MUJAHADAH CINTAKU

MUJAHADAH CINTAKU
Eps. 2. # Hati Abang Meleleh...


__ADS_3

* Mitha


Setiap hari baginya menjadi hari yang membosankan semenjak Ia berada di kota ini. Betapa tidak, hari-harinya yang santai seperti di pantai tetiba berubah serba sibuk.


Tidak ada lagi istilah kumpul bareng tiga personil R-bink lainnya. Tidak ada lagi istilah hang out, sekedar mengitari kampung dengan motor kesayangan duo sahabat lakinya, juga Fathin. Atau seru-seruan sembari bernyanyi semua jenis lagu sembari diiringi gitar milik Akram.


Astaga, bahkan di mata, otak juga hatinya sekarang hanya dipenuhi angka-angka yang setiap saat tertera di buku besar pembukuan hasil penjualan di ruko milik kakanya.


But, No!. tidak untuk hari ini. Hari membosankan itu mendadak berubah menjadi hari yang sangat membahagiakan. Jawaban Fathin kemarin tentang kesediaannya ikut tes SPMB bersamanya praktis menandai hari kebebasannya.


Kali ini Iya bisa menerka, ucapan selamat yang akan di berikan oleh si koplak Akram,


"Happy independence day!"


Yah, tentu saja. Merdeka dari kungkungan angka-angka debet vs credit itu. Membosankan!


Mungkin sebab itu juga, sepagi ini Ia sudah bersiap sedia.


Ia terlihat sedang bersiap diri saat tiba- tiba gawai miliknya bergetar di atas nakas samping Televisi. Hp Cominacater keluaran terbaru.(Orde Pra Android ) 😂😂


drrrrttt...ddrrrtttt....


Dengan gerakan gesit nan lincah, Ia buru - buru meraihnya dan melihat siapa yang memanggil. Sejenak keningnya berkerut. Nomor tak dikenal.


"Hallo, Assalaamu 'alaikum.. " terdengar suara diseberang memberi salam.


"Iya wa'alaikumsalaam.. siapa ya?" Tanyanya ragu.


"Ihhh, ini Aku Fathin. Sombong banget sih, suara sahabat sendiri ga' kenal!" Fathin terdengar mencebik tak terima.


"Hehehe.. sorry..sorry, cantik, nomor baru soalnya. Eh, ini Hp siapa lagi yang kamu perkodok?" Ia mancoba bercanda, menggoda sahabatnya itu.


"Ini Aku pinjam punya Kak Aira. jadi gimana nih agenda kita hari ini? jadi nggak kita ke campus?" Ia tersenyum mendengar suara Fathin yang terdengar bahagia.


"Jadi, dong ! Azhar yang jemput kan?" Tanyanya lagi.


"Nggak. Motornya lagi di pinjem katanya. Tapi nggak usah khawatir, hari ini kak Zahra mau ke kampus. Rencananya Aku mau bareng dia. So, kita ketemunya ntar di kampus."


"Ok! See you. Oh ya, aku tunggu di gerbang pertama yah. Nanti kita masuk jalan kaki aja biar sekalian olah TKP." Ucapnya terkekeh.


"Hahaha...! kayak penyidik aja pake acara olah TKP sgala." Fathin tergelak di sana.


"Well, Aku tutup yah, Assalaamu'alaikum..!" Ia pun mengakhiri panggilan setelah mendengar Fatin menjawab salamnya,


"Wa'alaikumsalaam..!"


Gerbang satu kampus UNHALU.


Ia sudah tiba beberapa menit yang lalu. Duduk menunggu Fathin di sebuah bangku panjang yang berada di bawah sebuah pohon Akasia yang rindang. Tepat di sisi kanan Gerbang tersebut.


Ia nampak asyik berbalas pesan singkat dengan Azhar, salah satu Anggota Genk gesreknya dari sejak SMP, " R_Bink" alias "Remaja Bisink" saat tiba-tiba Ia mendengar suara sahabatnya, Fathin memanggil namanya.


"Akhirnya, hmmm, Lamskel (Lama Sekali)!" ucapnya sembari beranjak menyambut Fathin dengan tos andalan geng mereka. ber_high five lalu menarik tangan masing-masing saling menjauh sambil di goyangkan.


"Peace!" Jawab Fathin cepat sambil melampirkan senyum semanis mungkin. Jarinya membentuk huruf Victory.


"Tadi nunggu Bu' Bos bangun dulu buat pamit. Trus nungguin noh, Kak Zahra yang mandinya aja udah kayak calon manten" Ucap Fatin memberi alasan.


