MINE ( Andra & Manda )

MINE ( Andra & Manda )
BAB 26


__ADS_3

Happy Reading 😊


Tadi saat pulang sekolah Laura memaksa untuk pulang bersama Andra. Andra menolak ia tidak mau gadisnya marah lagi. Mulai sekarang ia membatasi kedekatannya dengan Laura.


Untuk mengembalikan mood gadisnya. Akhirnya Andra membawa Manda ke Cafe Volue yang berada tak jauh dari SMA Pertiwi.


" Gimana udah baik?." tanya Andra menatap lembut gadisnya.


" Iya. Makasih." jawab Manda memakan cake matcha pesanannya dengan lahap.


" Ngga mau pesen yang lain ?." tanya Andra sambil mengusap sudut bibir Manda yang terkena krim dengan ibu jarinya.


Manda hanya menggeleng.


" Oh iya kamu di sekolah ikut ekskul apa kok aku ngga pernah liat latihan?." tanya Manda penasaran.


" Basket. Tapi sekarang jarang latihan karna udah kelas 12." jawab Andra masih setia menatap wajah cantik gadisnya.


" Ihh pasti keren banget pas main basket. Kalau kamu latihan aku ikut ya." Ucap Manda dengan binar di matanya. Ia sudah membayangkan bagaimana tampan dan kerennya saat kekasihnya itu bermain basket.


Setelah semua makanan habis keduanya bangkit untuk pulang.


Sesampainya dirumah Manda.


" Mau mampir?." Tanya Manda.


" Lain kali aja." Ucap Andra. Manda mengganguk,lalu pemuda itu melajukan motornya.


Di rumah Andra.


" Kak Andra udah pulang?." ucap seorang gadis yang duduk di sofa ruang tamu. Yang tidak lain adalah Laura.


Andra mengeryit heran untuk apa gadis itu kemari. Tanpa menjawab pertanyaan dari gadis itu Andra berlalu menuju kamarnya.


Di kamarnya Andra langsung meletakkan tasnya di meja belajar dan melepas sepatunya. Laki-laki itu merebahkan tubuhnya di kasur sebelum pergi mandi.


Ceklek.


" Kak." ucap Laura yang dengan lancang memasuki kamar Andra.


Andra segera bangun tadi tidurnya dan menatap tajam Laura. Ia paling tidak suka ada yang memasuki kamarnya tanpa ijin darinya selain kedua orang tua nya dan gadisnya tentu saja.


" Keluar." Ucap Andra tegas.


Bukannya keluar Laura justru berjalan mendekati Andra.

__ADS_1


Kenapa kak Andra berubah ngga kayak dulu lagi? Sekarang kak Andra cuek dan terkesan ngga peduli lagi sama aku. Apa karena cewek cupu itu?." ucap Laura.


" Inget ini yang Lo panggil cupu itu cewek gue. Jadi hati-hati sama ucapan lo" tekan Andra.


Nafas Laura memburu mendengar ucapan Andra." Ngga aku ngga akan biarin kakak bahagia sama cewek cupu itu. Kak Andra cuma punya ku. Aku cinta sama kakak. Aku jatuh cinta sama kakak sedari dulu. Kak Andra putusin cewek itu." Ucap Laura melangkah semakin dekat dengan Andra dan menyentuh lengan laki-laki itu.


Andra emosi mendengar itu di sentaknya dengan kasar tangan gadis itu. Apa tadi gadis itu menyuruhnya mengakhiri hubungan nya dengan Manda.


"Tugas gue udah selesai. Lo udah bisa jaga diri sendiri kan. Lagian Lo udah jauh lebih sehat dari yang dulu. Dan jangan salah artikan perhatian gue selama ini karena gue suka sama Lo. Salah besar, gue lakuin itu karna hutang Budi gue sama Reza dan gue udah anggap Lo kayak adek gue sendiri.Jadi gue harap lo jangan ganggu hubungan gue. Tapi kalau Lo berani ganggu cewek gue, gue ngga akan segan buat bales." jelas Andra dengan wajah datar dan tatapan mata tajam menatap gadis di depannya itu.


" Pergi. Sebelum gue berbuat kasar." Usir Andra.


Laura akhirnya pergi dengan emosi yang membuncah.


