MUJAHADAH CINTAKU

MUJAHADAH CINTAKU
#. Episode 6. Surprise !!


__ADS_3

* Azhar


Malam minggu jalanan di kota Kendari cukup ramai. Tempat-tempat nongkrong di mana-mana dipenuhi banyak pengunjung. Weekend memang selalu menjadi hari paling membahagiakan bagi mereka yang telah berkutat selama seminggu dengan pekerjaan.


Malam ini Ia dan Akram sudah janjian dengan sahabatnya Mitha bertemu di Royal's Coffe tempat mereka bekerja. Sebelumnya Mereka berdua telah meminta izin Bang Fadil untuk pulang lebih cepat. Hari ini keduanya baru habis gajian. So, it's time to happy.


Yeeahh!! Setelah kemarin berkutat dengan tes SPMB yang cukup membuat lelah hayati, akhirnya mereka bisa bernapas lega walaupun belum sepenuhnya. Masih ada sejumput was-was dalam hati menanti pengumuman kelulusan.


Tepat jam tujuh malam Mitha sudah di depan kafe.


"Zhar, Akram, ada yang cari, tuh di depan!" Rio rekan kerjanya memanggil ketika Ia sedang membersihkan salah satu meja yang baru saja ditinggal pengunjung.


"Ok, Thaks, Bro!" Sahutnya sambil bergegas ke ruang ganti. Ia berpapasan dengan Akram yang sudah lebih dulu mengganti seragamnya dengan baju biasa.


"Aku duluan ke depan yah, kasyan, tuh Mitha sendirian nunggu dari tadi!" Akram menepuk bahunya sambil berlalu.


Ia mengangguk dan segera mengganti seragamnya. Sejurus kemudian Ia telah bergabung dengan kedua sahabatnya di depan kafe setelah sebelumnya pamit pada Bos dan rekan-rekan kerjanya.


"Kita kemana dulu, nih?" Akram melihat ke arahnya sambil memasangkan helm untuk Mitha.


"Start dari yang jauh dulu biar tinggal mampir ke sini-sini nantinya, nggak belok kemana-mana lagi!"


"So, Kita ke Rabam Resto dulu Beli makanan, trus singgah di Multi Media beli Kadonya, and terakhir di Shasha Bakery ambil kue tartnya, gimana?" Mitha memberi ide.


"It's a good idea!" Ia menyetujui ide sahabatnya itu.


"Ck ck ck, pokonya kalau urusan ngatur formasi mah, kamu sama Fathin emang ahlinya. Nggak sia-sia emang selama ini kalian hoby ikut lomba qasidah sama vocal group di sekolah!" Akram mulai bocor.


"Hahahaha!" Ketiganya terbahak sambil menyalakan motornya masing-masing. Ia sendirian, sementara Akram tetap setia dengan penumpang tetapnya Mitha.


__ __ __ __


* Mitha


Dengan langkah meyakinkan Ia bersama Akram dan Azhar masuk ke dalam toko Multi Media. Ketiganya hendak mencari ponsel untuk kado ultah buat Fathin sahabatnya.


Ketiganya berdiri menunduk melihat-lihat di sebalik etalase kaca dimana ratusan HP dari segala merek dan type berderet rapi di sana.


"Eh, btw, kalian suka Hp yang gimana?" Azhar bertanya ke arahnya.


"Kalian? maksudnya?" Ia mengernyit tak mengerti.


"Iya Kalian, Kamu sama Fathin!"


"Fathin aja kali aku nggak!" Kekehnya meninju pelan lengan Azhar.


"Kamu ganti aja tuh Hp kamu. Samaan sama Fathin biar adil. Tukar tambah aja, ntar kurangnya aku yang bayar. Kemarin papa abis kesini, trus ngasi dikit uang jajan!" Ia speechless melihat ke arah Azhar dan Akram bergantian.


"Ayo, sini ponselnya! Ambil dulu kartunya. Kamu liat- liat aja dulu yang mana yang kalian suka!"


Pilihan nya pun jatuh pada Hp yang lagi digandrungi cewek-cewek saat ini, Motorola V3 pink.


Jadilah mereka akhirnya membeli dua handphone. Satu untuknya, satu lagi untuk Fathin.


"Zhar, makasih banget loh ini!"


"Ck, kamu kayak sama siapa aja, Mhit!"


"Udah ah, Ayo, buruan kemaleman ntar!"