"Ok! Laporan diterima!" Mereka tergelak berdua sembari beranjak menuju gedung FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).


Keduanya berjalan menyusuri jalan masuk area kampus. Melewati deretan gedung Fakultas MIPA dan berbelok ke arah kiri menuju gedung FKIP. Terlihat beberapa kumpulan mahasiswa-mahasiswi yang sedang duduk bercengkerama di bawah pohon akasia di sepanjang area taman Fakultas MIPA.


Suasana kampus belum terlalu ramai. Masih banyak Mahasiswa yang belum kembali dari libur semesternya.


"Kita langsung cari Mushola dulu Fat, tadi Azhar ngirim pesan, katanya dia sama Akram lagi disana nungguin kita." Ucapnya saat keduanya sudah tiba di gerbang FKIP.

__ADS_1


"Okelah! sekalian kita barengan cari Stand sekret HIPPELWANA." Sahut Fathin dengan wajah sumringah. Entah apa yang sedang dipikirkannya.


Dari jauh mereka sudah bisa melihat Azhar dan Akram yang sedang duduk berbincang dengan dua orang mahasiswa di teras Mushola FKIP. Sepertinya keduanya adalah senior. Terlihat mereka Akrab menyapa setiap mahasiswa yang keluar masuk Mushola.


"Assalaamu'alaikum..." Bersamaan mereka bersalam. Membuat Akram seketika menyeringai lucu.


"Wiidiihhh, kompak banget!" Seperti biasa Akram selalu menjadi "pengganggu".


"Ck, salamnya dijawab dulu, dong!" Sahutnya pura-pura mencebik.


"Wa'alaikumsalaam... ! nih udah! So, kita start dari mana dulu nih?"


"Kita langsung ke stand HIPPELWANA dulu. Udah ada beberapa Abang senior yang stay di sana nunggu para bakal Maba yang mau mendaftar hari ini. Biar anak-anak nggak repot ke gedung rektorat ambil formulir, Abang-abang kita inisiatif sediain." Terang Azhar, membuat Ia dan dua sahabat lainnya merasa takjub.


Azhar beranjak mendahului mereka setelah menyalami dua mahasiswa senior yang sebelumnya duduk bersama mereka.


Mereka ber_empat tiba di stand Hippelwana. beberapa bakal Maba dari berbagai daerah terlihat duduk melingkar sambil berkutat dengan kertas-kertas berkas pendaftaran.


Tanpa aba-aba ke_empatnya langsung ikut duduk bergabung dengan majelis yang ada. Saling berkenalan sambil menyebutkan daerah asal masing-masing. Ada yang dari Kabaena Timur, Barat, Tengah, Selatan dan Utara.


"Zhar, kamu aja yah, yang ke meja panitia itu ambilin formulir buat kita smua?" tiba-tiba Fathin memberi titah pada si wajah datar Azhar.


"Siaap, Bos!" Azhar menyahut dramatis. Semua kembali terkekeh.


"Nih, isi dulu!"


"Ya iyalah diisi, masa di kucek!" lagi-lagi Akram menimpali bersama smirk menyebalkannya.


"Yang berkasnya udah kelar, nanti ikut Bang Husnul ke Gedung Rektorat!"


"Nul, kamu yang handle anak-anak hari ini."


Seorang Abang senior memberi Instruksi kepada salah satu senior lainnya. Ia mengangkat wajahnya. Menatap ke pemilik suara barusan. Dalam hati Ia bergumam, memuji ketampanan sang senior.


"Ganteng semua!"


"Hedeewhh, ini kawasan orang-orang ganteng kayaknya." batinnya terkekeh.


* Fathin


Sejak memasuki pelataran kampus, hatinya tak henti buncah oleh rasa yang tak terdefinisi. Tiap kali berjumpa dengan kumpulan mahasiswa dengan beragam wajah dan style, bulu kuduknya selalu saja meremang. Entah apa sebabnya.


Perasaan campur aduk itu kian kental saat Ia dan ketiga personil R_bink memasuki sebuah stand sederhana dengan pamflet bertuliskan,


"Sekret Hipelwana"


Ia masih duduk di atas koran-koran bekas yang dijadikan alas duduk di dalam stand HIPELWANA ketika hampir semua bakal maba yang hendak mendaftar tes SPMB, berdiri mengikuti Husnul.


Mahasiswa jurusan Biologi semester tujuh. Salah satu senior aktif yang cukup terkenal di jajaran pengurus BEM dan HIMA. Di Hippelwana sendiri Ia menjabat sebagai WaKa /Wakil Ketua.


