
Happy Reading 😊
Di Gedung Kosong tengah hutan.
" Awssshh sstt. Aku di mana?." ringis Manda melihat sekitar dengan takut.
" Tolong!!! Siapapun tolong aku. Lepasin aku dari sini." teriak Manda meminta pertolongan sambil berusaha melepas ikatan di tangannya.
" Wah wah wah.. tuan putri sudah bangun rupanya." ucap seorang gadis berjalan mendekati Manda di ikuti oleh seorang pemuda di belakangnya.
" Laura!!! Kak Reza!!!!." lirih Manda terkejut.
" Kenapa hah, kaget?." ucap Laura dengan wajah mengejek.
" Kenapa kamu lakuin ini Laura?."
" Kenapa kamu jahat, padahal aku nggak ada salah sama kamu?." ucap Manda.
" Gak punya salah Lo bilang hah!!! Salah Lo besar ke gue. Lo udah rebut Andra dari gue!!!." ucap Laura menatap Manda penuh kebencian.
" Seharusnya yang jadi pacar Andra itu gue, bukan Lo B*tch." ucap Laura mencengkram dagu Manda.
" Laura." panggil Reza mengingatkan.
" Cih." Laura menghempaskan cengkraman pada Manda lalu menjauh dari sana.
Kini berganti Reza yang mendekati Manda. Gadis itu menatap takut pada Reza.
" Jahat!! Andra teman kakak kan. Kenapa kakak tega berkhianat kepada nya dengan mendukung recana jahat Laura." tanya Manda.
" Alasan pertama karena Laura adikku kebahagiaan nya adalah kebahagiaan ku juga. Dan alasan yang kedua karena aku mencintaimu." jawab Reza tanpa melepas tatapan nya dari Manda. Tangan pemuda itu terulur untuk menyentuh pipi chubby Manda, tapi dengan cepat gadis itu memalingkan wajahnya.
" Aku nggak cinta sama Kak Reza. Aku cinta nya sama Andra. Cuma sama Andra." ucap Manda menegaskan matanya menatap tajam Reza.
Plak.
Tamparan keras mendarat di pipi gadis itu membuat sudut bibirnya robek.
" Gue udah berusaha bersikap lembut sama Lo. Tapi seperti Lo minta di kasarin." desis Reza.
" Dengar ini!! Setelah Laura berhasil dapetin Andra. Gue akan bawa Lo pergi dari sini dan kita akan hidup bahagia selamanya." ucap Reza tepat di depan wajah Manda.
" NGGAK!!! Itu gak akan pernah terjadi. Andra pasti dateng nyelametin aku." pekik Manda.
" Cih. Jangan harap!! Tempat ini jauh dari perkotaan dan tidak ada yang tau tempat ini selain gue dan Laura." ucap Reza tersenyum remeh lalu berjalan keluar ruangan menyisakan Manda dan Laura di sana.
Laura berjalan mendekati Manda dengan tangan yang membawa sebuah cutter. Senyum bengis terpatri di bibir gadis itu.
" Ka-kamu ma-u apa Laura jangan macem-macem. Berhenti di situ!! Tolong!!!." teriak Manda ketakutan.
" Andra pasti suka sama lo karena wajah Lo kan. Jadi dengan senang hati gue bakal rusak wajah Lo supaya Andra ilfeel." ucap Laura.
" Nggak. Kamu salah Laura. Andra bukan seperti kebanyakan laki-laki di luar sana yang menyukai wanita karena fisik. Jadi kalau pun kamu rusah wajah aku Andra tetep cinta sama aku." ujar Manda yang justru membuat Laura bertambah emosi.
Laura berjalan cepat menuju Manda. Di tamparnya kedua pipi gadis itu. Setelah itu Laura menjambak rambut Manda kuat hingga mendongak.
__ADS_1
" St-stop, sa-kit." lirih Manda.
" Gak akan sebelum gue puas buat Lo menderita." sentak Laura menghempaskan Manda hingga tersungkur lalu menendang perut Manda.
" Assshh s-stop Laura." ringis Manda.
Laura tak menghiraukan, gadis itu berjongkok di hadapan Manda.
" Sekarang waktunya bagian utama." ucap Laura memainkan cutter di tangannya.
" Nggak nggak jangan Laura!!!." ucap Manda panik berusaha menjauh namun sayang rambutnya di tarik oleh Laura.
Dalam hati Manda berdoa semoga Andra cepat datang dan menyelamatkannya.
" Eits, mau kemana? Lo gak bisa lari dari gue sekarang." ucap Laura lalu mulai menggores pipi Manda, dua goresan di pipi sebelah kanan dan dua goresan di pipi sebelah kiri. Darah segar mengalir dari goresan yang cukup dalam tersebut.
