
"Tidak ada Penawar yang lebih manjur bagi dua insan yg saling mencintai dibanding Pernikahan"(HR.Ibnu Majah).
Menikah merupakan safar terpanjang oleh dua insan yang berbeda dengan segenap lika-likunya. Disana ada banyak rekah senyuman cinta, awan kesedihan, semilir asa, bongkahan kekuatan, simpanan kesabaran, tumpukan rasa was-was dan tidak sedikit dari taman-taman bunga pun jurang-jurang terjal.
Menikah adalah ikrar janji suci, ibadah, totalitas dan ridho Ilahi. Ia adalah tentang jatuh cinta setiap hari dengan orang yang sama sepanjang hidup.
Tentang mujahadah cinta sang teratai menghadapi riak ditepian.
Tentang kesabaran..
Tentang keikhlasan..
Tentang perjuangan, pengorbanan, kekuatan hati, rindu, penantian, asa dan doa yang tiada henti.
Telah banyak hari yang berlalu, sejak kita memutuskan untuk saling menghalalkan. Menautkan jari, fikir, hati, rasa pun jiwa untuk bersama melangkah.
Menapaki episode demi episode dari skenario hidup, oleh "Sang Sutradara Terbaik" , yang telah tercatat di Lauhil Mahfudz.
Pena telah terangkat dan tinta telah kering. Apapun yang tercatat disana, sehebat apapun kita me-manage pola hidup, bahkan kemuliaan nasab pun tidak akan pernah mampu merubahnya.
__ADS_1
Semesta telah menunaikan perannya, sebagai titian sampainya salahsatu dari empat titah absolut Ilahi yaitu jodoh.
Yang kemudian mempertemukan kita dalam sebuah ikatan pernikahan .
Ada banyak episode yang telah usai. Meninggalkan history sebagai Ibroh yang mendidik untuk tidak jatuh dilubang yang sama berkali-kali.
Menyisakan hari ini sebagai realita yang masih mesti kita hadapi dengan sisa-sisa amunisi pertahanan hati yg masih ada.
Menjalani hari-hari yang tersisa. Menapaki safari yang kian mendekati tujuan yang masih mistery, kapan dan dititik mana ia akan sampai?.
Kisah ini adalah tentang kesabaranmu menuntunku memahami hidup. Bahwa ada tanggung_jawab maha berat yang kita emban, selain tugas menyempurnakan peran sebagai suami, istri, orangtua atau mahkluk sosial, yaitu tugas dan tanggung_jawab sebagai khairu ummah Baginda Rasulullah SAW,
Satu hal yang membuatku kuat membersamaimu menapaki beratnya jalan risalah ini adalah jawabanmu ketika kutanya padamu
"Sebenarnya untuk apa semua kesusahan dalam perjuangan ini?"
"I Want to hold your hand in Jannah and say ,We're finally here"
😭😭😭😭..
__ADS_1
Jawaban yang sampai detik ini masih menyisakan desiran indah direlung hati.
Menyisakan ghiroh berkorban demi agama yang selalu membuatku tidak bisa berkutik sedikitpun walau rindu terus membayangi, manakala kau meminta izin hendak khuruj di jalan Allah SWT.
Juga tentang ikhtiarku memantaskan diri, menjadi pendampingmu, menjadi sebelah sayapmu yg akan membantumu kuat mengepak. Membumbung tinggi dilangit dakwah. Membawamu mengelilingi dunia, membawa pesan nubuwwah kepada segenap manusia,
"Yaa Ayyuhannaas Quluu Laa Ilaaha illaLLah tuflihuu".
"Wahai manusia, ucapkanlah tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, maka kamu akan berjaya!"
Tiada pernah putus untaian doa dan asa. Berharap cinta ini abadi hingga di jannah. Hingga benar benar kita saling menggenggam bersama mereka, para penyejuk mata kita dipintu jannah. Bersama Ridho Ilahi dan sambutan para Ahli syurga. Aamiinn...😇
Sekilas bak Ilusi, mengingat Iman dan Amal bahkan lebih remah dari biji dzarrah. Jangankan untuk menukarnya dengan nikmat jannah, bahkan untuk sekedar mencium bau syurgapun belum lah sepadan sebagai harganya.
Tapi bukankan sifat Rahman dan Rahim Nya tiada berbatas???
Next >>>
__ADS_1