
Happy Reading 😊
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setelah satu Minggu full bergelut dengan soal ujian kini saat nya semua murid menikmati waktu liburan mereka.
Begitu pun dengan Andra dkk beserta Manda dan Nissa. Mereka berenam berencana liburan ke Bali dan menginap di villa milik keluarga Andra. Sebelum berangkat mereka kumpul di rumah Andra. Mereka menginap di sana selama 3 hari.
" Ishh kak Bara yupi aku kenapa di makan? Itu kan buat di jalan nanti!!." pekik Manda melihat Bara yang dengan santainya memakan stok yupi miliknya.
" Dikit doang Man. Jangan pelit jadi orang nanti kuburan nya sempit " ucap Bara sok-sokan menasehati.
Kesal dengan Bara yang bukannya merasa bersalah malah menasehati nya membuat Manda mengadu pada sang kekasih.
" Yupi aku di makan." adu Manda dengan wajah cemberut. Andra mati-matian menahan untuk tidak mengecup bibir tipis yang mengerucut itu.
" Bar." ucap Andra dingin membuat Manda tersenyum penuh kemenangan.
Gluk
" Dasar bocil ngaduan." umpat Bara dalam hati. Mana berani dia kalau mengumpati Manda secara langsung. Pawangnya galak, bisa-bisa nyawa melayang.
Derry hanya diam memperhatikan mereka. Lalu kemana Reno dan Nissa? Mereka berdua belum sampai.
" Nih Reno sama Nissa kesasar apa gimana? Dari tadi otw perasaan kagak muncul-muncul." oceh Derry kesal sudah menunggu selama 15 menit.
" Tau ngaret banget." sahut Bara.
" Dra coba Lo telfon." ucap Derry pada Andra.
" Kenapa ngga Lo telfon sendiri? Kan Lo punya ponsel." tanya Bara heran.
" Paket gue tinggal dikit jadi hemat." ucap Derry.
" Halah ngomong aja kalau Lo ngga mau paket Lo kepake." cerca Bara. Derry hanya nyengir.
Sepasang kekasih itu memandang malas dua manusia yang sedang beradu mulut tersebut. Baru saja Andra akan mendial nomor Reno bertepatan Reno memasuki rumah Andra di ikuti oleh Nissa.
" Lama Lo Ren. Gue sampai lumutan nungguin Lo." semprot Derry begitu melihat Reno datang.
" Macet." ucap Reno singkat lalu duduk dengan santainya.
Setelah berpamitan pada Yoga dan Desi, kini mereka berenam berangkat di antar sopir menuju bandara. Mereka akan pergi naik pesawat dan nanti saat tiba di Bali mereka di jemput oleh anak buah Yoga.
Perjalanan 1 jam 50 menit kini mereka telah sampai di bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan selamat.
" Akhirnya sampai juga." ucap Derry dengan meregangkan tubuhnya.
__ADS_1
" Welcome Bali." Ucap Bara semangat.
" Capek?." Tanya Andra pada Manda yang di angguki oleh gadis itu.
15 menit perjalanan dari bandara akhirnya mereka semua sampai di villa. Setelah memasukkan semua barang bawaan, mereka istirahat. Dengan pembagian kamar Andra dengan Reno, Bara dengan Derry, dan yang terakhir Manda dengan Nissa.
Pukul 12.30 Andra terbangun terlebih dahulu lalu berlalu ke dapur untuk mengambil minum. Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat.
" Udah bangun hm? Gimana tidurnya nyenyak?." tanya Andra pada gadisnya yang juga sudah bangun. Manda memeluk pinggang Andra dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Andra.
" Iya nyenyak banget. Habis ini kita mau kemana?." tanya Manda mendongak menatap wajah tampan sang kekasih.
" Pantai. Tapi sekarang kamu cuci muka dulu terus bangunin Nissa kita makan siang." Ucap Andra mengelus rambut Manda. Gadis itu mengangguk sebelum pergi Manda mencium pipi Andra lalu berlari ke kamar.
" Menggemaskan." batin Andra berjalan menuju kamar untuk membangunkan yang lai
20 menit kemudian semua sudah berkumpul di meja makan. Berbagai macam makanan tersaji di atas meja. Mereka pun makan dengan tenang.
" Kita mau kemana?." tanya Derry membuka suara.
" Pantai." jawab Andra.
" Ayok lah keburuh tambah sore nanti." ajak Bara yang bangkit lebih dahulu.
