
Syuttt!!
Tubuh mahluk itu ambruk seketika setelah sebuah busur panah menembus jantungnya memaksa Jieun untuk menoleh. Wanita itu tersenyum melihat kedatangan Lucas.
"Aku tau kau pasti akan datang saat diriku berada dalam bahaya, terimakasih Lu. Aku tau di dalam hati terdalammu kau masih mencintaiku." Milla memeluk Lucas dengan sangat erat.
Brugg!!
Dentuman keras itu memaksa Milla dan Lucas untuk menoleh ke belakang. Seorang gadis dalam balutan gaun hitam panjang berdiri dengan sebuah busur panah perak di tangannya. Gadis itu baru saja menyelamatkan Lucas dan Milla dari serangan mahluk penghisap darah.
"Kau? Apa yang kau lakukan di sini?" Lucas mendorong kasar tubuh Milla yang masih memeluknya dan menghampiri gadis itu yang pastinya adalah Viona.
"Menghadapi takdirku, aku tidak mau terus-terusan bersembunyi dan lari dari garis takdir yang telah di tentukan untukku. Jika semua orang bekerja keras untuk melindungiku, maka aku akan berjuang untuk melindungi apa yang aku miliki. Aku tidak ingin selamanya seperti kelinci dan terus bersembunyi." ujar Viona yang kemudian melibatkan diri dalam pertarungan.
"Ck, kenapa semua perempuan begitu merepotkan." geram Lucas.
Lucas menghampiri Viona dan membayangi gadis itu. Dark Lephrica itu tidak bisa membiarkan gadis itu bertarung seorang diri. Sementara itu, Kamilla terlihat tidak suka melihat kedekatan Viona dan Lucas
Rasanya dia ingin menyingkirkan Viona agar tidak ada lagi penghalang untuk dia bisa kembali pada Lucas. Pertarungan semakin sengit, kerja sama antara para Hunter dan para mahluk abadi membentuk sebuah aliansi yang tidak tertandingi.
Ara yang di bayangi oleh Carl dan Tao. Kai yang bergabung bersama Jia dan Antolin. Ellena bersama Yohan dan Chen. Sedangkan Lucas dan L bekerja sama untuk membayangi Viona. Milla memilih bertarung seorang diri. Dia tidak sudi jika harus bergabung bersama para mahluk abadi.
Brakkk!!!
Dentuman keras mirip seseorang yang terjatuh itu mengalihkan perhatian semua orang. "Apa yang kalian lakukan di sana?" tanya Kai penuh keheranan pada dua sosok laki-laki bersayap malaikat yang pastinya adalah Angel bersaudara. Mereka segera merubah posisi jatuhnya menjadi berbaring miring dengan salah satu tangan sebagai tumpuan kepalanya, cara jitu untuk menghilangkan malu.
"Jangan bilang jika kalian berdua...??
"Mana ada, kami jatuh karena kehilangan keseimbangan. Hahahahha! Bukankah begitu mesum." ucap Lay sambil menyikut pelan perut Jey.
"Hahahha!! Benar sekali, pikun." jawab Jey sambil tertawa garing.
"Ck, kalian berdua itu bukanlah pembohong yang baik. Jelas-jelas banyak sekali tanda merah di leher kalian berdua. Akui saja jika kalian baru bercinta dengan para mahluk penghisap darah itu sebelum akhirnya kalian melenyapkannya. Karna aku juga sering melakukannya." ujar Chen panjang lebar.
Plakk!!
Satu pukulan keras mendarat mulus pada kepala Chen "Dasar mahluk mesum. Apa di dunia ini tidak ada satupun yang memiliki otak normal? Kau, kau, kau dan kau. Kalian bertiga mesum semua, dan sekarang di tambah dua angel kurang waras ini." tunjuk Ara pada Carl Tao dan Kai.
__ADS_1
Mata L membulat melihat seorang Vampire bergerak kearah Jia, dengan sigap L menarik lengan Chika dan menusuk tubuh mahluk itu dengan pedang cahaya miliknya.
"Terimakasih, L,"
"Jangan main-main di tengah pertarungan. Tetaplah waspada karena musuh bisa menusukmu saat kau lengah." dengan bijak L memberi nasehat.
"Tentu, L."
Setelah pertarungan yang panjang dan sedikit melelahkan. Semua mahluk penghisap darah itu bisa dikalahkan meskipun harus sedikit menguras tenaga mereka. Ellena menghampiri semua orang dan memastikan keadaan mereka.
"Kalian tidak apa-apa?" tanyanya memastikan
"Ne, kami tidak apa-apa." balas Carl mewakili yang lainnya.
