MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 24


__ADS_3

Happy Reading 😊


Andra memperhatikan wajah cantik gadisnya yang sedang tertidur lelap. Dielusnya lembut pipi chubby itu, dalam hati ia terus menggunakan kata maaf kepada gadisnya.


" Bangun by." bisik Andra.


" Eugghh Manda masih ngantuk Bun." jawab Manda dengan suara lirih bahkan matanya masih terpejam.


Andra yang gemas membubuhkan kecupan ringan berkali-kali di pipi gadisnya.


" Bunda ihhh." rengek Manda dengan mata yang masih terpejam. " Jangan ganggu Manda masih ngantuk."


Andra terkekeh gemas, menepuk pelan pipi Manda


" Ayo bangun dulu." ucap Andra.


Akhirnya gadis itu membuka matanya perlahan. Dengan wajah kesal Manda hendak memarahi orang yang menganggu tidurnya. " Bun-" ucap Manda terhenti saat sebuah benda kenyal mendarat di bibirnya.


Andra mengecup bibir tipis nan menggoda itu. Dirasa tidak ada penolakan dari gadisnya Andra mulai ******* lembut bibir gadisnya. Setelah puas Andra melepas ciumannya menatap dalam wajah gadisnya yang memerah.


" Manis." batin Andra.


Sedangkan Manda menunduk kepalanya dengan wajah yang sudah memerah. Teringat bahwa ia sedang kesal dan kecewa pada laki-laki itu membuatnya langsung bangkit dan beranjak menuju kamar mandi tanpa menghiraukan panggilan Andra.


Andra menghela nafas gusar, ia sudah mengira ini akan terjadi gadis kecewa padanya dan mendiamkan nya.


Di dalam Kamar mandi.


" Kesel banget."


" Ngga ngabarin seharian. Pas Dateng main cium-cium aja. Dasar." gerutu Manda dengan penuh kekesalan. Setelah itu Manda sikat gigi dan mencuci muka.


Saat keluar Manda melihat Andra yang masih berada di kamarnya. Laki-laki itu duduk bersandar di kepala ranjang dengan memainkan ponselnya.


Manda berjalan menuju meja rias untuk menyisir rambut nya yang berantakan. Gadis itu bertingkah seolah-olah tidak ada Andra di kamarnya.


" Sayang."


" Maaf. Aku minta maaf."


" Tadi ada urusan makanya ngga bisa kesini." ucap Andra yang sudah berada di belakang Manda. Tapi gadis itu masih belum menanggapi nya.


Andra geram , gadisnya mengabaikannya ia paling tidak suka itu. Ya meskipun itu akibat ulahnya sendiri. Tetap saja Andra tidak suka. Segera ia balik badan Manda hingga menghadapnya, Andra menahan kedua bahu Manda.

__ADS_1


" Apa?! " sewot Manda.


" Maaf."


" Hm."


" Jangan marah."


" Aku ngga marah, aku cuma kesel aja aku tunggu kamu tapi kamu ngga dateng dan ngga ngabarin aku juga." cerosos Manda.


" Maaf." hanya kata itu yang bisa Andra ucapkan.


" Aku maafin tapi lain kali jangan gitu lagi."


" Iya." ucap Andra lalu memeluk Manda. Dan Manda membalas pelukan nya.


" Udah makan?." tanya Andra.


Manda menggeleng.


" Udah minum obat?." tanya Andra lagi.


Dan Manda menggeleng lagi. Andra menggeram.


" Kenapa?." tanya Andra dingin.


*******


Setelah kemarin izin sakit, sekarang Manda kembali sekolah.


" Beneran mau sekolah?." tanya Lisa sedikit khawatir. Pasalnya Manda baru sembuh.


" Iya bunda. Manda udah gapapa kok." jawab Manda meyakinkan.


" Tapi ingat jangan makan eskrim dulu. Baru sembuh." ucap Lisa tegas.


" Siap."


" Manda berangkat sama ayah ya." ucap Manda.


" Tumben. Emang Andra kemana?" tanya Rega sedikit heran.


" Kak Andra ngga bisa jemput katanya." ucap Manda.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, ayah dan anak itu berangkat.


" Nanti pulang sama siapa?." tanya Rega.


" Sama kak Andra yah." jawab Manda.


" Yaudah, belajar yang bener. Jangan nakal dan inget pesan bunda tadi." ucap Rega memberikan wejangan.


" Siap bos." ucap Manda kemudian menyalami ayahnya dan keluar dari mobil.


Manda berjalan melewati koridor menuju ke kelas nya. Selama perjalanan para murid menatapnya dengan berbagai tatapan, ada yang menatapnya remeh, menatapnya mengejek, dan ada juga yang menatapnya kasian.


" Pada kenapa sih kok natap aku kayak gitu." batin Manda merasa heran.


Dan bisik-bisik mulai terdengar.


" Kasihan ya di selingkuh i."


" Hahaha iya padahal pacarnya belum lama."


" Gue bilang juga apa. Andra ngga mungkin suka sama cewek cupu kayak dia. Secara Andra ganteng tajir lagi, seleranya berkelas lah."


dan bla bla bla masih banyak lagi.


Kedua mata bulat Manda sudah berair, hatinya sesak. Apa maksudnya? Ngga mungkin kan Andra selingkuh?. Air matanya mulai mengalir segera gadis hapus. Saat hendak melanjutkan langkahnya sebuah suara membuat tubuh gadis itu membeku.


" Tuh liat Andra sama cewek yang kemarin."


" Cocok ya."


" Gue lebih setuju kalau Andra sama cewek itu."


" Siapa namanya?."


" Laura."


Dengan perlahan Manda menoleh ke belakang. Air mata yang sedari tadi di tahan kini keluar dengan deras. Manda tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Di pintu masuk koridor terlihat Andra berjalan dengan seorang gadis. Keduanya berjalan dengan bergandengan tangan, lebih tepatnya sang gadis itu yang menggenggam tangan Andra.


Manda masih terus melihat itu hingga pandangannya bertemu dengan Andra.


" Manda." gumam Andra terkejut.


Jangan lupa dukung terus karya author ya 😊

__ADS_1


Terima Kasih 🙏


See you 👋


__ADS_2