Melihat Manda yang kesakitan membuat Laura tertawa senang. Tak puas hanya menggores wajah Laura beralih menggores tangan dan kaki Manda.
" Cu-cukup Laura." lirih Manda sebelum pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit.
" Yahh pingsan." ucap Laura tak merasa bersalah.
" Cukup Laura. Kamu sudah keterlaluan!!!." Bentak Reza yang baru kembali.
" Tapi kak Lau belum puas." ucap Laura tak terima.
" Cukup Laura." tegas Reza.
...**********...
Andra memperhatikan layar CCTV dengan fokus, hingga terlihat seorang pemuda membekap gadisnya hingga pingsan lalu membopongnya memasuki sebuah mobil yang sudah terparkir di depan.
Andra menyeringai saat merasa tidak asing dengan mobil itu." B*D*H!!." umpat Andra.
" Jadi kalian yang ingin bermain-main denganku." lanjutnya dengan seringai.
Andra pun keluar dari ruangan CCTV.
" Gimana?." tanya Reno.
" Laura dan Reza yang nyulik Manda." jawab Andra dengan nada datarnya.
" Apa??." ucap ketiga pemuda itu terkejut.
" Terus kita harus cari kemana?." tanya Derry membuat mereka terdiam hingg Andra teringat bahwa ia memberika kalung pada gadisnya saat liburan kemarin dan di kalung tersebut sudah terpasang sebuah alat pelacak yang sudah di desain khusus. Sehingga tidak ada yang menyadarinya.
Andra segera mengeluarkan ponselnya dan mulai melacak keberadaan gadisnya. Setelah menemukan lokasinya. Andra bergegas menjalankan motornya menuju lokasi tersebut.
" Tunggu aku sayang." batin Andra.
" Woy Dra. Mau kemana?." teriak Bara.
" Cepet susul." ucap Reno. Mereka pun menaiki motor masing-masing dan menyusul Andra.
30 menit perjalanan mereka telah tiba di sebuah gedung kosong di tengah hutan.
__ADS_1
" Lo yakin ini tempatnya?." tanya Reno.
" Hm." dehem Andra.
*********
" Gak kak. Aku gak akan berhenti semelum gadis itu Mati." teriak Laura menodongkan pistol ke arah Manda yang tergeletak di lantai.
Dor.
" Arghh."
" Sebelum Lo lakuin itu. Lo yang bakal mati lebih dulu." ucap Andra.
Sebelum Laura menarik pelatupnya, Andra lebih dulu menembakkan peluru tepat di kaki Laura membuat gadis itu terjatuh.
Andra memperhatikan tubuh gadisnya, terlihat jelas banyak goresan dengan darah yang masih mengalir dari wajah, tangan, dan kaki Manda. Mereka berdua memang cari mati berani menyakiti gadisnya.
" Andra." gumam Reza terkejut. Merasa tak terima karena sang adik di tembak. Reza mengambil pistol Laura tadi dan menodongkan nya pada Manda.
" Letakin pistol Lo atau gue tembak cewek Lo." ucap Reza.
" Br*ngs*k." umpat Andra tak ayal meletakkan pistol nya.
" Pilihan yang bagus." ucap Reza dengan seringai.
Dor.
Argghh
Sebuah tembakan melesat mengenai bahu Reza. Dan pelakunya adalah Reno, sedari tadi Reno, Bara, dan Derry bersembunyi menunggu waktu yang tepat. Saat melihat keadaan yang memburuk Reno melesatkan tembakan ke arah Reza yang tengah lengah.
" Thanks." ucap Andra menatap Reno.
" Your welcome." ucap Reno.
Andra mengambil lagi pistol nya berjalan mendekati Laura mengarahkan pistolnya tepat di jantung gadis itu. Membuat kedua bola mata Laura membulat.
" Ini akibatnya Lo sentuh cewek gue." ucap Andra datar.
Dor
Seketika Laura tidak bernyawa, Reza melotot melihat itu." Si*l*n Lo Andra!!! Lo bunuh adek gue. Tunggu pembalasan gue." teriak Reza menatap Andra dengan sorot kebencian.
" Sekarang giliran Lo. Say goodbye to the world, friends." ucap Andra.
Dor
Detik itu juga Reza pun tak bernyawa.
Reno, Bara, dan Derry menutup mata mereka rapat-rapat. Tidak ada yang berani menghentikan Andra. Semua diam mematung.
Andra membopong tubuh gadisnya dan membawanya ke rumah sakit. " Maaf aku telat sayang. Tolong bertahan." lirih Andra.
See you next 👋
__ADS_1