"Kertas kadonya udah ada blom nih?" tetiba Ia teringat mereka blum membelinya.


Mereka lalu masuk ketoko ATK yang berada di samping toko Multi Media tersebut. Membeli kertas kado, lilin, pita dan beberapa pernak-pernik yang kemungkinan akan dibutuhkan.


__ __ __


* Fathin


Jika malam minggu merupakan malam panjang untuk semua teman-teman sekamarnya, maka baginya malah sebaliknya, biasa saja. Nothing's special!


Malam ini Reni, Aira dan Zahra sedang bersiap-siap hendak keluar bermalam minggu bersama pasangan masing-masing. menyisakan Ia bersama Dawiah yang sama-sama betah menjomblo.


"Kalau aku sih, yah emang masih muda, baru juga tamat SMA. Lah Kak Dawiah? kok betah banget nggak punya pacar udah setua ini?" batinnya sembari melirik Dawiah yang sedang berkutat dengan leptop di depannya.


Hoooaaammm...


Astaga Ia menguap sedini ini.


"Makan udah, Shalat udah, ngaji dikit udah, so, it's time to sleep! Kak, Aku duluan yah boboknya, nih mata udah susah diajak kompromi. Ngantuk banget soalnya!" Rebahka Ia badannya setelah mendapati anggukan dawiah.


Ia sudah hampir tenggelam ke dalam dunia mimpi yang indah saat tiba-tiba telinganya lamat-lamat mendengar Dawiah memanggil namanya.


"Fathin, Fathin, nih ada telfon dari Mitha, kayaknya penting banget!" Ia tersentak bangun dan meraih Hp milik dawiah.


"Hallo, Fath! Hikss hikss hikss! Huuuuu ..huuuuu.. Fathin!"


"Azhar, Fhat! Azhar! Huuu....huuuu..!" Ia tercekat tak bisa berkata apa-apa. Ia belum sepenuhnya sadar dan dengan gelagapan akhirnya Ia menyahuti,


"Iya, Mhit, Kamu kenapa? Azhar kenapa, Mhit? Kamu jangan bikin aku panik, dong, Mhit! Please, jangan gini ah!" Ia mulai terisak. Pikirannya mulai terisi hal- hal buruk.


"Hikss..hikss..hikss, Fat, Fathin, cepat, fat! Kamu ke kamar Azhar sekarang! Cepet, Fat! Aku takut Azhar nih kenapa ini? Cepetan Fathin! Huuu huuu huuuu!" Mitha kian histeris di sana.


"Iya, iya, Mith! A_aku kesana sekarang!"


"Zhar, tunggu aku, Zhar! Hikss hikss hikss!"


Dengan gerakan kilat Ia bangun dan bergegas mengganti baju sekenanya. Menyambar jilbab dan dompetnya dan berlari ke arah Dawiah yang masih focus dengan leptopnya di ruang tengah.

__ADS_1


"Kak, kak Dawiah, Aku izin ke tempatnya Azhar, nggak tau nih Mitha tadi nangis-nangis katanya Azhar kenapa-napa, Kak! Hiks hiks hiks!" Ia kian terisak. kegelisahan dan was-was kian menguasainya.


"Ada apa? Ya udah, kamu kesana sekarang! Kakak nggak bisa antarin kamu! Nggak ada yang jagain anak -anak nanti!"


"Iya, Kak! Aku jalan dulu, Kak!" Tanpa menunggu jawaban Dawiah, Ia pun langsung berlari keluar rumah dan sejurus kemudian menghilang masuk ke dalam angkot yang membawanya menuju kampus.


Di dalam angkot tak henti-hentinya Ia menangis. Berusaha menenangkan degupan jantungnya yang begitu menggelisahkan. Hatinya tiada henti bertanya- tanya, sebenarnya Azhar kenapa? apa yang terjadi? Pikirannya mulai dipenuhi hal-hal buruk.


"Ya Allah...!"


"Tolong! Azhar jangan kenapa-napa, ya Allah! Hiks hiks.. Huuu ...huuu...!" Tangisnya penuh haru membuat beberapa orang yang sedang duduk di depannya antusias memperhatikannya. tapi sedikitpun Ia tak peduli.


Setibanya di depan lorong bintang Ia langsung turun dengan buru-buru sampai-sampai Ia hampir lupa membayar ongkosnya.


"Maaf, Om, Saya lagi buru-buru!"


