MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 34


__ADS_3

Happy Reading 😊


" Kapan kita akan mulai rencananya kak?." tanya Laura dengan tidak sabar.


" Sabar dulu. Jangan gegabah, kita tunggu waktu yang tepat." jawab Reza.


" Lau sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi kak." desak Laura.


" Sabar Laura!!! Ikuti kata kakak atau rencana ini nggak akan terlaksana." ancam Reza.


" Ck." Laura berdecak.


...****************...


" Bangun ihhh.." Manda menepuk-nepuk pelan pipi Andra yang sedang berbaring di pahanya.


Andra tak bergeming, pemuda itu masih setia memejamkan matanya.


" Bangun gak atau aku ngambek nih." ancam Manda.


" Apa sayang?."


" Pengen beli seblak." rengek Manda.


" No." tolak Andra mentah-mentah.


" Nggak mau tau. Pokoknya aku mau beli seblak. Kalau kamu nggak mau nganterin, aku bisa pergi sendiri." ketus Manda hendak pergi.


Andra mencekal tangan Manda." Berani hmmm?." ucap Andra dengan nada datarnya.


" Berani." jawab Manda dengan penuh keberanian bahkan gadis itu melepas celana tangan Andra dan berjalan keluar.


Kemarin Nissa cerita padanya habis makan seblak bersama Reno. Dan sekarang Manda benar-benar ingin makan makanan berkuah pedas itu.


" Berani keluar satu langkah. Nggak ada jatah eskrim sama yupi selama satu bulan." ancaman Andra mampu membuat pergerakan gadis itu yang akan membuka pintu berhenti. Andra mengangkat sudut bibirnya membentuk seringai.


Manda berbalik menatap Andra dengan sengit." Gapapa aku masih bisa minta ke Ayah sama Bunda wleee." ucap Manda menjulurkan lidahnya.


" Aku akan bilang ke mereka kalau anaknya mau beli makanan yang gak sehat, makanan pedas." ucap Andra santai.


Manda menghentak-hentakkan kakinya menatap penuh permusuhan ke arah Andra. Sedangkan yang di tatap menahan tawanya.


" Kemari sayang." panggil Andra. Manda masih bergeming.


" Manda Alisia." tekan Andra.

__ADS_1


Dengan malas Manda berjalan menghampiri Andra karena tak mau pemuda itu bertambah marah.


Andra langsung menarik pinggang gadis itu agar duduk di pangkuannya.


" Apasih lepas!!!." ucap Manda memberontak.


" Sttt diem sayang." ucap Andra seraya memeluk erat pinggang gadisnya.


" Sebel sama kamu!!! Semua nggak boleh." ucap Manda mengeluarkan unek-uneknya.


" Sayang denger, aku larang kamu kan juga ada alasan nya. Itu nggak baik buat kamu. Makanan itu pedes. Emang kamu mau nanti perut kamu sakit terus masuk rumah sakit hmm." ucap Andra melembutkan suaranya.


" Ya tapikan aku pingin ngerasain. Aku nggak pernah makan itu." ucap Manda dengan tatapan mata memelas.


Andra sedikit tidak tega melihat tatapan memelas gadisnya." Huft oke. Kamu boleh makan itu tapi cuma kali ini aja. Dan syarat nya nggak boleh terlalu pedas." ucap Andra yang akhirnya mengalah.


Manda, gadis itu sudah memekik senang." Makasih sayang. Jadi makin cinta." ucap Manda bahagia memeluk leher Andra erat.


" Aku pesenin dulu." ucap Andra mengambil ponsel nya yang tergeletak di meja.


Sambil menunggu pesanan nya datang Manda bermain game di ponsel Andra. Kenapa tidak ponselnya sendiri? Jawabnya karena Andra tidak mengijinkan gadis itu bermain game hingga lupa waktu.


Bosan bermain game gadis itu iseng-iseng membuka sosmed Andra. " Ihh gantengnya pacar aku." ucap Manda saat melihat foto Andra yang di post di Instagram lelaki itu.


Raut wajah Manda yang semula terlihat senang langsung cemberut saat melihat banyak gadis yang mengelike dan men-dm Andra. Ya meskipun laki-laki itu tak pernah menjawab nya tapi tetap saja Manda tidak suka.


" Nggak suka, banyak cewek yang DM kamu." ucap Manda dengan wajah sebal.


Andra menggeleng kecil ternyata karena itu. " Aku ngga respon mereka. Udah ah wajahnya jangan gitu. Ayo senyum." ucap Andra. Manda akhirnya tersenyum manis.


Ting tong.


" Aku aja yang ambil." ucap Manda bangkit.


" No. Kamu duduk diam di sini. Biar aku yang ambil." ucap Andra lalu keluar dari kamar.


" Ini." ucap Andra menyodorkan plastik yang berisi seblak.


" Makasih." Manda menerima plastik itu.


Manda pun memakan seblak nya dengan tenang. Sedangkan Andra hanya memperhatikan nya.


**********


Malam harinya.

__ADS_1


" Aku pulang dulu. Nanti langsung kunci pintunya. Jangan kemana-mana." ucap Andra. Entahlah firasat nya tidak enak, ia sebenarnya ingin menginap di rumah Manda untuk menemani gadis itu karena orang tuanya sedang keluar kota. Tapi tiba-tiba saja mamanya menelfon meminta nya pulang karena mamanya sendirian di rumah.


" Denger omongan aku!!." ucap Andra.


" Iya." jawab Manda.


" Kalau ada apa-apa langsung kabarin aku." titah Andra. Manda mengangguk.


Andra keluar dari rumah gadisnya dan menyalakan motornya. Saat sampai di gerbang pemuda itu menghentikan motornya.


" Awasi terus rumah gadisku. Jika ada sesuatu yang mencurigakan segera beritahu aku." ucap Andra pada anak buah papa nya yang berjaga di rumah gadisnya.


" Baik tuan."


Andra pun menjalankan motornya kembali.


...*********...


Manda keluar dari rumah dengan membawa sebuah novel. Gadis itu berjalan menuju ayunan yang berada di halaman depan rumah.


Gadis itu duduk di sana dan mulai membaca novel yang di bawanya tadi. Tiba-tiba......


Seseorang dari belakang membekap Manda.


" Hmmmppp." gadis itu berusaha memberontak tetapi tidak berhasil lama-kelamaan kesadaran gadis itu mulai menghilang dan jatuh ke pelukan orang itu.


" Setelah ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya." ucap orang itu mengelus pipi chubby Manda.


...****************...


" Kenapa hati gue nggak tenang ya? Gue ngerasa sesuatu terjadi sama Manda." gumam Andra risau.


Drtt...Drtt


" Hallo." ucap Andra.📞


" Tu-tuan nona di culik." ucap seseorang di seberang sana.📞


" APA!! Bagaimana bisa bukannya kau berjaga disana?." ucap Andra marah.📞


" Ma-maaf tuan tadi saya pergi ke toilet sebentar. Dan saat saya kembali para penjaga sudah banyak yang tergeletak." jelas seseorang itu.📞


" B*D*H!!! Sekarang cari gadisku sampai ketemu. CEPAT!!." Bentak Andra.


Tut.

__ADS_1


Pemuda itu mengepalkan tangannya kuat sorot matanya menajam." Siapa yang ingin bermain-main denganku? Siapapun itu jika gadisku sampai terluka akan ku pastikan orang itu berbaring di dalam tanah." ucap Andra dengan nada rendahnya.


See you next 👋


__ADS_2