MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 32


__ADS_3

Happy Reading 😊


" Aduhh.. pelan-pelan. Sakit." ucap Manda yang kesusahan mengikuti langkah panjang Andra.


Setelah sampai di kamar Andra menutup pintu dan melepas cengkraman nya pada tangan Manda.


" Dari mana?." tanya Andra menatap gadisnya datar.


" Dari joging." jawab Manda.


" Punya mulut kan kenapa nggak izin dulu, ngomong dulu ke aku?." tanya Andra lagi.


" Tadi kamu masih tidur." cicit Manda tak berani menatap mata Andra.


" Kan tinggal bangunin apa susahnya coba? Seneng udah buat aku khawatir, Hah!!." ucap Andra tegas.


" Maaf. Aku salah." ucap Manda meminta maaf memeluk pinggang Andra dan menyandarkan kepalanya di dada bidang pemuda itu. Dan dapat ia dengar detak jantung Andra yang cepat.


Andra tidak membalas pelukan Manda, pemuda itu masih menetralkan emosi nya.


" Maaf. Manda minta maaf." ucap Manda yang masih memeluk Andra.


" Hm." dehem Andra yang emosi nya sudah mereda dan membalas pelukan Manda.


" Jangan kayak gitu lagi. Kalau kamu mau pergi kemana pun ngomong ke aku dulu. Jangan buat aku khawatir. Ngerti." ucap Andra memberi wejangan.


" Iya janji ngga kayak gitu lagi." ucap Manda.


...**********...


Di Kamar Bara dan Derry.


" Duduk." titah Reno. Nissa pun duduk tanpa membantah.


" Tau apa kesalahan kamu?." tanya Reno dengan tenang.


" Tau." jawab Nissa pelan.


" Apa?."


" Keluar tanpa izin dulu ke kamu."cicit Nissa.


" Kenapa nggak izin dulu?."


" Tadi kamu masih tidur."


" Kan bisa bangunin aku. Jangan langsung pergi kayak gitu. Kalian itu cewek bahaya keluar tanpa pengawasan apalagi ini bukan kota kita." Ucap Reno memberikan pengertian.


" Maaf." Ucap Nissa dengan nada menyesal.


" Hm. Lain kali jangan gitu lagi."


...*******...


" Kamu udah nggak marah lagi?." tanya Manda dengan hati-hati.


" Kenapa? Mau aku marah terus?." tanya Andra.


" Nggak!! Enggak mau, jangan marah-marah terus. Aku takut." Ucap Manda.


" Makanya kamu jangan nakal." Ucap Andra menyentil pelan kening Manda.


" Ishh sakit." ringis Manda.


Cup


Andra mengecup bibir tipis yang mengerucut itu dan di hadiahi pukulan oleh sang empu.


Ceklek.


" Woy mau ikut nggak?." tanya Derry tiba-tiba membuka pintu membuat keduanya kaget.


" Mau kemana kak?." Tanya Manda.


" Belanja oleh-oleh." Jawab Derry.

__ADS_1


" Aku ikut. Ayo!!." ucap Manda dengan antusias menarik tangan Andra untuk bangkit.


" Yaudah gue tunggu di bawah." ucap Derry sebelum berlalu.


" Sana ganti baju dulu." titah Andra.


" Inget jangan pakai pakaian kebuka." lanjut Andra memperingati yang di balas cengiran oleh Manda.


...*******...


Kini mereka sudah berada di pusat oleh-oleh yang terkenal di kota tersebut.


" Sekarang kita pencar, nanti jam setengah satu kumpul lagi di sini makan siang." Ucap Andra.


Mereka pun berpencar Andra dan Manda, Reno dan Nissa, sedangkan Bara dan Derry, mau bagaimana lagi, hanya mereka berdua yang tidak membawa pasangan.


Andra dan Manda kini tengah berada di toko yang menjual berbagai macam aksesoris.


" Ayo mbak, mas silahkan di lihat-lihat dulu." ucap pemilik tokoh ramah.


" Pak saya mau cari gelang couple." ucap Manda. Andra hanya diam dan mengikuti gadis itu.


Pemilik tokoh mengeluarkan satu kotak besar yang berisi berbagai macam jenis gelang dan cincin.


" Ini mbak silahkan di pilih." ucap pemilik toko itu lalu pergi melayani pembeli lain.


Manda pun sibuk memilih-milih gelang dan sesekali mencobanya di tangannya dan di tangan Andra.


" Masih lama?." tanya Andra yang sudah mulai bosan.


" Bentar lagi. Aku masih milih." ucap Manda masih fokus memilih.


Andra menghela nafasnya panjang, memang ya cewek kalau belanja bisa lupa waktu.


" Ini gimana bagus nggak?." tanya Manda meminta pendapat seraya menunjukan gelangnya.


" Bagus." ucap Andra cepat.


" Yaudah. Ayo bayar." ucap Manda. Keduanya pun menuju kasir.


Seorang pria bule terlihat mendekati Manda yang duduk sembari bermain ponsel.


" Excuse me." ucap pria bule itu.


Manda mendongak melihat pria itu dengan bingung.


" Are you talking to me?." tanya Manda. Beruntung lah dia sedikit menguasai bahasa Inggris. Jadi kalau sedang berada dalam keadaan seperti ini tidak akan malu-maluin.


" Yes, can I have your phone number please." ucap pria itu. Seperti nya pria bule itu menyukai Manda, terlihat dari cara pria itu menatap Manda.


