
Sementara di sisi lain Dimas telah sampai di restoran idaman tempat Rehan menunggunya.
Dimas menghampiri Rehan di salah satu meja.
“Maaf Pak telah menunggu lama,” ucap Dimas sambil bersalaman dengan pak Rehan.
“Tidak apa-apa Pak Dimas, mari silahkan duduk!” Rehan yang mempersilahkan Dimas untuk duduk.
“Bagaimana Pak Dimas jika saya menawarkan kerja sama dengan perusahaan Bapak, dan satu hal lagi saya akan menaruh saham di perusahaan Pak Dimas,” Rehan yang menawarkan.
“Tentu saja saya mau Pak, ini suatu kehormatan bisa bekerja sama dengan Pak Rehan apa lagi pak Rehan mempercayakan saham Bapak di perusahaan kami,” puji Dimas.
“Baiklah saya akan mempersiapkan surat-surat kerja sama kita. Jangan mengecewakan saya Pak Dimas!” tegaskan Rehan.
“Tentu saja Pak saya tidak akan mengecewakan Bapak.”
Dimas yang sangat senang dapat bekerja sama dengan Pak Rehan.
***
Malam harinya Dimas yang tengah sibuk dengan bisnis barunya tidak kunjung pulang. Ayu yang menunggu Dimas di ruang tamu melihat jam dinding menunjukkan pukul 22.00.
‘Kok, mas Dimas jam segini belum juga pulang,' gumam Ayu.
‘Apa sebaiknya aku telepon saja,' sambung Ayu.
Ayu mengambil telepon genggamnya lalu menelepon suaminya.
“Hallo Mas, kamu di mana?”
“Iya sayang, aku masih bersama pak Rehan sebentar lagi mungkin aku akan segera pulang.”
__ADS_1
“Iya Mas, hati-hati di jalan.”
“Iya sayang.”
Ayu mematikan telepon genggamnya menunggu Dimas pulang ia duduk di sofa ruang tamu.
Beberapa jam telah berlalu Dimas tidak pun kunjung datang, Ayu mulai menguap menahan rasa kantuknya hingga ia tidak sadar masuk ke dalam alam mimpi.
Ayu mulai bermimpi aneh, kali ini ia tidak bermimpi di teror oleh wanita bergaun merah melainkan bermimpi melihat peristiwa kecelakaan
Ayu merasa dirinya berada di sebuah jalan tol ada sebuah kecelakaan terjadi di sana membuat jalan di sekitarnya menjadi macet.
Orang-orang yang sedang mengerumuni mobil yang menabrak pembatas jalan untuk melihat kondisi penumpang yang berada di dalamnya mobil.
Ayu penasaran dengan kecelakaan itu, ia pun ikut melihat kondisi korban kecelakaan.
Ayu mulai berada di dalam kerumunan banyak orang berdesak-desakan dengan mereka untuk dapat melihat korban yang ada di dalam mobil.
Ayu melihat di dalam mobil terdapat pria dan wanita tampaknya seperti sepasang suami istri karena di jari manis mereka masing-masing melingkar sebuah cincin.
Ada hal lain yang membuat Ayu lebih terkejut yaitu gaun merah yang di kenakan wanita itu tidak asing dan terlihat sama dengan yang ada di lukisan tua itu.
Wanita itu pun memegang setangkai mawar merah yang ingin terlepas dari tangan kanannya.
‘Wanita itu’ batin Ayu di dalam mimpi.
Dimas yang telah pulang melihat istrinya tidur di sofa mulai membangunkannya.
“Sayang ... Sayang ....” ucap Dimas dengan lembut membangunkan istrinya.
“Eh, Mas Dimas,” sahut Ayu yang masih mengantuk.
__ADS_1
“Kenapa tidak menungguku di kamar sana, sampai kamu tertidur di sofa ini,” tegur Dimas.
“Aku takut Mas, berada di dalam kamar sendirian,” Ayu yang menjelaskan.
“Mari sayang kita masuk ke kamar,” ajak Dimas dengan lembut.
Mereka berdua mulai masuk, sebelum merek tidur Dimas mulai membuka obrolannya.
“Sayang seperti aku, akan sangat sibuk sekarang.”
“Ada apa memangnya Mas?”
“Aku sudah menerima tawaran bisnis dengan pak Rehan, dan pak Rehan sendiri telah menaruh saham di perusahaanku. Ini peluang besar sayang agar perusahaanku bisa lebih besar, aku pun tidak ingin mengecewakan pak Rehan, “ jelaskan Dimas sambil memeluk istrinya di tempat tidur.
“Iya Mas, aku akan selalu mendukung apa yang menjadi keinginanmu.”
“Maafkan aku sayang, untuk sementara waktu aku akan sangat sibuk dan akan sering keluar kota jarang ada waktu bersamamu.”
“Iya Mas tidak apa-apa, aku mengerti fokus dengan pekerjaanmu, Mas,” Ayu yang memberi semangat untuk Dimas.
“Terima kasih sayang, apa kamu tidak apa-apa di rumah sendiri, apa tinggal bersama ibu dan Ayah?”
“Tidak usah Mas, Ayu di sini saja lagi pula Ayah dan Ibumu sangat sibuk aku tidak mau menambah beban mereka,” ucapnya dengan tersenyum memandang wajah suaminya.
“Baiklah jika mau mu seperti itu sayang, mungkin aku perlu waktu sebulan untuk menyelesaikan semua pekerjaanku ini.”
“Iya sayang, sudahlah jangan terlalu di pikirkan Mas. Fokus saja dengan pekerjaanmu sendiri.
“Oya Mas, tadi waktu menunggumu aku ketiduran dan sempat bermimpi aneh. Aku merasa di sebuah kejadian kecelakaan dan di sana aku melihat tragedi suami istri sedang mengalami kecelakaan. Suaminya luka parah dan istrinya tidak sadarkan diri Mas atau meninggal di tempat, aku tidak terlalu jelas wajah sang istri karena wajahnya penuh darah dan luka kaca mobil yang tertancap di wajahnya, tapi pakaian wanita itu mirip dengan lukisan yang ada di dinding kamar kita lalu anehnya lagi wanita itu di tangannya ada setangkai mawar merah,” sambung Ayu yang menceritakan mimpinya kepada suaminya.
“Sudahlah sayang itu hanya mimpi, lagi-lagi kamu membahas lukisan ini,” sahut Dimas yang tidak suka istrinya membahas tentang lukisan itu.
__ADS_1
Ayu pun enggan membahas lukisan itu kepada suaminya, ia malas berdebat kembali dengan suaminya ia lebih memilih untuk segera tidur meninggalkan suaminya yang masih terjaga.
Bersambung dulu gengs.