My Girlfriend Is Vampire

My Girlfriend Is Vampire
Berburuk Sangka


__ADS_3

Merasa udara malam semakin dingin menusuk kulitnya. Viona memutuskan untuk pergi dari taman dan kembali kekamarnya.


Taapp!!


Namun langkah kakinya terhenti saat dia melihat dua Angel bersaudara berjalan menghampirinya. Sudut bibirnya tertarik keatas menyambut dua pemuda yang selama ini sudah bersikap baik padanya.


Viona tidak ingin mendapat banyak pertanyaan dari kedua Angel bermulut bawel itu jika menunjukkan bagaimana perasaannya yang sebenarnya, dan bodoh jika mereka berdua tidak memahami bagaimana perasaan Viona yang sebenarnya.


"Kalian belum tidur?" ucap Viona setenang mungkin.


"Nunna, apa kau baru saja mengalami amnesia? Jelas-jelas kami tidak pernah tidur saat malam hari. Seperti kelelawar, biasanya kami tidur saat matahari sedang tinggi-tingginya." tutur Jey.


"Ahh!! Maaf, aku lupa."


"Nunna, ada apa dengamu? Kau tidak terlihat ceria sama sekali? Kau pasti merindukan kakak dan teman-temanmu ya?" tebak Lay 100% benar. Dan kebungkaman Viona kali ini mereka anggap sebagai jawaban. "Jika ada sesuatu jangan di pendam saja. Kau bisa membanginya dengan kami berdua."


"Apa yang kalian bicarakan? Apa aku terlihat semenyedihkan itu? Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu kalian cemaskan. Sudahlah, ini sudah larut malam. Aku kekamar dulu, bye."


Gadis itu melambaikan tangannya pada Jey dan Lay, kedua Angel itu mendengus berat melihat sikap Viona yang tak pernah mau terbuka. Sama halnya dengan Lucas, Viona memang sangat pandai menyembunyikan perasaan dan emosinya, jika tidak peka pasti akan terkecoh dengan senyum manis yang menghiasi bibirnya.


Gadis itu berjalan dengab tenang menaiki setiap anak tangga yang menuju lantai dua. Gadis itu ingin segera merebahkan tubuhnya yang terasa lelah pada kasur super nyaman yang hampir satu bulan ini selalu memanjakan tubuhnya. Bukan hanya tubuhnya yang lelah, namun juga fikirannya.

__ADS_1


Viona terus berjalan tanpa menyadari keberadaan Lucas yang bersandar pada tembok samping pintu kamarnya sambil bersidekap dada.


"Kau terlihat murung akhir-akhir ini, apa kau ingin pulang pada keluarga dan teman-temanmu?" ucapnya tiba-tiba dan membuat Viona terkejut bukan main.


"Omo!!" Viona terlonjak kaget dan nyaris terkena serangan jantung dadakan karna suara dingin Lucas yang terlewat datar berkaur didalam telinganya. Sontak saja dia menoleh dan mendapati pemuda itu berdiri sambil menatap datar padanya


"Lucas, kau mengejutkanku saja!!" pekiknya sambil mengusap dada.


Lucas terlihat beranjak dan menghampiri gadis itu masih dengan tatapan yang sama, dingin dan datar.


"Aku tau kau tidak merasa nyaman tinggal di kastil ini, bahkan kehadiran kedua sahabatmu itu tidak berpengaruh apapun. Aku tidak tau apa yang membuatmu tidak nyaman, dan jika kau ingin pulang pada keluargamu kau bisa pergi dari sini, tidak akan ada yang menahanmu." ujar Lucas sambil menatap dalam mutiara abu-abu milik Viona.


Alih-alih menjawab, Vio a malah beranjak dari hadapan Lucas dan berjalan lurus menuju jendela besar yang berjarak tiga meter darinya, sementara lelaki itu tidak beranjak satu inci pun dan hanya menatap Viona dengan pandangan terlewat datar.


