
Happy Reading 😊
Sesampainya di rumah Manda melihat sudah ada sang kekasih menunggu nya di depan pintu dengan wajah datarnya.
Glek
Manda menelan ludah nya gugup. " Habislah" pikir nya.
Gadis itu menghampiri kekasihnya dengan langkah pelan. Saat sudah tepat berada di hadapan Andra gadis itu menundukkan kepalanya tak berani menatap mata itu.
" Dari mana?." tanya Andra dingin mulai mengintrogasi. Awalnya Andra mengira gadisnya tidur karena tidak membalas pesannya. Tapi setelah mendapat kabar dari bunda Manda bahwa gadis itu pergi ke minimarket tapi tidak pulang-pulang sampai sekarang membuat Andra khawatir, ia pun segera bergegas menuju ke rumah gadisnya.
Manda tidak berani menjawab kepalanya masih menunduk.
" Kamu bisu Hah!!." sentak Andra geram.
" A-aku dari mi-minimarket." Cicit Manda pelan.
" Kenapa pulangnya lama? Ngga ngabarin, di chat ngga di bales. Bikin semua orang khawatir." Ucap Andra.
" Maaf tadi pas mau pulang ada orang yang butuh bantuan. Aku bantuin dulu makanya aku pulangnya lama." Jelas Manda memberanikan diri untuk melihat wajah kekasihnya.
Andra melunakkan wajah nya lalu membawa gadis itu ke dekapannya.
" Lain kali kalau mau kemana-mana kabarin aku. Jangan kayak gini lagi. Kamu bikin aku khawatir. Aku takut terjadi sesuatu sama kamu. Ngerti kan sekarang." Ucap Andra lembut. Sedangkan Manda mengganguk.
Setelah melepas pelukannya Andra membawa gadis itu masuk ke dalam.
" Kamu dari mana aja sayang?." Ucap Lisa berjalan cepat menuju anak gadisnya dan memeluk nya.
" Tadi Manda bantuin orang dulu bunda. Maaf ya Manda lupa mau ngabarin bunda." Ucap Manda membalas pelukan bundanya.
" Iya, tapi jangan di ulangi lagi ya."
" Iya bunda."
...****************...
" Astaga, kak kenapa?." Tanya Laura panik saat melihat tubuh Reza yang penuh dengan memar.
" Habis kena rampok. Untung tadi ada cewek yang bawa kakak ke rumah sakit." Ucap Reza sambil sesekali meringis.
" Syukurlah. Ayo kau antar ke kamar." Ucap Laura menuntun Reza menuju kamar.
*****
" Laper." Ucap Manda yang duduk bersandar pada dada bidang Andra. Keduanya berada di ruang tengah menonton televisi. Padahal tadi mereka sudah makan malam, entah kenapa sekarang gadis itu sudah lapar lagi.
__ADS_1
" Mau makan apa?." Tanya Andra lembut sambil sesekali mencium aroma rambut gadis itu yang menjadi candunya.
" Mie instan boleh?." ucap Manda.
" Nggak." Tolak Andra mentah-mentah.
" Boleh ya please. Sekali ini aja janji." Rayu Manda.
" Sekali ngga tetep ngga." Ucap Andra tetap dengan pendirian nya.
" Huh pelit." sungut Manda bangkit dari posisinya dan berjalan menuju kamarnya.
Andra menghela nafas melihat gadisnya yang marah. Biarlah Manda marah padanya dari pada ia membiarkan gadis itu makan mie instan yang tidak baik untuk kesehatan.
" Kenapa Dra?." Tanya Lisa baru keluar dari dapur melihat Andra menghela nafas.
" Ngambek Bun minta makan mie instan." Jawab Andra.
" Anak itu. Kamu pulang aja ya udah malem juga. Takut mamamu nyariin. Manda biar bunda yang urus." Ucap Lisa. Bukannya mengusir tapi ia kasihan pada pemuda itu pasti lelah. Hari juga sudah malam.
Andra mengangguk. Setelah berpamitan pada Lisa, Andra keluar dan menjalankan motornya membelah jalanan yang lenggang.
...****************...
Hari ini kelas 10 Mipa 2 waktunya pelajaran olahraga dan secara kebetulan bersamaan dengan kelas 12 Mipa 1.
" Pssstt Man, Manda doi Lo ngeliatin terus." Bisik Nissa pada Manda yang berada di sampingnya.
Kelas Manda sedang melakukan pemanasan di lapangan bola voli yang di pimpin oleh Pak Hendra selaku guru olahraga kelas 10. Sedangkan kelas Andra melakukan pemanasan di lapangan bola basket.