Sebelum berangkat ke pantai terjadi perdebatan antara kedua pasangan bucin. Manda dan Nissa memaksa ke pantai memakai baju yang sedikit terbuka. Tapi kedua pria posessive itu menolak keras. Kedua gadis itu tidak menyerah mereka terus membujuk dan akhirnya berhasil dengan sedikit ancaman.
Manda memakai loose tank top berwarna putih, hotpants jeans, dan floral outer berwarna pink, sedangkan Nissa loose tank top berwarna hitam, hotpants jeans, dan floral outer berwarna putih. Keduanya sudah seperti anak kembar.
Di Pantai
" Waahh!! Bagus banget pemanasan nya." ucap Manda antusias.
" Iya. Indah banget." sahut Nissa yang sama antusias nya.
Bara dan Derry sudah mencar entah kemana, mungkin sibuk menggoda perempuan asing yang berada di sana. Andra dan Reno memasang wajah datar andalan mereka, sesekali memelototi pria yang sengaja menatap ke arah gadis mereka.
Di dalam hati keduanya sibuk mengumpati orang yang membuat baju itu. Mereka tidak rela gadisnya menjadi tontonan para pria hidung belang.
" Jangan lari." ucap Andra saat gadis nya berlari ke bibir pantai. Tapi Manda tidak menghiraukan, gadis itu tetap berlari.
" Gue ke sana dulu." ucap Andra pada Reno sebelum menyusul Manda. Reno mengangguk.
" Mau kemana?." tanya Reno pada Nissa.
" Mau naik ATV." jawab Nissa.
__ADS_1
" Yauda ayo." ajak Reno menggandeng Nissa menuju tempat penyewaan.
" Di bilang jangan lari. Malah tetep lari, dasar ngga nurut." ucap Andra setelah sampai di samping Manda.
" Maaf. Habisnya aku ngga sabar main air." ucap Manda nyengir.
Andra hanya menggeleng kecil, melihat gadisnya bahagia membuat hatinya senang, senyum tipis terukir di bibirnya.
" Suka?." tanya Andra seraya mengelap keringat di pelipis gadis itu.
" Iya suka banget. Aku udah lama ngga liburan ke pantai." jawab Manda.
Andra mencopot topi yang di pakainya dan memakaikan nya pada gadisnya. Karena hari sudah terik.
" Cantik." puji Andra.
Blush
Semburat merah muncul di pipi Manda, gadis itu memeluk pinggang Andra dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang pemuda itu. Andra terkekeh kecil melihat gadisnya yang malu-malu.
" Andra." panggil Manda, sebenarnya gadis itu sedikit tidak nyaman dengan panggil itu. Kesannya dia tidak sopan, tapi mau bagaimana lagi itu permintaan dari pemuda itu sendiri.
" Hm."
" Kamu nanti mau kuliah di mana?." melepas pelukan dan menatap sang pacar.
" Dulu sebelum ketemu kamu aku mau kuliah di London, tapi sekarang setelah ada kamu aku ngga tertarik lagi kuliah di London. Aku kuliah di sini." jelas Andra.
" Kenapa gitu? Aku gapapa kok kalau kamu mau kuliah ke London kan kita masih bisa komunikasi." ucap Manda.
" Ngga. Aku ngga mau ninggalin kamu, aku ngga mau jauh dari kamu." ucap Andra tetap dengan pendirian nya.
" Aku ngga mau jadi penghambat untuk kamu raih impian." ucap Manda dengan senduh.
" Hei. Kata siapa? Aku bisa raih impian aku tanpa harus keluar negeri. Di sini juga banyak universitas yang bagus, Di sini aku bisa raih impian sekaligus jagain kamu. Jadi kamu jangan pernah ngerasa begitu." jelas Andra.
" Kamu tau? ketakutan terbesarku adalah kehilangan kamu. Kehadiran kamu buat hidup aku jadi berwarna. Kamu satu-satunya yang bisa buat aku jatuh cinta setiap hari." lanjut Andra membelai lembut pipi chubby gadisnya.
Kedua mata Manda memanas, ia terharu mendengar ucapan Andra. " Makasih ya. Makasih karena Andra bisa nerima segala kekurangan Manda. Manda bersyukur Andra hadir dalam hidup Manda." ucap Manda kembali memeluk Andra dan di pelukan erat oleh pemuda itu.
Keduanya berpelukan dengan background sunset yang indah.
Jangan lupa dukung karya author ya 😊
Terima Kasih 🙏
__ADS_1
See you next