Misteri Lukisan Tua

Misteri Lukisan Tua
Makan Malam


__ADS_3

Sebulan telah berlalu hari ini tepatnya tanggal 13 juni 2022 Ayu mempersiapkan acara ulang tahunnya dengan para anak yatim piatu seperti pesan dari Baskoro.


Acara yang sangat sederhana makan-makan bersama dengan mereka di lanjutkan oleh doa dari mereka.


Walau pun sederhana namun senyum, tawa terpasang jelas di wajah Ayu dan para anak yatim.


Setelah selesai acara Ayu dan Dimas pun pulang dari tempat yayasan yang mereka kunjungi.


Di dalam perjalanan menuju pulang Dimas membuka percakapan.


“Bagaimana sayang apakah kamu bahagia?” tanya Dimas.


“Iya Mas, aku sangat bahagia berkumpul dengan mereka semua dan merayakan ulang tahun bersama mereka,” sahut Ayu yang tersenyum.


“Syukurlah jika begitu, oh iya sayang jika bisnisku ini berhasil dengan pak Rehan, aku ingin cuti kerja sejenak menepati janjiku kepadamu,” tutur Dimas.


“Iya Mas, doaku selalu menyertai langkah kakimu dalam mencari nafkah,” ucap Ayu.


“Janji? Apakah Mas pernah berjanji kepada ku?” sambung Ayu yang mengingat-ingat janji Dimas.


“Iya sayang masa kamu lupa,” sahut Dimas tersenyum.


“Ayo lah, jangan main tebak-tebakan ceritakan, Mas ada janji apa?” tanya Ayu yang penasaran.


“Itu sayang bulan madu bersamamu keluar negeri,” Dimas memberitahukan kepada Ayu.


Ayu yang bahagia mendengarnya pun tersenyum bahagia.


“Iya Mas, semoga saja bisnismu dengan pak Rehan berjalan dengan lancar” doa dari Ayu.


“Terima kasih sayang, kamu memang istriku yang paling baik, cantik dan juga pengertian,” puji Dimas.


“Sudah lama kita tidak makan malam di luar? Bagaimana jika malam ini kita makan malam di luar sayang,”


“Iya Mas.”


Ayu beserta Dimas telah sampai rumah mereka.

__ADS_1


Mereka berdua pun mulai perbincangan kembali di ruang tamu.


Pak Joko beserta bi Ijah yang melihat mereka berdua sangat bahagia.


“Bi coba liat, non Ayu dan tuan Dimas. Lama sekali aku tidak melihat kebahagiaan di raut wajah mereka,” ujar Joko.


“Iya Joko rumah ini terasa ramai kembali, dan semoga saja tidak ada hal yang aneh-aneh kembali di kehidupan rumah tangga mereka,” harapan Bi Ijah.


“Iya Bi semoga keluarga mereka selalu harmonis hingga kakek dan nenek,” harapan pak Joko.


“Ya sudah aku mau melanjutkan cuci mobil saja, melihat mereka berdua terus menerus bikin iri,” celetuk Joko meninggalkan Bi Ijah.


“Bi Ijah!,” pekik Ayu


Bi Ijah yang mendengar panggilan Ayu pun datang menghampirinya.


“Iya Non ada apa?” tanya Bi Ijah.


“Tolong buatkan susu hangat dan teh hangat untuk mas Dimas dan juga saya Bi,” pinta Ayu.


Sementara Ayu dan Dimas melanjutkan obrolan mereka berdua.


“Mas?” panggil Ayu dengan lembut sambil merebahkan kepalanya di bahu Dimas.


“Iya sayang ada apa?” sahut Dimas dengan lembut.


“Maafkan aku ya, gara-gara aku Mas berserta bapak jadi terluka waktu ingin menyelamatkan diriku,” ucap Ayu yang merasa bersalah.


“Sayang tidak perlu meminta maaf ini memang sudah tugasku sebagai kepala rumah tangga untuk senantiasa melindungi dirimu,” tutur Dimas.


Tidak berselang lama bi Ijah membawakan minuman yang di pesan oleh Ayu.


“Ini minumnya Tuan dan Nyonya,” ujar Bi Ijah menyodorkan minuman untuk merek berdua.


“Oh iya Bi, malam ini Bibi tidak usah masak saya dan mas Dimas ingin makan di luar, nanti pulangnya saya bawakan untuk Bibi,” Ayu yang memberi tahu.


“Baik Non,” sahut Bi Ijah.

__ADS_1


Setelah selesai bi Ijah pun pergi ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya di dapur.


Sementara Ayu dan Dimas melanjutkan kembali obrolannya.


***


Di malam harinya Ayu yang tengah bersiap-siap di depan meja riasnya sedang memoles wajahnya dengan makeup yang mini malis, sedangkan Dimas duduk santai di atas tempat tidur menunggu Ayu yang sedang sibuk berdandan.


Ayu yang saat itu mengenakan gaun berwarna hitam dengan rambut hitamnya yang di gerai indah.


Membuat dirinya menjadi anggun dan cantik.


“Sayang apa sudah selesai?” tanya Dimas yang mulai jenuh menunggu istrinya.


“Iya Mas aku sudah selesai,” sahut Ayu yang telah selesai berdandan.


Mereka berdua pun pergi keluar kamar menuju mobil.


Ayu beserta Dimas mulai memasuki mobil lalu menjalankan mobilnya menuju restoran idaman.


Sesampainya di restoran Dimas mulai memesan makan untuk mereka, suara musik yang romantis di tambah dengan tataan restoran yang romantis membuat makan malam Dimas beserta Ayu menjadi tambah romantis.


“Cantik sekali istriku hari ini,” puji Dimas yang sedari tadi melihat wajah Ayu.


Wajah Ayu seketika memerah mendengar pujian dari Dimas, ia tersenyum malu di saat Dimas memuji dirinya.


Mereka berdua juga membicarakan rencana bulan madu yang akan mereka datangi.


“Sayang kamu ingin kita pergi bulan madu ke mana? Tanya Dimas.


“Mas, tidak usah terlalu jauh aku hanya ingin waktu saja untuk menemaniku,” ucap Ayu.


Ayu adalah anak yang sederhana walaupun ia mempunya harta yang banyak namun Ayu lebih menyukai kesederhanaan.


“Iya sayang, setelah bisnis ini berhasil aku akan cuti. Meluangkan waktu bersamamu,” sahut Dimas yang tersenyum.


Tidak lama pelayan datang membawa pesanan Dimas, mereka berdua pun menikmati makan yang romantis di malam itu.

__ADS_1


__ADS_2