Azhar tiba-tiba datang menyodorkan Formulir pendaftaran yang Ia minta dari Dian , Mahasiswi jurusan Matematika tingkat lima yang menjabat SeKum di Hippelwana.


"Nih, isi dulu!. Berkas-berkas kamu semua ada?"


"Iya ada!" Ia meraih lembaran yang disodorkan sahabatnya itu, lalu memasukkannya ke dalam tas.


"Loh, Kok gak diisi?" Azhar berkerut dahi menatapnya curiga. Ia berlagak biasa saja dengan menatap ke arah lain.


"Nanti ajha di Rumah. Udah kamu aja sama yang lain daftar sekarang. A- aku tadi lupa bawa uang pendaftarannya, Zar. Lagian belum deadline kan? Masih tersisa dua hari lagi?" Terangnya memberi alasan.


Mitha dan Akram sudah selesai dengan kertas formulir mereka. Keduanya nampak merapikan alat tulis juga map berisi berkas pendaftaran.


"Ayo! kita nyusul yang lain." seru Akram menatap ke arahnya.


"Kita cancel daftarnya hari ini." Azhar menyahut datar.

__ADS_1


"Loh, kenapa?" Mitha menyahut terkejut.


"Fatin belum siap hari ini. Dia lupa bawa uang pendaftarannya!" lagi-lagi Azhar yang memberi sahutan.


Ia yang sejak tadi diam, memandang kearah ketiga sahabatnya. Ia jadi merasa tidak enak sebab merasa menjadi penghalang kemajuan mereka.


"Aku beneran gak apa-apa, Kok! besok aku bisa barengan ama maba yang blum datang hari ini kan?" Ia menyeringai kaku.


Mitha yang mudah peka dengan setiap kondisi akhirnya menyahut,


"Udah udah. Fix kita ber empat daftar besok aja barengan." tegas Mitha tanpa menunggu persetujuan yang lain.


Mereka masih terlihat berdiskusi saat tiba-tiba Bang Fahry, sang ketua datang menghampiri.


"Serius amat diskusinya, nggak nyusul yang lain?" Ia masih menunduk.


"I-ini Bang. Kami besok aja daftarnya." Mitha menyahut terbata.


"Loh, kenapa?"


"Soalnya Fathin Lupa bawa uang buat daftar." kali ini Azhar yg menyahut.


Fahry terlihat berpikir sejenak.


"No Problem. Koordinasi aja ama Bang Husnul besok."


Ia yang sejak tadi hanya diam menunduk mencoba mengangkat wajahnya dan menatap ke arah wajah bang Fahry.


Tatapan mereka bertemu. Mendadak Ia salah tingkah saat menatap wajah bersih di depannya. Garis rahang yang tegas berhias sorot mata yang sedikit tajam.


Ia buru-buru mengalihkan pandangan. Menunduk dengan wajah keki.


"Ehhmm, Ya udah, Saya ke ruangan KaProdi dulu!" Semua mengiyakan kecuali dirinya. Tapi sudut matanya masih bisa menangkap bayangan Fahry yang beranjak keluar dari dalam stand tersebut.


"Dian, jangan lupa data semua yang hadir hari ini" seru Fahry sebelum benar-benar menghilang dari sana.


"Siap Bang!"


"Cie,, cie,, ada yang meleleh tapi bukan es!" Arkam si Ember bocor langsung menggodanya.


Mitha yang sejak tadi senyum-senyum seketika menyenggol bahunya ,


"Hati Abang meleleh lihat Adek berbaju kuning" Mitha terkekeh geli. Ia hanya menggeleng menanggapi ocehan keduanya.


Azhar menatapnya dengan ekspresi datar, tidak berniat ikut menggodanya seperti kedua sehabatnya itu.


Ia pun tak berniat meladeni candaan keduanya. Lebih memilih diam smbil memperhatikan ratusan mahasiswa yang berjubel di depan gedung rektorat.


"Keliling yuk, liat- liat!. Kali aja bisa dapat teman baru." Mitha menarik tangannya mengajak nya berdiri.


"Kalian aja deh, Aku tiba-tiba bad mood nih. mungkin bentar lagi tamu bulanan Aku mau nyamperin nih." kilahnya beralasan.


"Yakin kamu mau disini aja?" Tanya Mitha mencoba meyakinkan diri.


"Iya. Aku tungguin kalian di sini aja!" jawabnya meyakinkan ketiga sahabatnya.


"Ya, udah. Kita ketemu bentar di sini yah?"


"Ok! Siiip!" ucapnya sembari mengatupkan jari telunjuk dan ibu jari membentuk huruf O.


merekapun berpisah..


TBC>>>


__ADS_1


__ADS_2