Secepat kilat Ia berlari menuju kamar Azhar. Masih dengan isak tangisnya sambil beteriak,


"Azhar, Azhar, hiks hiks!" Begitu sampai Ia langsung mendobrak pintu yang tidak terkunci.


"Zhar! K- kamu, k-ke........!"


"Tara....! Surprise.....!"


"Happy birth day to you!"


"Happy birthday to you!"


"Happy birthday!"


"Happy birthday!"


"Happy birthday Fathin ......!"


Ia berdiri terpaku di tempatnya. Segala perasaan campur aduk kini menderanya. Sedih, ketakutan, khawatir, bahagia juga kesal mendapati ternyata yang barusan dialaminya adalah keisengan ketiga sahabatnya.


Ia menatap nanar kearah ketiganya yang sedang tersenyum penuh kemenangan.


"Ayo! Sini, sini! KitA make a wish trus tiup lilinnya!" Tanpa merasa bersalah ditariknya mitha tangannya.


"Ini nggak lucu yah! Kalian tuh udah bikin aku panik parah tau nggak, sih! Hiks..hikss..hikss!" Sentaknya tangannya dari genggaman mitha.


"Pleaase! Kalau mau bikin sesuatu dipikir dulu. Aku udah ngebayangin yang buruk-buruk terjadi sama kamu Zhar! Aku benner-benner takut kamu kenapa - napa! Hiks..hikss!" Ia masih terisak dan seketika melangkah menubruk dada bidang milik Azhar dan menangis di sana.


Dalam sekejab mereka akhirnya berpelukan berempat sambil terisak bersama.


"Maafin kita yah, Fhat! Kita cuma pengen bikin surprise biar kamu yakin dan mau datang kesini!" Jelas Mitha masih terisak.


Lama mereka tenggelam dalam keharuan yang mendalam sambil berpelukan.


"Ayo, make a Wish dulu!" Azhar melepas pelukannya dan merangkul bahunya.


Ia pun menangkupkan tangannya di dagu. Sejenak memejam dan melangitkan doa,


"Aku hanya ingin persahabatan ini abadi ya Allah!Aamiinn!!" Ia pun tersenyum melihat satu persatu ke arah tiga sahabatnya dan,


Huuuffffff....


Mereka bertepuk tangan serempak.


Setelah acara potong kue, saling suap, sampe saling menoelkan cream di hidung dan wajah masing- masing disertai derai tawa dari semuanya tiba-tiba,


"Fhat, Ini kado dari kita-kita! Mitha katanya mau pindah tanggal ultah, mau samaan ma kamu jadi kadonya di samain juga!" Akram terkekeh menyodorkan sebuah kotak kado kearahnya.


"Ha ha ha ha...! Apaan sih!" Mitha terbahak.


"I_ini apa, Zhar?"


"Buka ajha!"


"Baca Bismillah, Fhat! Kamu nggak curiga setelah semua adegan tadi ?" Akram mulai lagi dengan keisengannya.


Ia mencebik. Mengangguk ke arah Mitha memberinya kode untuk membuka kedua kado tersebut bersamaan, dan,


"Tara.....!"


Ia seketika speechless! Benar-benar di luar ekspectasinya.


#Flash Back On#


* Azhar


Drrtttt...Drrrrtttt...drrtttt ..


Hari ini hari yang kau tunggu


Bertambah satu tahun usiamu


bahagialah kamu


Yang kuberi bukan jam dan cincin


Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati


Maaf, bukannya pelit


Atau nggak mau ngemodal dikit

__ADS_1


Yang ingin aku beri padamu doa s'tulus hati


S'moga Tuhan melindungi kamu


Serta tercapai semua angan dan cita-citamu


Mudah-mudahan dib'ri umur panjang


Sehat selama-lamanya


S'moga Tuhan melindungi kamu


Serta…


selamat ulang tahun....


( Selamat Ulang tahun by Jamrud)


Bunyi nada dering alarm dari dua buah ponsel di lantai kamar Azhar dan akram berbunyi bersahut-sahutan. Membuatnya terbangun.


Dipicingkan matanya melirik Akram yang masih mendengkur di tempat tidur berbeda yang ada di hadapannnya. Sedikitpun tak terganggu dengan kerasnya bunyi alarm dari Hp di dekatnya.


Azhar mengucek mata yang masih begitu berat untuk membuka. Ia merasa baru beberapa menit terlelap.


"Jam berapa, sih ini ?" sungutnya serak. Tangannya meraba-raba lantai keramik di bawah mencari keberadaan HP nya.


