
Happy Reading 😊
Hari-hari dimana Andra pertama kali dalam hidupnya menghadapi cewek yang sedang datang bulan telah berlalu. Pemuda berparas tampan itu di buat pusing dengan tingkah gadisnya yang lebih sensitive dan moodnya yang suka berubah.
" Bangun!! Ayo bangun!! Katanya mau ajak jalan-jalan aku." ucap Manda kesal tangannya menggoyang-goyangkan tubuh kekasihnya yang masih tertidur.
Padahal pemuda itu sudah berjanji padanya akan mengajaknya jalan-jalan, tapi sekarang apa saat dirinya datang Andra masih asyik tidur.
" Ayo Bangun, bangun, bangun!!!." kesal Manda terus menggoyangkan tubuh Andra. Karena Andra yang tak kunjung membuka mata membuat Manda kesal, gadis itu cemberut dan menatap Andra dengan sengit. Hingga.....
Akkhh
Manda terpekik saat tiba-tiba tubuhnya di tarik ke pelukan Andra.
Sebenarnya Andra sudah terbangun saat Manda memasuki kamarnya. Tapi pemuda itu berniat untuk sedikit menggoda Manda.
" Aku masih ngantuk sayang." gumam Andra dengan suara khas bangun tidurnya. Pemuda itu mengukung Manda di pelukannya. Di pelukannya tubuh gadisnya seperti memeluk guling.
" Lepas!! Aku gak bisa nafas." ucap Manda dengan suara teredam.
" Nggak." ucap Andra.
Manda langsung mencubit perut berotot milik Andra membuat pemuda itu melepas pelukannya beralih mengelus perutnya. Cubitan Manda tidak main-main.
" Sakit yang." rengek Andra.
" Rasain wlee." ejek Manda.
__ADS_1
Andra melihat penampilan Manda dari atas sampai bawah. Ide jahil seketika muncul di benaknya. Padahal sudah mendapat cubitan maut tapi Andra belum kapok juga.
" Kamu mau kemana?." tanya Andra berpura-pura.
Manda menatap sebal Andra." Kan kamu udah janji mau ajak aku jalan-jalan." ucap Manda.
Andra memasang tampang seolah sedang berfikir.
" Emang iya? Kapan aku ngomong?." tanya Andra dengan nada yang menyebalkan.
Entah kenapa semakin kesini sifat Andra sedikit lebih hangat padanya dan bahkan tak jarang Andra merengek padanya seperti sekarang. Berbeda dengan Andra yang dulu dingin dan menyeramkan. Tak menampik Manda juga senang dengan sifat Andra yang sekarang.
Kembali lagi ke topik.
Kekesalan Manda sudah mencapai batasnya bahkan mata bulatnya sudah memanas dan berkaca-kaca siap untuk menumpahkan air mata. Kenapa hari ini Andra begitu menyebalkan tak berhenti menggodanya?
Pecah sudah tangis Manda.
Andra di buat kelabakan mendengar suara tangis gadisnya dan di lihatnya gadisnya sedang berjongkok menyembunyikan wajahnya di lipatan tangannya. Terlihat bahu Manda bergetar.
Andra segera turun dari ranjang dan berjalan menghampiri Manda. Andra berjongkok di depan Manda." Cup cup cup. Udah ya jangan nangis. Aku tadi cuma bercanda." bujuk Andra.
" Ngga hiks!! kamu hikss nyebelin." ucap Manda menghindar dari jangkauan Andra.
Andra berusaha menahan tawanya melihat cara gadisnya menjauh darinya. Tanpa kata Andra menggendong Manda ala koala, gadis itu yang masih marah berusaha memberontak.
" Diem nanti jatuh." ucap Andra karena Manda terus bergerak di gendongan nya.
__ADS_1
" Gak mau hikss. Gak mau deket kamu hikss." Manda terus bergerak.
Andra mendudukkan dirinya di sofa dengan Manda yang berada di pangkuannya. Andra menangkup pipi Manda di usapnya air mata yang berada di pipi chubby itu.
Memperhatikan lamat-lamat wajah cantik nan manis gadisnya.
" Jangan nangis lagi. Jelek." gurau Andra.
Bughh
Manda memukul dada bidang Andra. " Jahat!!! nyebelin!! jelek!!." delik Manda. Andra hanya tertawa kecil.
" Gak usah ketawa!! gak lucu!!." ketus Manda.
Andra tak menanggapi, pemuda itu hanya fokus pada ekspresi Manda yang menurut nya lucu saat sedang kesal.
Cup
Andra mengec*p bibir yang mengerucut itu membuat sang empu kaget.
" Manis." ucap Andra.
Tak lama rona merah muncul di pipi Manda.
Sampai sini dulu ya
See you next 👋
__ADS_1