andra hanya diam tak menanggapi, membuat Manda bertanya-tanya. Kenapa dengan kekasih nya itu?.


" Kamu kenapa kok mukanya kayak emosi gitu?." tanya Manda.


" Gak." jawab singkat Andra tanpa menatap ke arah gadisnya.


" Ihh kok singkat jawabannya. Kamu marah kenapa? Aku salah apa?." tanya Manda beruntun.


Andra tak menjawab tapi ia menggeser ponsel milik Manda.


" Ponsel?." gumam Manda bingung.


" Ck. Buka!!." decak Andra.


Manda pun menyalakan lalu membuka lock screen ponselnya. Yang pertama kali di lihatnya adalah room chat dengan Gilang. Manda terlihat mengangguk paham, senyum manis muncul di bibirnya.


" Jadi ini alasan kamu marah terus cuek sama aku?." tanya Manda menatap Andra.


" Hm." dehem Andra singkat.


" Aku udah bilang jangan deketin dia lagi!!." lanjut Andra dengan nada menekan.


" Maaf." ucap lirih Manda.


" Bukan kata maaf yang mau aku dengar dari kamu tapi penjelasan." ucap Andra.


Tangan Manda saling bertautan, kekasihnya kalau marah menyeramkan sekali. " Gilang yang minta nomer ku dulu." ucap Manda.


" Kenapa langsung di kasih gak bilang ke aku dulu?." tanya Andra.


" Aku lupa." jawab Manda.


" Alasan." ketus Andra.


Manda menggeleng cepat. " Beneran aku lupa. Aku gak bohong." ucap Manda meyakinkan.


Andra mendengus. " Terus tadi maksudnya apa? Dia mau Dateng ke rumah kamu nanti malam sama orang tuanya, mau ngapain?." tanya Andra.

__ADS_1


" Itu di suruh bunda." jawab Manda.


Andra menatap dalam mata bulat gadisnya dan di sana terlihat kejujuran. Andra bangkit dari duduknya berpindah duduk di samping gadisnya menariknya untuk bersandar pada dada bidangnya. Tangan kekarnya bergerak mengelus Surai halus Manda.


" Aku cemburu." ucap Andra. Manda tak dapat menahan senyumnya hatinya bahagia mendengar ucapan Andra.


Tangan Manda mulai melingkari pinggang Andra dengan erat. " Aku cuma milik kamu. Aku cuma cinta sama kamu. I'm yours." ucap Manda.


Mampu membuat jantung Andra berdetak kencang dan kupu-kupu berasa terbang di perutnya. " Hm. Your Mine. Kamu milikku selamanya. Gak akan ada yang bisa rebut kamu dari aku." ucap Andra.


" Setelah lulus kuliah nanti aku akan jadiin kamu milik aku seutuhnya. Aku akan menikahi kamu. Dan kita hidup bahagia dengan anak-anak kita nanti." ucap Andra serius.


Andra menunduk saat merasakan pukulan kecil di dadanya. " Kenapa kok aku di pukul?." tanya Andra.


" Lagian kamu kenapa bahas itu sih? Masih jauh juga. Aku masih sekolah. Nanti aku juga mau lanjut kuliah." ucap Manda dengan malu-malu, pipinya pun memerah.


" Jauh apanya, sebentar lagi aku lulus. Kamu gak perlu kuliah dan kerja lagi. Biar aku aja yang kerja tugas kamu hanya mengurus dan melayani aku. Lagian uang aku udah banyak gak akan habis tujuh turunan." ucap Andra menyombongkan diri.


" Dih sombong." cibir Manda.


" Bukan sombong tapi memang kenyataannya begitu." elak Andra.


Manda hanya memutar bola matanya malas. Tak lama makanan pesanan mereka berdua datang. Keduanya pun makan dengan tenang sesekali saling menyuapi.


Keromantisan keduanya membuat para pengunjung yang memang rata-rata anak muda iri dan gigit jari.


" Romantis banget".


" Sweet banget sih."


" Sisahin dong satu yang kayak gitu."


" Cocok banget satunya ganteng satunya cantik."


" Jiwa jomblo gue meronta-ronta."


Begitulah ucapan-ucapan para pengunjung itu.


Sampai sini dulu ya.


Jangan lupa dukung karya author ya.

__ADS_1


Terima kasih


See you next 👋


__ADS_2