Dengan mata sedikit memicing Ia melihat ke layar di hadapannya. Sudah jam 00.30 tengah malam. Diliatnya di sana ada notif pemberitahuan ultah Fathin hari ini.


Kecuali Fathin, sebab Fathin belum memiliki ponsel, mereke semua memang memasang empat alarm yang sama untuk tanggal ultah mereka berempat sebagai pengingat agar mereka tidak saling melupakan hari special tersebut.


Dengan mata yang masih sedikit mengatup, Ia bangkit ke arah Akram yang sedang terbuai mimpi indah.


"Ram, Akram, heyy, bangun dulu!" Panggilnya sambil menggoyangkan kaki sahabatnya itu.


"Ehh, kenapa? Udah shubuh? cepat banget! Prasaan aku baru ajha tidur barusan!" Akram meracau, matanya masih tertutup rapat.


"Bangun dulu! Nih, hari ini Fathin ulang tahun!" terangnya sambil mengangkat hpnya ke arah Akram yang sudah mulai membuka mata dengan berat karna rasa kantuk yang masih kuat menderanya.


"Trus, rencana kamu gimana?" Akram memaksakan diri bangun lalu beranjak ke meja dispenser dan mengambil air minum untuk mereka berdua.


"Tunggu! Aku telfon Mitha dulu!" Ia segra mendial sebuah nomor.


"Hallo!"


"Hmm, besok aja kita ngucapinnya bareng. Nih udah malem. Ntar kak Dawiahnya marah lagi kita ganggu tengah malem gini!" Suara serak khas bangun tidur mitha menyahuti di seberang.


"Bukan itu! Bangun dulu makanya. Cuci muka biar mikirnya fresh. ayo bangun dulu!"


"Ih, apaan sih, ngomong aja, nih udah fresh. ada apa?"


"Kita bikin surprise buat Fathin. Aku sama Akram kan gajian besok. Aku mau ngajak Akram patungan buat beliin Fathin ponsel. Aku kasian ma Fathin, suka nggak enakan sama yang punya Hp kalau nerima telfon kita lamaan dikit!"


"So Sweet! Ihh, kalian emang yang terbaik deh pokoknya!" Pekik Mitha di sana.


"Ya udah, Kamu ke sini besok pagi kita briefing soal tekhnisnya gimana nanti!" Mitha tergelak.


"Gaya kalian emang yah! Ya udah bye!" Mitha mengakhiri panggilan.


Paginya mereka bertemu di kamarnya. Akram yang suka usil memang jago kalau urusan ngerjain orang. jadilah segala tekhnis yang akan dilakoni atas arahan Akram semua.


"Jadi abis kita belanja semua yang dibutuhkan untuk pesta kecil kita nanti, Kamu pura-pura telfon Fathin sambil nangis histeris seakan-akan Azhar tuh lagi kenapa-napa. Trus kamu suruh Fathin secepatnya kesini sebelum terlambat..!" Akram berhenti seketika menahan tawa melihat ekspresinya.


"Eh, apaan sih! Nyumpahin nih!" Protesnya sambil terkekeh.


"Biar lebih meyakinkan, Zhar!" Akram cengengesan dengan smirk andalannya.


"Kamu yakin Ini bakal berhasil?" Mitha nampak ragu.


"InsyaAllah berhasil. Lagian Bu bos nya kayaknya lagi ke WaKaToBi mendampingi kunjungan pak Gubernur!"


"Ok!"


Merekapun saling tos ala geng mereka.


#Flash back Off#


__ __ __ __


*Fathin


"Ini untukku, Zhar, Ram??" Maniknya kembali berkaca-kaca.


"Udah, Udah, Kamu nggak capek apa nangis mulu dari tadi? Aku udah lapar nih, ayo kita makan dulu!" Akram membuyarkan kemewekkannya seketika.


Ia dan Mitha segera menyiapkan makanannya. Mereka menikmati pesta kecil tersebut. Kebersamaan selalu menambah rasa kasih sayang diantara mereka.


Malam ini mereka habiskan dengan cerita nostalgia di masa lalu. Sesekali terdengar gelak tawa dari mereka semua.


Dalam hati tak henti Ia berdoa semoga Ini tidak akan berakhir, batinnya bergumam.


"I Love you all, My Lovely Best Friend!"


___ _ ___


TBC>>>


__ADS_1


__ADS_2