"Kakak." seru Viona dan berhambur memeluk Ellena. "Aku merindukanmu." ucapnya sambil mencium pipi Ellena.
"Dan kau tidak merindukan kami, Viona Jung." sahut Jia dan Ara dari arah belakang. Viona menoleh dan beralih memeluk kedua sahabatnya itu, mencium mereka bergantian
"Tentu saja aku merindukan kalian juga, aku kesepian tanpa kalian."
Saat ini gadis itu sedang menjadi bulan-bulanan keempat mahluk abadi tersebut, mereka menjadikan kepalanya sebagai landasan jitakan. Tidak keras namun cukup untuk membuat membuat gadis itu meringis. Dan begitulah mereka berlima jika bersama.
Viona, Ara, Jia, Antolin dan Chen memang sangat dekat. Tidak ada putri ataupun penjaga, kedekatan mereka layaknya saudara.
Meninggalkan mereka berlima. Ellena menghampiri Lucas yang sedang berbincang dengan L
"Tuan." Lucas mengangkat wajahnya dan menatap datar wanita di depannya. Ellena tersenyum lembut. "Aku ucapkan terimakasih padamu karna sudah menjaga adikku selama beberapa hari ini. Maaf jika dia merepotkanmu."
"Tidak perlu sungkan, Nona. Lagi pula bukanlah hal yang besar." jawab Lucas menimpali.
Tanpa semua orang sadari, sesosok mahluk bersayap kelelawar bermata sehitam malam tiba-tiba muncul dan menyambar tubuh Viona kedalam pelukannya
"Hahahha!! Akhirnya aku mendapatkanmu, Viona Jung. Malam ini juga aku akan menjadikanmu pengantinku." ucap sosok bersayap itu menyeringai.
"Kakak ... Tolonggggg." Jerit Viona sambil mengulurkan tangannya pada Ellena. Sosok bersayap itu membawa Viona terbang semakin jauh.
"Viona?"
__ADS_1
Melihat gadis itu berada dalam bahaya tidak lantas membuat Lucas tinggal diam. Lucas segera mengejar mahluk bersayap yang membawa Viona dan menyelamatkan gadis itu dari tangannya. Lucas terbang dengan kecepatan cahaya dan tidak sulit baginya untuk menyusul sosok bersaya itu. Sebuah bola cahaya muncul dari telapak tangannya yang kemudian Lucas arahkan pada tubuh mahluk itu
"AARRRKKHHH." sensasi panas seperti terbakas mahluk itu rasakan saat cahaya hitam kemerahan yang Lucas lepaskan menembus punggungnya. Reflek, mahluk bersayap melepaskan pegangannya pada tubuh Viona
"Kkkyyyyyaaaaa." alhasil tubuh mungil itu pun meluncur turun.
Mata Lucas terbelalak, dengan segera Lucas meluncur turun sebelum hal buruk menimpa gadis itu. Viona mengulurkan tangannya pada Lucas yang berusaha untuk menyelamatkannya dan berhasil. Tubuh Viona jatuh dalam pelukannya, salah satu tangan Lucas melingkari punggung gadis itu.
"Sialan kau Dark Lephrica, berani sekali kau ikut campur? Kembalikan gadis itu padaku, dia adalah pengantinku."
"Tidak ,sebelum kau melangkahi mayatku." jawab Lucas tajam.
"Ge, kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk menghadapi mahluk menjijikan seperti dia." ucap Lay tiba-tiba.
"Dan serahkan dia pada kami." sahut Jey menambahkan.
"Baiklah, urus mahluk ini sebelum dia membuat masalah lagi." ujar Lucas dan di balas acungan jempol oleh Angel bersaudara itu.
"Oke."
"Yakkk!!! Itu pengantinkuuuuu... kembalikan dia padaku." teriak sosok bersayap itu namun langkahnya di hentikan oleh Lay dan Jey."Yakkk!! Angel gila, minggir kalian. Jangan menghalangiku, dia membawa pengantinku."
"Nonono, tidaklah semudah itu. Hei mesum, kau sudah siap untuk menelanjangi mahluk ini?" ucap Lay sambil menatap Jey.
"Tentu dan mari kita lakukan sekarang," jawab Jey menimpali.
"Hiaaaaa." mahluk itu terbang menjauh. Dia tau jika Angel bersaudara itu jauh lebih merepotkan, tidak ingin di permalukan lagi. Sosok bersayap hitam itu memilih pergi namun bukan Angel bersaudara namanya jika membiarkan sosok itu melarikan diri begitu saja.
"Yakkk!!! Mahluk jelek, jangan kabur kauuuu."
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1