Andra kembali setelah membeli minuman, melihat gadisnya bersama pria asing membuat Andra mempercepat langkahnya. Andra langsung merangkul bahu gadisnya dan menatap tajam pria itu.


" She is my girl. Stop teasing her or you Will know the consequences." ucap Andra datar lalu membawa Manda pergi dari sana.


Sepanjang jalan Manda hanya diam, ia terlalu takut hanya untuk membuka suara. Ekspresi Andra pun masih sama seperti tadi.


" Aduh marah lagi kan. Lagian kamu kenapa nggak langsung pergi aja sih Manda!!.. Jadi gini kan." batin Manda merutuki dirinya sendiri. Dengan takut Manda melirik kearah Andra. Merasa di perhatikan Andra menoleh membuat Manda dengan cepat menundukkan kepalanya lagi.


" Lucu." batin Andra gemas.


...********...


" Kamu mau beli apa?." tanya Reno pada Nissa. Keduanya berjalan menyusuri trotoar.


" Nggak tau. Bingung." jawab Nissa.


" Beli baju mau?." tanya Reno menawarkan.


" Mau." Akhirnya Reno dan Nissa memasuki toko baju.


...**********...


Skip Malam harinya.


" Kak." panggil Manda pada Andra yang duduk di sebelah nya.

__ADS_1


" Panggil apa tadi? coba ulangi!!." Andra mencubit pipi chubby gadis itu.


" Nggak..nggak ada. Isshh lwepas, sakit." ringis Manda berusaha melepas tangan Andra yang berada di pipinya.


" Jahat." kesal Manda mengelus pipinya dan menatap sengit Andra. Sedangkan yang di tatap hanya terkekeh kecil, membawa gadis itu bersandar di dadanya.


" Aku mau tanya." ucap Manda.


" Apa?." ucap Andra tangan laki-laki itu sibuk memainkan rambut Manda.


" Aku pingin tau cerita kamu waktu kecil, kenapa bisa Deket sama Laura?." ucap Manda. Gadis itu tidak tau bahwa pertanyaannya mampu membuat raut wajah Andra yang semula santai langsung mendatar tanpa ekspresi.


" Kenapa tanya itu?." ucap Andra datar.


" Ya gapapa. Aku kepengen tau aja."


" Nggak usah tanya itu lagi. Nggak penting!!!."


" Kenapa sih? Emang salah ya aku tanya itu?." tanya Manda yang mulai kesal karena Andra terkesan tidak mau terbuka kepadanya.


" Aku udah bilang itu nggak penting. Jangan bahas itu lagi!!." bentak Andra terbawa emosi, membahas Laura membuatnya teringat kembali dimana saat gadis itu menyakiti Manda.


Manda tersentak, Andra membentak nya. Mata Manda mulai memanas gadis itu bangkit dan berlari menuju kamar yang di tempati nya.


Andra mengacak rambutnya frustasi, dirinya tidak bermaksud membentak gadisnya. Ia hanya terbawa emosi. Pemuda itu mengambil bungkus rokok miliknya yang berada di atas meja mengeluarkan satu batang lalu melempar sisanya ke meja lagi.


Di taruhnya satu batang itu di bibirnya, menyalakannya, menyesap, lalu mengepulkan asapnya ke udara.


" Kenapa? Ada masalah?." tanya Reno yang baru masuk dan langsung duduk di sebelah Andra dengan membawa sekaleng minuman dingin di tangannya. Andra hanya diam tidak menjawab.


" Tadi gue lihat Manda lari ke kamarnya sambil nangis." ucap Reno menatap Andra yang kembali menyesap rokoknya.


" Gue nggak sengaja bentak dia waktu dia tanya gimana gue bisa kenal Laura." jawab Andra menatap lurus ke depan.


" Lo harus minta maaf ke Manda dan Lo harus ceritain gimana Lo kenal Laura. Disini Lo yang salah. Manda berhak tau." ucap Reno lalu meneguk minumannya.


" Hm." dehem Andra mematikan rokoknya lalu bangkit.


" Ada-ada aja." gumam Reno.


Di Kamar Manda dan Nissa.


Manda masih menangis duduk di ranjang sambil memeluk bantal. Sementara Nissa berusaha menenangkan gadis itu. Saat Nissa bersantai tadi tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan Manda sambil menangis.


" Udah dong. Jangan nangis terus." ucap Nissa.


Tok Tok Tok.


Nissa berjalan membuka pintu.


" Kenapa kak?." tanya Nissa saat tau ternyata Andra yang mengetuk pintu.


" Manda." jawab Andra singkat. Nissa yang mengerti langsung keluar dari kamar.


Andra menghela nafas panjang melihat gadisnya yang masih menangis. Pemuda itu berjalan mendekati gadis itu.


" Sayang." panggil Andra lembut mengusap puncak kepala Manda.


Manda mendongak lalu menundukkan kepalanya lagi.


" Pergi." ucap gadis itu dengan suara serak.


Bukannya pergi Andra justru mengangkat Manda dan mendudukkan nya di pangkuannya.


" Maaf." lirih Andra.


" Aku tadi kebawa emosi. Kamu mau tau kan ceritanya. Aku ceritain, kamu jangan nangis lagi." lanjutnya.


Andra pun menceritakan awal dia kenal Laura, dan Manda diam mendengarkan sambil sesekali terisak.


Jangan lupa dukung karya author ya 😊


Terima Kasih 🙏


See you next 👋

__ADS_1


__ADS_2