
Happy Reading 😊
Sudah tiga hari Manda berada di rumah sakit. Meski sempat mengalami masa kritis, akhirnya Manda saat ini sudah sadar. Tiga hari juga Andra menemani gadisnya, dan tak beranjak sedikit pun.
Sedari membuka mata Manda tak bicara sepatah kata pun. Pandangannya lurus ke depan dengan tatapan kosong. Mungkin gadis itu masih trauma.
Andra mengusap wajahnya kasar." Mana yang sakit hmm?." tanya Andra mengusap lembut pipi gadisnya.
" Badan aku, wajah aku hiksss sakit semua. Takut hikss mereka mau bunuh aku." cicit Manda mulai terisak.
Andra merengkuh tubuh gadisnya memberi kenyamanan dan ketenangan." Jangan takut sayang. Kamu aman sama aku. Nggak akan ada lagi yang berani nyakitin kamu." ucap Andra menenangkan, membubuhkan kecupan di puncak kepala gadisnya.
Beberapa menit kemudian isakan itu berhenti, Andra melepas pelukannya. Di usapnya bekas air mata di pipi gadisnya lalu di kecupnya kedua mata sembab itu.
Melihat keadaan gadisnya rasanya Andra belum puas untuk menyiksa Reza dan Laura.
" Udah ya jangan nangis lagi. Ada aku di sini." ucap Andra dan Manda pun mengangguk.
" Kamu nggak akan ninggalin aku, kan?." tanya Manda tiba-tiba.
" Gak ada alasan buat aku ninggalin kamu." jawab Andra dengan nada datarnya.
" Muka aku pasti akan ada bekasnya, tangan dan kaki aku juga ada bekasnya bahkan lebih banyak. Badan aku jelek gak kayak dulu lagi. Kamu pasti jijik sama aku kan, ilfeel sama aku." ucap Manda dengan wajah murung.
" Berhenti bicara omong kosong Manda!! Satu pun gak ada alasan buat aku ninggalin kamu. Aku cinta sama kamu tulus apa adanya. Jadi berhenti bicara yang tidak -tidak." tegas Andra.
" Bagaimanapun keadaan kamu, aku tetap cinta sama kamu. Paham?." lanjutnya.
Manda tersenyum haru, gadis itu merentangkan tangannya ingin di peluk. Andra yang mengerti langsung memeluk erat tubuh gadisnya.
...****************...
" Ayo satu suap lagi." ucap Andra menyodorkan sendok berisi bubur pada gadisnya.
" Udah kenyang. Gak enak hambar. Mau muntah." ucap Manda merengek.
" Baru tiga sendok. Ayo makan lagi. Kamu harus minum obat." ucap Andra mencoba memasukkan sendok ke dalam mulut gadisnya tapi gadis itu memalingkan wajahnya.
" Ayo Manda." ucap Andra tegas.
" Gak mau makan itu." ucap Manda.
" Huftt. Yaudah, mau makan apa?." tanya Andra.
" Mie ayam, bakso, sama pizza." ucap Manda antusias bahkan matanya berbinar -binar.
" Nggak ada. Kamu masih sakit." tolak Andra tegas.
__ADS_1
Manda langsung cemberut baru saja ia membayangkan bagaimana enaknya makan itu semua. Tapi semuanya sirna karena kekasihnya tak mengizinkan.
" Jangan aneh-aneh. udah makan ini aja." ucap Andra.
" Nggak mau. Maunya tadi yang udah aku sebutin." ucap Manda yang Keukeh.
" Nasi goreng aja gimana, mau?." tanya Andra memberi penawaran.
" Iya mau." jawab Manda cepat sebelum Andra berubah pikiran dan berakhir dirinya makan bubur hambar itu lagi.
...****************...
" Hallo every body. Bara yang tampan rupawan datang." teriak Bara memasuki ruangan Manda di ikuti Derry, Reno dan Nissa.
Plak
Dengan enteng nya Bara menggeplak kepala Bara.
" Sakit b3g0." umpat Bara menatap tajam Derry.
" Lagian Lo gak tau tempat. Ini rumah sakit bukan hutan tempat tinggal Lo." semprot Derry.
" Berisik." ketus Andra membuat keduanya langsung kincep.
" Nih pesenan Lo." ucap Reno menyerahkan plastik yang berisi nasi goreng pesanan Andra.
" Thanks." ucap Andra. Reno hanya mengangguk.