Andra menyugar rambutnya gusar. Apa yang di takutkan nya selama ini telah terjadi. Sekarang ia harus lebih menjaga gadisnya.


\*\*\*\*\*


Manda saat ini berada di minimarket dengan memakai celana jeans wanita panjang dan Hoodie berwarna pink tengah mendorong troli menyusuri rak makanan.


" Kurang apa lagi ya." gumam Manda sambil melihat-lihat sekeliling.


" Kayaknya udah deh. Udah kebeli semua." ucap gadis itu. Kemudian berjalan menuju kasir.


" Totalnya 500 ribu kak." Ucap kasir itu.


" Ini mas." Ucap Manda memberikan uang nya.


Setelah selesai membayar Manda berlalu pulang. Di tengah perjalanan terdengar suara orang meminta tolong. Gadis mungil itu pun menghampiri asal suara tersebut.


" Astaga." Pekik Manda saat melihat seorang pemuda yang tergeletak tak berdaya dengan banyak luka di tubuhnya. Manda berlari menghampiri pemuda itu untuk menolongnya.


" Aduh ini kenapa bisa gini. Bangun kak, bangun." Ucap Manda panik menepuk-nepuk pipi pemuda itu.


" To-tolong." Lirih pemuda sebelum kehilangan kesadaran.


Manda bangkit dan mencari bantuan untuk membawa pemuda itu ke rumah sakit. Ngga mungkin kan dia mengangkat tubuh pemuda itu yang lebih besar dari tubuhnya. Mana kuat.


Di rumah sakit.


Karena terlalu panik Manda lupa tidak mengabari orang rumah dan Andra. Gadis itu ikut ke rumah sakit dengan tangan yang masih menenteng barang belanjaan nya. Kini gadis itu sedang duduk di kursi yang tersedia di depan ruangan menunggu dokter selesai memeriksa pemuda itu. Manda bingung tidak tahu harus menghubungi siapa, ia tidak mengenal pemuda itu.


Padahal tidak kenal kenapa harus di tolong? Karena kita kan sebagai manusia harus saling tolong menolong baik itu kenal atau tidak.


" Dengan keluarga pasien?." ucap Dokter.

__ADS_1


" Saya temannya dok." sahut Manda bangkit dari duduknya.


" Untung saja tidak ada luka yang serius. Setelah pasien sadar, pasien sudah boleh pulang. Dan untuk memarnya saya tuliskan salepnya. Silahkan tebus di apotik." jelas Dokter seraya memberi kertas bertuliskan nama salepnya pada Manda.


" Terima Kasih dok." ucap Manda setelah menerima kertas itu.


" Sama-sama. Kalau begitu saya permisi." ucap Dokter itu lalu pergi meninggalkan Manda.


Setelah menyelesaikan administrasi dan menebus obat di apotik Manda memasuki ruang rawat pemuda itu.


Manda berjalan mendekati brankar pemuda itu. Ia akan pulang setelah pemuda itu sadar.


Sstthh.


ringis pemuda itu sadar. " Gue di mana?." ucap pemuda itu berusaha bangun dari tidur nya.


" Kakak di rumah sakit." ucap Manda.


Pemuda itu terkejut saat melihat seorang gadis berdiri di sampingnya.


" Lo siapa?." tanya pemuda itu.


" Aku Manda kak. Kakak bisa pulang sendiri kan. Aku harus pulang sekarang takut orang rumah nyariin."


" Dan ini resep obat nya udah aku tebus." ucap Manda terburu-buru. Gadis itu baru ingat belum mengabari orang rumah dan Andra. Pasti mereka khawatir.


Sementara pemuda itu tak menggubris perkataan Manda, ia malah asyik terpesona dengan wajah cantik gadis itu.


" Kak." panggil Manda menyadarkan pemuda itu.


" Bisa kan?." Manda bertanya sekali lagi.


" I-iya."


" Yaudah. aku permisi." ucap Manda mengambil belanjaannya di sofa dan berlalu keluar.


" Beg*. Lo belum tau nama dia." ucap pemuda itu merutuki dirinya sendiri yang lupa menanyakan nama gadis cantik itu.


Jangan lupa dukung karya author ya 😊


Terima Kasih 🙏😊


Bila ada kesalahan mohon di maklumi ini pertama kalinya author menulis cerita sampai sepanjang ini. 🙏


See you next 👋

__ADS_1


__ADS_2