" Kenapa, berantem?." Tanya Nissa.
" Nggak." Jawab Manda singkat. Nissa hanya mengangkat bahunya acuh lalu fokus pada pak Hendra yang menerangkan materi.
Tanpa sepengetahuan keduanya ternyata Laura mendengar obrolan mereka.
" Ini kesempatan gue buat bikin mereka putus." gumam Laura dengan smirk tersungging di bibir tebalnya.
Laura tergolong perempuan yang cantik dengan wajah blasteran dan body nya yang bagus mampu membuat banyak laki-laki terpikat. Bahkan dulu saat berada di luar negeri banyak cowok yang terang-terangan menyatakan cinta padanya tapi di tolak mentah-mentah olehnya. Karena ia hanya menyukai dan mencintai Andra seorang. Laura akan melakukan apapun agar bisa bersama Andra.
\*\*\*\*\*\*
" Oke. Anak-anak materi kita hari ini adalah basket. Kali ini akan ada pengambilan nilai individu." Ucap Pak Hendra.
" Pak yang cewek masih banyak yang belum bisa." Ucap seorang siswi yang bernama Ratna.
" Bapak kasih waktu untuk latihan. Kebetulan ketua dan anggota inti basket putra sedang jam olahraga juga. Jadi bapak nanti minta bantuan mereka untuk melatih kalian." Ucap Pak Hendra sebelum berlalu menghampiri kelas 12.
__ADS_1
Mendengar ucapan Pak Hendra membuat para gadis terpekik girang. Sepertinya keberuntungan berpihak pada mereka. Kapan lagi mereka akan di latih basket oleh ketua basket langsung.
Lain halnya dengan para gadis yang heboh, Manda justru kebingungan.
" Nis, emang siapa ketua basketnya?." Tanya Manda.
" Demi apa. Lo ngga tau." tanya Nissa dengan syok.
Dengan polosnya Manda mengangguk.
" Ya ampun Manda. Lo kemana aja selama ini. Ketua basket nya itu cowok Lo." ucap Nissa gemas.
" Kak Andra?."
" Hm."
Manda hanya mengangguk paham.
...****************...
" Permisi Pak Rifki." ucap Pak Hendra pada Pak Rifki selaku guru olahraga kelas 12.
" Iya pak. Ada apa?." tanya Pak Rifki.
" Saya boleh minta tolong Andra, Reno, Bara, dan Derry untuk mengajari kelas saya bermain basket."
" Oh. silahkan pak kebetulan mereka juga sudah selesai penilaian nya."
" Terima Kasih pak." ucap Pak Hendra kemudian berlalu pergi menuju gerombolan kelas 10 di ikuti oleh Andra dkk.
" Baiklah anak- anak saya kasih waktu 15 menit untuk berlatih setelah itu penilaian." ucap Pak Hendra.
" Bapak akan bagi empat kelompok sesuai absen yang berisikan 10 orang. Kelompok pertama di latih oleh Reno, kelompok kedua di latih oleh Andra, kelompok ketiga di latih oleh Bara, dan kelompok terakhir di latih oleh Derry. Semuanya paham."
" Paham pak." ucap para murid serentak.
Manda, gadis mungil itu merengut kesal karena berada di kelompok ketiga. Yang paling menjengkelkan lagi adalah kelompok kedua di latih oleh Andra dan di kelompok itu ada Laura. Gadis itu pasti akan selalu mencari kesempatan untuk mendekati Andra.
Dengan malas Manda berbaris sesuai absen, ia berada di urutan kedua dari depan dan di apit oleh dua cowok di depan dan di belakang nya. Hal itu sukses membuat Andra seperti kebakaran jenggot. Kalau bukan masih jam pelajaran Andra sudah membawa gadis nya pergi dari situ.
Begitulah kedua pasangan bucin itu, saling membuat cemburu satu sama lain di sepanjang latihan. Andra di buat cemburu oleh Manda yang dekat dengan cowok lain meskipun itu temannya. Dan Manda yang di buat cemburu saat Andra mengajari cewek lain ya meskipun hanya memberi arahan singkat dan padat tetap saja. Apalagi Laura yang selalu mencari kesempatan. Membuat mood Manda semakin turun.
\*\*\*\*\*\*\*\*
" Oh. Jadi cewek yang waktu itu nolongin gue. Ceweknya Andra." batin Reza.
Jangan lupa dukung karya author ya 😊
__ADS_1
Terima Kasih 🙏
See you next 👋