"Aku tau dan sangat paham jika kakakku dan L sangat mencemaskan keadaanku, mereka tidak ingin hal buruk sampai terjadi padaku. Tapi bukan dengan cara seperti ini. Aku ingin kehidupan yang normal seperti kebanyakan gadis pada umumnya. Aku tidak ingin diperlakukan berbeda hanya karena aku istimewa." ujar Viona panjang lebar.


Gadis itu mencoba untuk mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada di dalam hatinya dan menyampaikan apa yang menjadi keinginannya. Gadis itu berbicara dalam posisi memunggungi Lucas. Hingga dia tak tau seperti apa ekspresi gadis itu saat ini.


"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Lucas setelah cukup lama diam.


Gadis itu lalu berbalik badan dan menatap Lucas dengan pandangan super dingin tidak bersahabat. "Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, ada satu hal yang sudah sangat lama ingin aku tanyakan padamu." ucap gadis itu tanpa mengakhiri kontak matanya.

__ADS_1


"Tentang apa?" Lucas memicingkan matanya.


"Kenapa kau mau repot-repot untuk melindungiku? Padahal tidak ada ikatan apapun di antara kita, bahkan kita tidak saling mengenal dengan baik. Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku? Apa kau juga menginginkan keabadian ini? Atau justru kau adalah salah satu dari mahluk-mahluk menjijikkan itu yang sengaja menyamar untuk mengambil keabadian ini dariku?" tanya Viona meremehkan, nadanya sinis dan penuh intimidasi.


Lucas semakin tak mengerti. "Apa maksudmu?"


"Jangan pura-pura bodoh, Lucas Xiao. Aku tau fikir aku ini bodoh dan tidak tau mahluk seperti apa kau ini? Kau itu tidak ada bedanya dengan mereka semua, kau sengaja mendekatiku untuk tujuan yang sama, keabadian yang aku miliki. Bukankah begitu?"


Lucas benar-benar tidak habis fikir dengan gadis bermarga Jung ini. Bagaimana bisa dia berfikir sedangkal itu setelah semua yang dia lakukan padanya. Jika memang itu tujuan Lucas, bukankah seharusnya Lucas melakukannya dari awal? Toh dia memiliki banyak sekali kesempatan.


"Kau salah besar jika berfikir aku sama dengan mereka, Nona. Asal kau tau saja, aku tidaklah serendah yang kau fikirkan. Aku tidak pernah menginginkan apapun darimu, aku tulus membantumu tanpa mengharapkan imbalan apapun. Karna jika memang itu adalah tujuan utamaku , bukankah aku memiliki banyak kesempatan untuk merebutnya darimu."


"Kau tinggal satu atap denganku, bukankah harusnya mudah untukku bisa melenyapkanmu? Aku tidak membutuhkan keabadianmu, lagipula percuma saja jika aku mengambilnya dengan cara kotor kemudian mengorbankan orang yang tidak bersalah hanya dengan kepentingan pribadiku." tutur Lucas panjang lebar. Kata-kata Viona membuat Lucas tersinggung.


Pemuda itu beranjak pergi dan meninggalkan gadis itu yang diam termanggu dalam posisinya berdiri. Viona hanya mampu terdiam dan tidak dapat berkata apa-apa setelah mendengar setiap kata yang terucap dari bibir Lucas.


Rasa bersalah menyelimuti perasaannya dan merutuki kebodohannya. Ia telah berburuk sangka pada Lucas. Pria yang menyelamatkan dan melindunginya selama beberapa hari ini. Tidak seharusnya dia menuduhnya yang tidak-tidak.


Kata-katanya sudah melukai peraaaan Lucas yang jelas sangat baik dan tulus padanya. Fikirannya dalam keadaan kacau dan tidak sadar dengan apa yang telah ia ucapkan. Yang harus Viona lakukan adalah meminta maaf padanya, tapi tidak malam ini. Viona akan memberikan waktu untuk Lucas sendiri.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2