" Manda gue kangen banget sama Lo." ucap Nissa memeluk Manda dengan hati-hati. Luka gadis itu belum sepenuhnya sembuh.
" Aku juga kangen sama kamu." ucap Manda membalas pelukan Nissa.
Sementara kedua gadis itu melepas rindu, para cowok duduk di sofa yang ada di sana.
" Gimana orang tua mereka udah tau kalau anaknya meninggal?." tanya Reno memulai obrolan dengan pelan takut di dengar oleh dua gadis itu.
" Hm. " jawab Andra dengan deheman lalu meminum kopi yang di bawa oleh Reno tadi.
" Mereka tau kalau Lo yang udah bunuh anaknya?." tanya Reno lagi.
" Nggak. Papa bilang ke mereka kalau anak mereka di serang gengster dan papa nemuin mereka di jalan saat mau pulang." ucap Andra.
" Wih pinter juga ya Om Yoga cari alasannya." takjub Bara.
" Kalau sampai orang tua Reza tau yang sebenarnya dan mereka berencana balas dendam atau nuntut Lo gimana?." tanya Derry penasaran.
" Biar papa gue yang urus." jawab Andra.
__ADS_1
Kembali lagi pada dua gadis itu.
" Gimana masih sakit?." tanya Nissa khawatir, menatap prihatin pada luka Manda.
" Nggak terlalu, tadi udah di kasih salep." Jawa. Manda.
Nissa mengangguk." Oh iya. Ayo makan dulu tadi katanya cuma makan dikit. Gue suapin." ucap Nissa.
Membuka nasi goreng tadi dan menyuapi Manda dengan telaten.
Manda terus menatap Nissa dan Nissa yang merasa di perhatikan pun menoleh." Kenapa?." tanya Nissa.
" Makasih ya Nissa." jawab Manda.
" Kenapa tiba-tiba bilang makasih?." tanya Nissa heran.
" Makasih karena berkat kehadiran Nissa di samping aku. Buat aku bisa ngerasain perhatian dan kasih sayang seorang kakak." jelas Manda.
" Lo gak perlu bilang makasih. Gue juga udah anggap Lo sebagai adik gue sendiri." ucap Nissa.
" Peluk." ucap Manda merentangkan kedua tangannya. Nissa menggeleng kecil tapi tak ayal memeluk Manda. Keduanya pun berpelukan.
Para cowok yang melihat itu ikut terbawa suasana bahkan Bara dan Derry tak sadar saling memeluk. Hingga Derry yang lebih dulu tersadar dan langsung mendorong Bara hingga tersungkur.
" Lo apa-apaan Bar hah Lo kira gue homo main peluk-peluk aja." sentak Derry sambil mengusap -usap tubuhnya kasar menghilangkan jejak pelukan tadi.
" Enak aja Lo main tuduh aja. Lo tuh yang meluk gue duluan." ucap Bara tak terima. Keduanya tidak mau mengalah dan saling menyalahkan.
" Nggak!!! Nggak mungkin gue dulu pasti Lo dulu." sangkal Derry.
" Ye nih anak di bilangin kagak percaya." ucap Bara sedikit kesal.
" Udah jangan ribut Mulu kayak anak kecil ini di rumah sakit." ucap Reno melerai. Kalau tidak ada yang melerai mereka tidak akan berhenti.
...****************...
Beberapa menit yang lalu teman-teman keduanya baru pulang. Sekarang tinggal Andra dan Manda yang berada di ruangan itu. Kemana orang tua Manda?. Saat mendapat kabar bahwa anak gadis mereka masuk rumah sakit keduanya langsung bergegas pulang dan langsung menuju rumah sakit tanpa mampir ke rumah dulu. Dan selama 3 hari orang tua Manda menemani putri mereka tanpa beristirahat. Karena kasian Andra pun menyuruh keduanya untuk pulang dan beristirahat biar dia yang menjaga Manda.
" Kapan aku boleh pulang?." tanya Manda.
" Nunggu sampai sembuh total dulu." jawab Andra.
" Bosen. Aku pingin sekolah lagi." ucap Manda.
" Ya nunggu kamu sembuh dulu. Makanya kalau di suruh minum obat jangan banyak alasan." ucap Andra.
" Ihh mana ada orang aku minum obatnya teratur kok." ucap Manda membeli diri.
__ADS_1
" Ya harus di paksa dulu." ucap Andra. Manda hanya nyengir karena memang begitulah kenyataannya.
See you next 👋