My Girlfriend Is Vampire

My Girlfriend Is Vampire
Berburu


__ADS_3

Tokk Tokk Tokk!!


Ketukan keras pada pintu kamarnya sedikit mengalihkan perhatian Lucas. Laki-laki itu mengurungkan niatnya untuk berganti pakaian, dalam keadaan bertelanjang dada Lucas berjalan menuju pintu lalu membukanya. Saat pintu terbuka, sosok gadis berparas barbie-lah yang pertama kali tertangkap oleh kedua matanya.


Glukk!!


Susah payah Viona menelan salivanya melihat Lucas yang sedang bertelanjan* dada. Tubuhnya terbentuk sempurna, otot perutnya terlihat kencang kemudian pandangannya beralih pada lengan Lucas. otot lengannya tidak terlalu besar namun terlihat kuat.


Rona merah tipis menghiasi pipi kedua Viona. Gadis itu berbalik, posisinya dan Lucas saling memunggungi. "A-ku kemari membawakan obat luka dan perbannya. Ji-ji-ka kau tidak keberatan aku akan membantumu mengobati lukanya." ucap gadis itu terbata-bata. Viona sangat gugup.


Lucas membuka lebar-lebar pintu kamarnyal."Masuklah." pintanya mempersilahkan.


"Ta-ta-pi, Lu. Bi-sakah kau memakai pakaianmu dulu."


"Tunggu sebentar." Lucas kembali kedalam kamarnya dan memakai pakaiannya. Kemeja hitam lengan terbuka terlihat membalut tubuh atasnya dan memperlihatkan dada bidangnya karna tidak terkancing sempurna. "Kau masuklah." pinta Lucas lagi.


Keheningan mewarnai kebersamaan mereka berdua. Tidak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibir Lucas maupun Viona keduanya sama-sama diam dalam keheningan.


Sepanjang gadis itu mengobati luka-lukanya, tidak sedikit pula Lucas meloloskan pandangannya dari gadis itu. Meskipun menyadarinya, namun Viona berpura-pura tidak mengetahuinya. Ia tidak memiliki keberanian untuk membalas tatapan dingin Lucas.


Saat menatap mata itu, Lucas merasakan gelenjar aneh di dalam dadanya. Ada perasaan asing menyeruak memenuhi batinnya , dan entah kenapa Lucas memiliki keyakinan jika pertemuannya dengan Viona hari itu bukanlah sebuah kebetulan semata melainkan karena takdir yang memang telah di tentukan.


"Tapi bagaimana jika Viona adalah takdirmu?"


Kata-kata L kembali terngiang di telinganya . Membuat darah dalam tubuh Lucas berdesir. Apakah benar apa yang L katakan jika gadis bermarga Jung itu adalah takdirnya? Gadis yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya, gadis yang telah di tentukan takdir sebagai belahan jiwanya.

__ADS_1


Mungkin terlalu awal memikirkannya, lagi pula ia dan Viona belumlah saling mengenal satu sama lain. Lucas masih belum tau siapa gadis itu sebenarnya dan begitu pula sebaliknya. Dan biarkan waktu yang menjawab semuanya. Karena terlalu lama terlarut dalam lamunannya, sampai-sampai Lucas tidak menyadari bila Viona sudah menyelesaikan pekerjaannya dan luka-lukanya juga sudah tertutup oleh perban.


"Lu, apa kau melamun?" tegur Viona sambil mengibaskan jarinya di depan wajah Lucas, Lucas pun segera tersadar. Lelaki itu menggeleng. "Sudah selesai, aku akan keluar sekarang. Istirahatlah." Gadis itu tersenyum lembut sebelum meninggalkan Lucas sendiri di kamarnya.


Lucas beranjak dan berjalan menuju jendela besar yang berada di kamar itu. Wajahnya mendongak menatap langit yang terlihat kelam dan gelap. Tidak ada bintang maupun cahaya bulan, semua di telan kegelapan.


Samar-samar Lucas mendengar suara kepakan kelelawar besar yang mengangkasa. Ada lima.. Tidak, tapi sepuluh. Bukan tapi lima belas. Semuanya membentangkan sayapnya hingga mencapai titik perubahan yang sempurna. Kepulan aura hitam menggumpal , bagaikan awan columbus yang hitam pekat di malam hari. Dan dalam beberapa detik berikutnya, kumpulan kelelawar itu berubah wujud menyerupai manusia.


Wajah mereka yang sepucat mayat dengan urat-urat kebiruan samar pada leher mereka dan mata yang semerah darah. Mahluk yang seharusnya tidak pernah hidup dan menjadi sebuah mitos kini meraung-raung di dalam keheningan malam. Suara kelaparan dan kehausan...


FLAPP!!!


Dalam sekejap mata mereka semua berpencar , mencari mahluk-mahluk lain yang berbeda wujud dengan mereka dengan aliran darah yang menandakan kehidupan mereka. Hidung mereka sangat peka , mahluk-mahluk itu terbang menuju manusia yang akan menjadi target buruannya.


"Mahluk-mahluk menjijikkan itu."


Entah sejak kapan Lucas sudah merubah dirinya menjadi Dark Lephrica. Sepasang sayap hitamnya mengepak-ngepak dan dalam hitungan detik, sosoknya sudah melesat jauh menuju angkasa luas. Lucas akan menghabisi mereka semua sebelum para Vampire itu mendapatkan mangsanya.


"Hyung, kita berdua akan menemanimu berpesta." ucap Lay dan Jey yang terbang mengapit Lucas


"Aku akan mengandalkan kalian."


"Tentu, dan aku akan menggunakan jurus mesumku untuk menjerat tiga wanita Vampire itu sebelum mengirim mereka ke Neraka." ujar Jimin yang kemudian memisahkan diri dari Lucas dan saudaranya


"Dan kau tidak bisa melupakanku. JEY, TUNGGU AKU." teriak Lay yang kemudian mengejar Jey.

__ADS_1


Lucas memijakkan kakinya di atap sebuah gedung pencakar langit. Mata semerah darah miliknya menelisik kesegala penjuru arah, salah satu Indranya mendengar adanya sebuah pertarungan di sekitar tempatnya berada. Sayap hitam besarnya kembali terbentang, dan terbang menuju suara pertarungan itu berasal.


"Aura ini?"


-


-


"Aura ini?"


L merasakan kedatangan mahluk dengan aura kegelapan yang sangat kuat. Hawa di sekitarnya menjadi sangat dingin, semakin mendekat dan L merasakan jika pemilik aura itu akan segera menampakkan sosoknya. Karena penasaran, ia pun menoleh kebelakang. Persis seperti dugaannya.


Seorang laki-laki dalam balutan pakaian serba hitam berdiri dengan aura membunuh yang sangat kuat. Matanya yang semerah darah semakin tajam membuat bulu kuduk L sedikit berdiri. Meskipun dalam keraguan, L menghampiri sosok laki-laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Lucas.


"Aku akan mengatasi ini, sebaiknya tolong teman-temanmu. Mereka sedikit kewalahan menghadapi Vampire tingkat dua." Ujarnya pada Lucas.


"Aku mengerti."


.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2